Indonesia dan Kepulauan Solomon Perkuat Agenda Dagang di TEI ke-41

16/10/2026 19:39

CIANJUR.CO - Indonesia membuka peluang untuk memperluas perdagangan dan investasi dengan Kepulauan Solomon. Menteri Perdagangan RI Budi Santoso menyampaikan sejumlah langkah yang dapat ditempuh, mulai dari memperkuat hubungan antarpelaku usaha dan mendiversifikasi perdagangan hingga menjajaki dialog serta kerja sama perdagangan. Upaya tersebut diarahkan untuk menjangkau pasar potensial dan membangun hubungan ekonomi yang saling menguntungkan.

Agenda itu dibicarakan dalam pertemuan Budi dengan Menteri Perdagangan, Industri, Tenaga Kerja, dan Imigrasi Kepulauan Solomon, Harry Kuma, pada Jumat (16/10) di Kabupaten Tangerang, Banten. Berdasarkan laporan Kementerian Perdagangan RI, pertemuan berlangsung di sela Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City.

Budi menilai terdapat peluang besar untuk mengembangkan kerja sama kedua negara. Ia menyebut penguatan perdagangan, perluasan ragam produk, dan pembukaan kesempatan kemitraan bagi pelaku usaha sebagai bagian dari agenda tersebut. Dalam pernyataannya, Mendag juga menekankan bahwa hubungan yang dibangun perlu memberi manfaat bagi kedua pihak.

“Kami ingin mendorong hubungan perdagangan yang semakin kuat, beragam dan saling menguntungkan,” ujar Mendag Busan.

Perdagangan Indonesia dan Kepulauan Solomon, menurut Budi, menunjukkan perkembangan positif. Namun, ia menilai kinerja ekspor Indonesia masih perlu diperkuat dan jenis produk yang diperdagangkan perlu diperluas. Karena itu, pembicaraan tidak hanya mencakup peningkatan nilai perdagangan, tetapi juga pemanfaatan potensi pasar yang belum digarap secara optimal.

Baca juga: Kemendag dan Barantin Perkuat Kesiapan Eksportir Hadapi Hambatan Nontarif

Budi menyebut turunan kelapa sawit, kopi, gula, dan produk pangan olahan sebagai produk Indonesia yang berpeluang memperluas penetrasi di pasar Kepulauan Solomon. Ia juga menyatakan Indonesia terbuka untuk menjajaki peluang perdagangan lain yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Dengan pendekatan tersebut, penjajakan tidak terbatas pada daftar produk yang sudah diperdagangkan, tetapi turut mempertimbangkan kebutuhan pasar yang dapat menjadi ruang kerja sama.

Penguatan hubungan antarpelaku usaha menjadi jalur lain yang diusulkan untuk mendorong perdagangan dan investasi. Budi mendorong optimalisasi promosi perdagangan, penjajakan bisnis atau business matching, pertukaran delegasi bisnis, serta penyelenggaraan misi dagang. Rangkaian kegiatan itu dimaksudkan untuk mempertemukan pengusaha Indonesia dan Kepulauan Solomon secara langsung.

Pertemuan langsung tersebut diharapkan membuka peluang kemitraan baru. Dengan mempertemukan pelaku usaha, kedua negara dapat menindaklanjuti potensi bisnis yang muncul, sekaligus mendukung peningkatan perdagangan dan investasi. Usulan itu melengkapi pembahasan mengenai ragam komoditas, karena agenda kerja sama juga mencakup cara mempertemukan pihak-pihak yang dapat menjajaki peluang usaha.

Selain kegiatan antarpelaku usaha, Budi mengusulkan penjajakan dialog perdagangan antarpemerintah Indonesia dan Kepulauan Solomon setiap dua tahun sekali. Dialog tersebut diharapkan menjadi forum untuk mengidentifikasi hambatan perdagangan dan membahas peluang kerja sama. Forum itu juga dapat digunakan untuk menindaklanjuti potensi bisnis yang telah teridentifikasi melalui pertemuan para pelaku usaha.

Baca juga: Kemendag Perkuat Perjanjian Dagang untuk Amankan Pasar Ekspor

Harry Kuma mengapresiasi sambutan Indonesia terhadap delegasi bisnis Kepulauan Solomon di TEI ke-41. Ia menilai negaranya memiliki peluang untuk memperluas kerja sama dengan Indonesia, termasuk melalui pengembangan sektor-sektor potensial. Harry juga menyoroti peningkatan akses terhadap produk pangan dan perikanan sebagai bagian dari peluang kerja sama yang dapat dijajaki.

Harry menekankan pentingnya hubungan langsung antarpelaku usaha, termasuk melalui kerja sama antara kamar dagang kedua negara. Ia berharap forum bisnis dan fasilitasi pertemuan antarpengusaha dapat membuka kemitraan baru dan mendorong investasi. Menurutnya, pertemuan seperti itu juga dapat membantu pelaku usaha dari kedua negara memahami potensi pasar masing-masing.

Dalam pertemuan tersebut, Budi didampingi Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Johni Martha dan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi. Keduanya turut mendampingi Mendag dalam pembahasan dengan Harry mengenai perdagangan, investasi, dan hubungan usaha kedua negara.

Baca juga: Wamendag Jajaki Penguatan Dagang dengan Yunani, Rusia, dan Myanmar

Perdagangan dan komoditas kedua negara

Kepulauan Solomon berada di peringkat ke-126 sebagai negara tujuan ekspor nonmigas Indonesia dan peringkat ke-100 sebagai negara sumber impor nonmigas Indonesia. Pada Januari–Agustus 2026, total perdagangan kedua negara mencapai USD 43,8 juta. Angka tersebut terdiri atas ekspor Indonesia ke Kepulauan Solomon senilai USD 15,6 juta dan impor Indonesia dari negara itu sebesar USD 28,2 juta.

Untuk keseluruhan 2025, total perdagangan kedua negara tercatat USD 40,8 juta. Ekspor Indonesia pada tahun tersebut mencapai USD 26,8 juta, sedangkan impor Indonesia senilai USD 14,0 juta. Perbandingan kedua catatan itu menunjukkan susunan nilai ekspor dan impor yang berbeda: pada Januari–Agustus 2026, nilai impor lebih besar daripada ekspor, sementara pada 2025 nilai ekspor lebih besar daripada impor. Angka tersebut melengkapi pembahasan mengenai peluang memperkuat kinerja ekspor sekaligus memperluas hubungan perdagangan.

Produk utama yang diekspor Indonesia ke Kepulauan Solomon meliputi lemak dan minyak hewani atau nabati, olahan dari tepung, makanan olahan, tembakau, serta sabun dan preparat pembersih. Sementara itu, impor Indonesia dari Kepulauan Solomon mencakup bijih, kerak, dan abu logam; kakao dan cokelat; mesin dan peralatan listrik; mesin-mesin dan pesawat mekanik; serta buku dan barang cetakan. Daftar komoditas tersebut menunjukkan ragam barang yang tercatat dalam arus perdagangan kedua negara, di tengah pembicaraan tentang diversifikasi dan pemanfaatan peluang pasar.