• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
  • Kontak Kami
Blog Informasi Terkini Cianjur.Co
  • CIANJUR.CO
  • HOME
  • Berita
  • Travel
  • Kuliner
  • Sosok
  • Ekonomi
  • Budaya
  • Sejarah
  • Info Gempa
    • Gempa Realtime Indonesia
    • Gempa Indonesia 4M+
    • Gempa Dunia Realtime
No Result
View All Result
  • CIANJUR.CO
  • HOME
  • Berita
  • Travel
  • Kuliner
  • Sosok
  • Ekonomi
  • Budaya
  • Sejarah
  • Info Gempa
    • Gempa Realtime Indonesia
    • Gempa Indonesia 4M+
    • Gempa Dunia Realtime
No Result
View All Result
Blog Informasi Terkini Cianjur.Co
No Result
View All Result
Home Berita

Dinkes Kuningan Perkuat Surveilans Ispa, RSUD 45 Tambah Tempat Tidur

by
October 1, 2026
in Berita
0
Dinkes Kuningan Perkuat Surveilans Ispa, RSUD 45 Tambah Tempat Tidur

Kondisi di RSUD 45 Kuningan, Jawa Barat. ANTARA/HO-Pemkab Kuningan.

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

CIANJUR.CO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, memperkuat surveilans di fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) untuk mengantisipasi potensi kenaikan kunjungan pasien dengan keluhan infeksi saluran pernapasan akut (Ispa). Pemantauan dilakukan di tengah meningkatnya kunjungan pada sejumlah layanan di RSUD 45 Kuningan, tetapi kenaikan itu belum dapat langsung dianggap sebagai peningkatan kasus Ispa atau Influenza A.

Kepala Dinkes Kabupaten Kuningan Edi Martono mengatakan, pemantauan perkembangan Ispa dilakukan melalui sistem surveilans dan laporan dari faskes. Berdasarkan laporan ANTARA Jabar, upaya tersebut mencakup data yang dihimpun dari puskesmas dan rumah sakit di wilayah Kuningan. Informasi itu digunakan untuk melihat perkembangan kasus sekaligus menjadi dasar kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya kelompok kasus di lingkungan tertentu.

Petugas puskesmas dan rumah sakit diminta memperhatikan kemungkinan adanya klaster dengan gejala serupa, termasuk di sekolah dan pesantren. Jika kelompok kasus ditemukan, petugas perlu melakukan investigasi lapangan. Dinkes juga meminta koordinasi pelaporan diperkuat agar perkembangan yang diketahui di tingkat puskesmas maupun rumah sakit dapat disampaikan dan ditangani bersama.

Edi menekankan pentingnya membedakan data kunjungan, pasien suspek, hasil pemeriksaan laboratorium, dan kasus yang telah terkonfirmasi. Ia meminta pelaporan dari puskesmas dan rumah sakit terus dikoordinasikan supaya kategori-kategori tersebut tidak tercampur. Pemisahan data diperlukan agar angka yang dilaporkan menggambarkan status pasien secara tepat, bukan sekadar jumlah orang yang datang untuk memperoleh pelayanan.

Baca juga: KCIC Tegaskan Proses Hukum Pencurian Kabel Whoosh

“Kami minta pelaporan dari puskesmas dan rumah sakit terus dikoordinasikan supaya data kunjungan, suspek, pemeriksaan laboratorium, dan kasus yang sudah terkonfirmasi tidak tercampur,” ujar Edi.

Selain memantau perkembangan kasus, Dinkes meminta faskes memastikan kesiapan pelayanan. Ketersediaan obat, oksigen, dan tempat tidur menjadi hal yang perlu diperhatikan, terutama untuk menangani pasien dengan kondisi berat. Dengan begitu, pengawasan tidak hanya berfokus pada pencatatan laporan, tetapi juga pada kesiapan rumah sakit dan fasilitas lain dalam memenuhi kebutuhan pasien yang datang.

Edi menyebut kenaikan kunjungan pasien sekitar 30 persen belum dapat diartikan sebagai kenaikan kasus, khususnya Influenza A. Pasien datang dengan beragam penyakit dan keluhan, sehingga penyebabnya tidak dapat dipastikan hanya dari jumlah kunjungan. Penentuan jenis virus, menurut dia, memerlukan pemeriksaan laboratorium.

Baca juga: DLH Cianjur Tingkatkan Pemangkasan Pohon Rawan Tumbang

“Angka kenaikan kunjungan itu belum bisa kita sebut sebagai Influenza A, karena pasien datang dengan berbagai penyakit dan untuk memastikan jenis virusnya harus melalui pemeriksaan laboratorium,” katanya.

