CIANJUR.CO – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meningkatkan pemangkasan dan pemeliharaan pohon di sepanjang jalur utama menjelang musim penghujan. Kegiatan yang berlangsung selama dua pekan itu ditujukan untuk mengantisipasi pohon tumbang ke badan jalan, terutama saat hujan turun disertai angin kencang.
Berdasarkan laporan ANTARA Jabar, langkah tersebut menindaklanjuti surat Polres Cianjur mengenai pohon rawan tumbang di jalur Cianjur-Bandung, Cianjur-Puncak, dan Cianjur-Sukabumi. Pohon-pohon yang menjadi perhatian berada di sepanjang sejumlah ruas tersebut. Sebagian besar disebut berusia tua dan berukuran besar.
Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan DLH Cianjur, Lia Amalia, mengatakan pemangkasan dilakukan untuk mengurangi risiko pohon jatuh ke badan jalan akibat cuaca. Penanganan difokuskan pada pohon di kiri dan kanan jalan, sehingga kegiatan ini mencakup jalur utama yang dilaporkan memiliki pohon berisiko.
Baca juga: Sumedang Siapkan Pelatihan dan Kurda 3 Persen bagi Orang Tua Siswa SR
Musim penghujan menjadi latar penting bagi peningkatan kegiatan tersebut. Lia menyebut hujan sudah mulai turun di sebagian besar wilayah Cianjur. Dalam kondisi hujan yang disertai angin kencang, pohon rawan tumbang dapat mengancam badan jalan, sehingga DLH menindaklanjuti laporan dan permohonan penanganan sebelum risiko itu berkembang.
Pelaksanaan pemangkasan melibatkan petugas gabungan dari Kementerian PU, Dinas PUTR Provinsi Jawa Barat, Dinas Permukiman dan Perumahan (Disperkimtan) Cianjur, Satpol PP dan Damkar Cianjur, serta Polres Cianjur. Keterlibatan sejumlah instansi tersebut disampaikan Lia saat menjelaskan pihak-pihak yang bekerja dalam kegiatan penanganan pohon di jalur utama.
DLH menjadwalkan pekerjaan selama dua pekan, hingga pertengahan Oktober. Rentang waktu itu digunakan untuk memangkas dan memelihara pohon di sisi jalan sebagai upaya mengantisipasi bencana alam, termasuk pohon tumbang ketika musim penghujan tiba. Dengan jadwal tersebut, kegiatan ditingkatkan menjelang dan saat hujan mulai turun di wilayah Cianjur.
Baca juga: Sumedang Catat 52 Persen Pendaftaran Sistem Digital Perlindungan Sosial
Menurut Lia, pemangkasan dan pemeliharaan pohon sebenarnya rutin dilakukan bersama petugas gabungan. Namun, pelaksanaan kali ini ditingkatkan karena banyaknya permohonan penanganan yang diterima. Permohonan tersebut berasal dari masyarakat dan Polres Cianjur, yang meminta pemangkasan di sejumlah titik untuk mencegah pohon tumbang saat musim penghujan.
Selain permohonan dan surat dari kepolisian, peningkatan kegiatan juga berlangsung setelah empat kasus pohon tumbang terjadi di jalur utama Cianjur dalam beberapa hari terakhir. Kejadian-kejadian itu menjadi salah satu alasan kegiatan rutin ditingkatkan, bersamaan dengan masuknya musim penghujan dan adanya pohon tua berukuran besar di jalur yang dilaporkan.
Penanganan pohon tidak terbatas pada pemangkasan. Pohon tua yang rawan tumbang akan dipangkas dan dipelihara, tetapi penebangan dapat dilakukan apabila pohon sudah tidak memungkinkan ditangani dengan pemangkasan. Lia menegaskan keputusan penebangan perlu didahului koordinasi dengan Kementerian PU dan instansi terkait lainnya di pusat.
Baca juga: Pemkab Cianjur dan YGSN Serahkan 120 Becak Listrik kepada Pengemudi Lansia
“Kalau sudah tidak memungkinkan dilakukan pemangkasan, petugas gabungan akan melakukan penebangan setelah dilakukan koordinasi dengan Kementerian PU dan instansi terkait lainnya,” kata Lia. Dengan demikian, penebangan menjadi pilihan untuk kondisi yang tidak dapat ditangani melalui pemangkasan, sementara koordinasi dengan pihak terkait tetap dilakukan sebelum tindakan tersebut.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung di jalur utama Cianjur dan mencakup pohon pada kedua sisi jalan. Penanganan selama dua pekan hingga pertengahan Oktober itu menggabungkan tindak lanjut atas surat Polres, permohonan masyarakat dan kepolisian, serta peningkatan kewaspadaan setelah empat kasus pohon tumbang dilaporkan dalam beberapa hari terakhir.





