CIANJUR.CO – Kebakaran yang bermula di lahan sekitar Gunung Leneng, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, merembet hingga membakar tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Gunung Santri. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Cirebon mengerahkan personel dan kendaraan pemadam untuk menangani api yang memasuki kawasan tempat pembuangan tersebut.
Berdasarkan laporan ANTARA Jabar, Kepala DPKP Kabupaten Cirebon Dadang Suhendra mengatakan titik awal kebakaran berada di lahan sekitar Gunung Leneng, tepatnya di perbatasan Desa Kepuh dan Kedondong. Api dari lahan itu kemudian merambat ke tumpukan sampah di TPAS. “Yang terbakar sampah akibat rembetan dari lahan tadi,” kata Dadang.
Masyarakat melaporkan kebakaran lahan sekitar pukul 16.00 WIB pada Senin. Setelah menerima laporan dan api mendekati kawasan TPAS, petugas melakukan penanganan. Pada tahap awal, DPKP mengerahkan tiga regu dengan tiga kendaraan pemadam dari Sektor Sumber, Palimanan, dan Weru. Upaya pemadaman dimulai pada Senin malam, dengan petugas menangani kebakaran yang telah bergerak dari lahan menuju sampah.
Baca juga: Sampah Majalengka Capai 90 Ton Sehari, DLH Terima Tambahan Dump Truck
Penanganan sempat dihentikan sekitar pukul 02.00 WIB pada Selasa. Dadang menjelaskan petugas perlu beristirahat, sementara pasokan air di sekitar lokasi juga menjadi kendala. Penghentian sementara itu berlangsung beberapa jam sebelum operasi kembali dilakukan. Sekitar pukul 07.00 WIB, pemadaman dilanjutkan karena asap dan kobaran api masih terlihat di kawasan TPAS Gunung Santri.
Menurut Dadang, api pada tumpukan sampah tidak selalu mudah dipastikan padam hanya dari kondisi permukaan. Bagian bawah tumpukan masih dapat menyimpan nyala api meskipun bagian atas terlihat telah padam. Karena itu, keberadaan asap atau kobaran yang kembali tampak menjadi perhatian dalam proses penanganan. Sekitar pukul 08.00 WIB, kepulan asap hitam muncul dari tumpukan sampah, menunjukkan masih ada material yang terbakar.
Baca juga: Pemkab Kuningan Perkuat Mitigasi Banjir dan Longsor Jelang Musim Hujan
Setelah asap hitam terlihat, petugas meminta bantuan dari sejumlah sektor. Pada Selasa, jumlah kekuatan yang dikerahkan mencapai sekitar enam kendaraan pemadam dan enam regu. Dengan demikian, pengerahan bertambah dari tahap awal yang melibatkan tiga regu dan tiga kendaraan dari Sektor Sumber, Palimanan, serta Weru. Penambahan bantuan dilakukan ketika api dan asap masih terlihat di area TPAS.
Operasi pemadaman juga didukung kendaraan pemasok air dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon. Kebutuhan air yang digunakan sejak Senin malam telah mencapai lebih dari sepuluh tangki. Dukungan kendaraan DLH tersebut menyertai upaya petugas menghadapi kendala pasokan air di sekitar lokasi, yang sebelumnya ikut memengaruhi jalannya penanganan.
Baca juga: Tim Gabungan Tertibkan Parkir Liar untuk Atasi Macet di Garut
Dadang memperkirakan area yang terbakar hanya beberapa ratus meter persegi, sedangkan luas keseluruhan TPAS Gunung Santri sekitar 4,7 hektare. Menurut dia, api dapat cepat dilokalisasi sehingga bagian yang terbakar tidak meluas ke seluruh kawasan. Perkiraan luas terdampak itu merujuk pada area kebakaran, bukan keseluruhan lahan tempat pembuangan.
Selain pasokan air, kondisi medan menjadi hambatan bagi kendaraan pemadam. Kawasan yang berbukit dan terjal menyulitkan armada menjangkau sejumlah titik kebakaran. Untuk membantu akses kendaraan, DLH menggunakan ekskavator agar jalur di kawasan tersebut lebih aman dan kendaraan pemadam tidak ambles. Upaya itu mendukung pergerakan armada di lokasi yang medan dan jalurnya menyulitkan penanganan.





