UKM Campuspreneur Catat Potensi Transaksi USD 22,56 Juta di TEI ke-41

16/10/2026 19:57

CIANJUR.CO - Para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang terhubung dengan perguruan tinggi mencatat potensi transaksi hingga USD 22,56 juta dalam penampilan perdana program Campuspreneur di Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41. Nilai tersebut dihimpun sampai hari kedua pameran, Kamis (15/10), yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten.

Berdasarkan laporan Kementerian Perdagangan RI, dari total potensi itu, USD 21,46 juta telah ditindaklanjuti melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) dengan pembeli internasional. Adapun USD 1,1 juta lainnya tercatat sebagai kontak dagang yang masih berada dalam tahap penjajakan. Angka tersebut menunjukkan adanya peluang tindak lanjut, meski sebagian transaksi masih memerlukan komunikasi lebih lanjut.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, capaian itu memperlihatkan kemampuan UKM dari lingkungan perguruan tinggi dalam memanfaatkan pameran dagang yang mempertemukan pelaku usaha dengan pembeli internasional. Menurut dia, keikutsertaan di TEI memberi ruang bagi wirausaha muda untuk memperluas jejaring bisnis dan menjajaki pasar ekspor.

“Potensi transaksi di TEI ke-41 menunjukkan adanya peluang bagi produk UKM berbasis perguruan tinggi untuk menjangkau pasar internasional,” ujar Mendag Busan. Ia menyebut perguruan tinggi berpotensi melahirkan wirausaha muda yang inovatif dan menghasilkan produk bernilai tambah. Melalui Campuspreneur, Kemendag mendorong potensi itu berkembang menjadi usaha berorientasi ekspor.

Sejumlah peserta telah menandatangani LoI dengan buyer internasional. Mereka adalah Futra Export dan Pustaka Dagang dari Binus University, Worldwise dari Telkom University, serta Inofarm dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Pembeli yang menandatangani LoI tersebut berasal dari Jepang, Belanda, Hong Kong, dan Taiwan.

Baca juga: Indonesia dan Kepulauan Solomon Perkuat Agenda Dagang di TEI ke-41

Sementara itu, Sangreat dari Institut Pertanian Bogor dan Colorfood Indonesia dari Universitas Diponegoro masih menjajaki kontak dagang dengan calon buyer internasional. Dengan demikian, catatan transaksi di pameran mencakup kerja sama yang telah memasuki tahap LoI serta peluang yang masih dibangun melalui penjajakan.

Produk yang menarik perhatian calon pembeli terdiri atas komoditas dan produk olahan, antara lain kakao, kayu manis, gula aren, minyak kelapa murni, serta turunan kelapa berupa arang dan karbon aktif. Peserta juga menawarkan produk bernilai tambah dan jasa, termasuk pengendali hama berbahan alami dan platform edukasi digital.

Menurut Budi, ragam produk tersebut memperlihatkan potensi inovasi usaha yang tumbuh di lingkungan perguruan tinggi dalam memenuhi kebutuhan pasar internasional. Keikutsertaan UKM kampus, dengan demikian, tidak hanya mencakup produk berbasis komoditas, tetapi juga penawaran yang mengandalkan pengembangan produk dan layanan.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, mengatakan kementerian memfasilitasi 25 UKM dari 20 perguruan tinggi mitra untuk mengikuti TEI ke-41. Para peserta telah melalui kurasi dari 80 UKM berpotensi ekspor. Pesertanya mencakup usaha yang dikembangkan mahasiswa, alumni, dosen, maupun UKM binaan perguruan tinggi.

Baca juga: Kemendag dan Barantin Perkuat Kesiapan Eksportir Hadapi Hambatan Nontarif

Sebelum pameran, peserta mengikuti persiapan yang meliputi pelatihan teknik ekspor, pengembangan dan desain ulang produk, serta fasilitasi penjajakan kerja sama bisnis atau business matching. Persiapan itu diarahkan agar pelaku usaha siap memperkenalkan produk sekaligus membangun komunikasi bisnis dengan calon pembeli.

“Partisipasi dalam pameran dagang internasional perlu didukung kesiapan pelaku usaha, baik dari sisi pemahaman ekspor, kualitas dan desain produk, maupun kemampuan menjalin komunikasi bisnis dengan calon buyer,” kata Puntodewi. Ia menjelaskan, Campuspreneur menyiapkan UKM agar dapat menggunakan TEI untuk memperkenalkan produk dan membangun peluang kerja sama.

Puntodewi berharap potensi transaksi dari keikutsertaan perdana itu dapat ditindaklanjuti melalui komunikasi dan negosiasi lanjutan bersama calon buyer. Harapannya, peluang yang terbuka selama pameran dapat berkembang menjadi kerja sama dagang berkelanjutan.

Salah satu penerima manfaat Campuspreneur dalam rangkaian TEI adalah Word Wise, perusahaan rintisan pembelajaran bahasa yang dikembangkan sejak 2023 di Telkom University. Perusahaan tersebut mengembangkan pembelajaran kemampuan berbicara dalam berbagai bahasa asing melalui gim interaktif.

Baca juga: Kemendag Perkuat Perjanjian Dagang untuk Amankan Pasar Ekspor

CEO Word Wise, Moses, mengatakan program Campuspreneur membantu memperluas jejaring dan membuka akses ke pasar internasional. Salah satu hasil yang ia sebut ialah LoI dengan mitra dari Belanda pada TEI ke-41. “Dari Campuspreneur, banyak sekali yang kami dapatkan, terutama dari sisi jejaring. Salah satunya kami mendapat LOI dengan pihak Belanda,” ujar Moses. Ia menyebut kerja sama itu sebagai langkah untuk mulai melihat dan mengembangkan pasar di luar Indonesia.

Campuspreneur merupakan bagian dari program “Dari Lokal untuk Global” yang diinisiasi Kemendag. Program tersebut mendorong pelaku usaha yang terhubung dengan perguruan tinggi untuk meningkatkan kapasitas bisnis serta mempersiapkan produk dan strategi memasuki pasar ekspor.

TEI ke-41 berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 dengan tema “The Ultimate Hub for Global Sourcing”. Pameran dagang tersebut menjadi platform bisnis antarpelaku usaha atau business-to-business (B2B), yang mempertemukan eksportir Indonesia dengan buyer internasional untuk memperkenalkan produk unggulan dan membuka peluang kerja sama dagang lintas negara.