CIANJUR.CO – APP Group menjadi perusahaan Indonesia pertama yang resmi bergabung dengan RE100, inisiatif global yang mendorong perusahaan menggunakan 100 persen listrik terbarukan dalam kegiatan operasional paling lambat pada 2050. Keikutsertaan ini menempatkan perusahaan tersebut dalam kelompok perusahaan yang menyatakan komitmen pada pemanfaatan listrik terbarukan.
Berdasarkan laporan ANTARA Jabar, Chief Sustainability Officer APP Group Elim Sritaba menyebut bergabungnya perusahaan ke dalam RE100 sebagai bagian dari upaya memasukkan aksi iklim ke strategi bisnis. Komitmen tersebut, menurut Elim, sekaligus mendukung transisi menuju penggunaan energi terbarukan.
“Bergabung dengan RE100 merupakan langkah penting bagi APP Group dalam melanjutkan integrasi aksi iklim ke dalam strategi bisnis kami,” ujar Elim dalam keterangan yang diterima di Bandung, Selasa. Ia mengatakan keikutsertaan itu diharapkan dapat memperkuat langkah transisi energi perusahaan sekaligus mendorong kesadaran dan momentum pemanfaatan listrik terbarukan di Indonesia.
Baca juga: CPPD Cianjur Capai 80 Ton, Stok Pangan Dipastikan Aman hingga Ramadan
RE100 dipimpin Climate Group dan saat ini menghimpun lebih dari 440 perusahaan global. Para anggotanya berkomitmen menggunakan 100 persen listrik terbarukan untuk kegiatan operasional masing-masing paling lambat pada 2050. Dengan demikian, tenggat tersebut menjadi sasaran bersama bagi perusahaan peserta dalam memenuhi kebutuhan listrik operasional mereka.
Inisiatif itu juga mendorong peningkatan permintaan terhadap energi terbarukan. Melalui komitmen perusahaan anggota, RE100 berupaya mempercepat peralihan menuju sistem kelistrikan rendah karbon. Keikutsertaan APP Group sebagai perusahaan Indonesia pertama menjadi bagian dari upaya tersebut, sementara Elim juga berharap langkah itu dapat memberi dorongan bagi pemanfaatan listrik terbarukan di dalam negeri.
Elim menyampaikan bahwa langkah APP Group di RE100 berkelanjutan dengan komitmen yang telah dimuat dalam Sustainability Roadmap Vision 2030 atau SRV 2030. Salah satu target dalam peta jalan tersebut adalah menurunkan intensitas karbon sebesar 30 persen dibandingkan dengan baseline 2018. Target ini menjadi bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan yang disebut Elim sejalan dengan keikutsertaan di RE100.
Baca juga: Api dari Lahan Gunung Leneng Merembet ke TPAS Gunung Santri
Selain target intensitas karbon, APP Group menyatakan meningkatkan penggunaan bahan bakar terbarukan dan efisiensi energi dalam operasionalnya. Upaya yang disebutkan mencakup pemanfaatan aliran limbah berbasis biofuel pada operasi pulp dan kertas terintegrasi. Penerapannya dilakukan sepanjang memungkinkan secara teknis dan komersial, sehingga perusahaan mengaitkan pelaksanaan langkah tersebut dengan kelayakan pada kegiatan operasionalnya.
CEO Climate Group Helen Clarkson menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kekuatan energi terbarukan. Namun, ia menyatakan pengembangan proyek energi bersih memerlukan investasi yang lebih besar dari dunia usaha. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks dorongan agar semakin banyak perusahaan berperan dalam pengembangan energi bersih.
Baca juga: Sampah Majalengka Capai 90 Ton Sehari, DLH Terima Tambahan Dump Truck
Clarkson juga menyebut bergabungnya APP Group sebagai anggota pertama RE100 dari Indonesia menunjukkan permintaan yang semakin besar terhadap listrik terbarukan yang andal dan terjangkau. “Perusahaan RE100 seperti APP Group, sebagai anggota pertama kami dari Indonesia, menunjukkan semakin besarnya permintaan terhadap listrik terbarukan yang andal dan terjangkau,” ujarnya.
Keanggotaan APP Group ditandai dengan penyerahan trofi bertuliskan “First in Indonesia” oleh Clarkson kepada Elim. Penyerahan tersebut berlangsung dalam rangkaian Indonesia International Sustainability Forum. Dengan penanda itu, APP Group tercatat sebagai perusahaan Indonesia pertama yang bergabung dengan inisiatif RE100.





