CIANJUR.CO – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mendampingi 50 petani binaan dalam mengelola lahan sekitar 50 hektare untuk budidaya jagung. Kegiatan tersebut berlangsung melalui program Lumbung Pangan (LP) di Kecamatan Tanjungmedar.
Pendampingan mencakup proses sejak penanaman hingga panen. Ketua Baznas Kabupaten Sumedang H Ayi Subhan Hafas mengatakan, dukungan itu diarahkan agar bantuan yang diberikan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi berkembang menjadi aktivitas ekonomi yang dapat diteruskan petani.
Berdasarkan laporan ANTARA Jabar, intervensi Baznas dimulai dari penyediaan bibit dan dilanjutkan dengan pendampingan sampai masa panen. Ayi menyebut petani diharapkan dapat melakukan penanaman serupa kembali. Dengan keberlanjutan itu, program Lumbung Pangan diharapkan memiliki manfaat yang tidak hanya dirasakan selama tahap awal pelaksanaan.
“Penanaman jagung oleh kelompok kami intervensi mulai dari penyediaan bibit sampai kita pastikan ketika panen,” kata Ayi. Ia menjelaskan bahwa pendampingan yang berjalan hingga panen berkaitan dengan harapan agar petani dapat meneruskan penanaman. Menurut dia, kesinambungan tersebut menjadi bagian dari tujuan program, bukan sekadar penyelesaian satu kali musim kegiatan.
Baca juga: Polresta Bandung Siapkan Pengamanan Penuh untuk Tiga Laga Persib di SJH
Dalam pelaksanaan program, Baznas akan memantau perkembangannya. Sementara itu, teknis budidaya di lapangan tetap menjadi tanggung jawab petani penerima manfaat. Dengan pembagian peran tersebut, Baznas menjalankan pemantauan terhadap program, sedangkan petani mengelola kegiatan budidaya yang mereka jalankan.
Ayi juga menekankan arah penggunaan dana zakat, infak, dan sedekah. Menurut dia, dana tersebut perlu dikelola melalui program pemberdayaan yang memberi manfaat nyata sekaligus mendorong kemandirian ekonomi penerima manfaat. Karena itu, pendampingan budidaya jagung tidak hanya berkaitan dengan bantuan untuk kegiatan tanam, tetapi juga dengan tujuan pemberdayaan yang disampaikan Baznas.
“Harapannya bagaimana mengubah seorang mustahik menjadi muzaki, bahkan menjadi mutashaddiq,” ujar Ayi. Pernyataan itu merujuk pada harapan agar penerima manfaat dapat berkembang menuju kondisi mampu memberi, sejalan dengan sasaran kemandirian ekonomi yang ia paparkan.
Baca juga: Polresta Bandung Ungkap Pengalihan LPG Subsidi ke Ribuan Tabung Portable
Asisten Daerah Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Sumedang Rohana mengatakan program Lumbung Pangan sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat. Ia menilai, keberlanjutan kegiatan perlu didukung sejumlah hal yang berkaitan langsung dengan kemampuan kelompok petani mengelola budidaya dan memperoleh manfaat dari hasil produksinya.
Rohana menyebut penguatan kapasitas petani dan tata kelola kelompok sebagai bagian yang perlu diperhatikan. Selain itu, kepastian pemasaran hasil produksi juga diperlukan agar kegiatan budidaya memberikan manfaat ekonomi bagi penerima. Pandangan tersebut menempatkan kemampuan petani, pengelolaan kelompok, dan pemasaran hasil sebagai unsur pendukung keberlanjutan program.
Direktur Pemberdayaan Baznas RI Agus Siswanto mengatakan asesmen serta pendampingan sejak awal penting untuk memastikan program pemberdayaan berjalan sesuai kebutuhan penerima manfaat. Ia menyatakan kesiapan dan motivasi 50 petani perlu dipetakan sejak awal pelaksanaan.
Baca juga: Sapi Madura Berkaki Enam dari Boyolali Juara Kontes Piala Presiden 2026
“Tanpa pendampingan yang intensif, program seperti ini berisiko gagal,” kata Agus. Ia menambahkan, pemetaan kesiapan dan motivasi petani merupakan hal yang wajib dilakukan. Keterangan itu menegaskan pentingnya mengenali kondisi penerima sebelum pendampingan dijalankan, agar program yang diberikan sesuai dengan kebutuhan mereka.
Program di Kecamatan Tanjungmedar tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi jagung, tetapi juga membentuk pola pemberdayaan ekonomi yang dapat terus dijalankan petani setelah pendampingan Baznas berakhir. Harapan itu sejalan dengan pendampingan dari tahap penanaman hingga panen dan dorongan agar kegiatan budidaya dapat berlanjut.