Kunjungan RSUD 45 meningkat selama September

Di RSUD 45 Kuningan, kenaikan kunjungan selama September 2026 tercatat pada beberapa layanan. Kunjungan rawat inap meningkat sekitar 21 persen, rawat jalan hampir 40 persen, sedangkan layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) naik hampir 60 persen. Angka tersebut menunjukkan bertambahnya pasien yang mengakses layanan rumah sakit, tetapi belum dengan sendirinya menerangkan penyebab penyakit yang dialami setiap pasien.

Kepala Bidang Pelayanan RSUD 45 Kuningan Yanuar Firdaus Sukardi menyampaikan, sampai 28 September 2026, kunjungan rawat jalan mendekati 7.000 pasien dan kunjungan IGD telah melampaui 2.000 pasien. Pada kelompok penyakit yang banyak ditangani, keluhan memang mengarah ke Ispa. Namun, penyebabnya beragam, antara lain flu biasa, radang tenggorokan, dan radang amandel.

Baca juga: Sumedang Siapkan Pelatihan dan Kurda 3 Persen bagi Orang Tua Siswa SR

Yanuar juga menyebut pasien anak cukup banyak dalam kunjungan tersebut. Dari pasien rawat inap yang telah pulang hingga sekitar 20 September, terdapat 111 kasus dengan keluhan seperti demam, batuk pilek, nyeri menelan, nyeri otot, dan pusing. Sebagian pasien dalam kelompok itu juga mengalami diare. Rincian keluhan tersebut memperlihatkan bahwa pasien datang dengan gejala yang beragam, sehingga peningkatan kunjungan perlu dibaca bersama informasi pemeriksaan dan diagnosis.

Untuk mengantisipasi kebutuhan pelayanan, RSUD 45 menambah sejumlah tempat tidur rawat inap, khususnya bagi pasien anak. Penambahan itu dilakukan dengan kapasitas keseluruhan rumah sakit sebanyak 204 tempat tidur. Rumah sakit juga berkoordinasi dengan rumah sakit penyangga di sekitar Kuningan sebagai alternatif rujukan apabila tempat tidur di RSUD 45 sudah tidak tersedia.

Koordinasi rujukan tersebut disiapkan untuk menghadapi kemungkinan kapasitas rawat inap tidak mencukupi, sementara pemantauan dan pelaporan kasus tetap berjalan. Dinkes meminta informasi dari faskes dikelola secara terkoordinasi, sedangkan RSUD 45 menyiapkan tambahan tempat tidur dan pilihan rujukan. Meski angka kunjungan di sejumlah layanan meningkat, penetapan penyebabnya tetap memerlukan pemeriksaan yang sesuai, termasuk pemeriksaan laboratorium untuk memastikan jenis virus.

Tags: Dinkes KuninganISPAKuninganRSUD 45 Kuningan
Previous Post

KCIC Tegaskan Proses Hukum Pencurian Kabel Whoosh

Next Post

Lanal Cirebon Ungkap Pengiriman 75.435 Benih Lobster di Tol Cipali

Next Post
Lanal Cirebon Ungkap Pengiriman 75.435 Benih Lobster di Tol Cipali

Lanal Cirebon Ungkap Pengiriman 75.435 Benih Lobster di Tol Cipali

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CIANJUR TERKINI

Lanal Cirebon Ungkap Pengiriman 75.435 Benih Lobster di Tol Cipali

Lanal Cirebon Ungkap Pengiriman 75.435 Benih Lobster di Tol Cipali

October 1, 2026
Dinkes Kuningan Perkuat Surveilans Ispa, RSUD 45 Tambah Tempat Tidur

Dinkes Kuningan Perkuat Surveilans Ispa, RSUD 45 Tambah Tempat Tidur

October 1, 2026
KCIC Tegaskan Proses Hukum Pencurian Kabel Whoosh

KCIC Tegaskan Proses Hukum Pencurian Kabel Whoosh

October 1, 2026
DLH Cianjur Tingkatkan Pemangkasan Pohon Rawan Tumbang

DLH Cianjur Tingkatkan Pemangkasan Pohon Rawan Tumbang

October 1, 2026

CIANJUR.CO adalah website City Directory Kota Cianjur yang merangkum informasi dari berbagai destinasi wisata, penginapan, kuliner, hiburan, area publik, hingga ke gedung pendidikan dan perkantoran. Selain itu juga mengangkat berita ringan yang ada di kota Cianjur.

KONTAK KAMI

Jl. Raya Puncak, Cugenang, Cianjur. Jawa Barat – Indonesia.
0899-862-5050
info@cianjur.co
www.cianjur.co

NAVIGASI

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
  • Kontak Kami
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
  • Kontak Kami

© 2024 Cianjur.Co

No Result
View All Result
  • CIANJUR.CO
  • HOME
  • Berita
  • Travel
  • Kuliner
  • Sosok
  • Ekonomi
  • Budaya
  • Sejarah
  • Info Gempa
    • Gempa Realtime Indonesia
    • Gempa Indonesia 4M+
    • Gempa Dunia Realtime

© 2024 Cianjur.Co

Web Developer Cianjur Web Developer Cianjur