Bango Dukung S’RASA Buka Peluang Ekspor Bumbu di TEI ke-41

19/10/2026 20:03

CIANJUR.CO - Demonstrasi memasak di Paviliun S’RASA (Rasa Rempah Indonesia) pada hari terakhir Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41, Minggu (18/10), menampilkan nasi goreng sapi dan ayam goreng kecap. Kegiatan di Kabupaten Tangerang itu menggunakan Kecap Bango dan mempertemukan Chef Ragil Wibowo dengan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, serta Analis Perdagangan Ahli Utama Kementerian Perdagangan sekaligus Kurator S’RASA, Ari Satria.

Seperti diberitakan Kementerian Perdagangan RI, pertemuan tersebut tidak hanya berisi demonstrasi mengolah hidangan. Ketiganya juga membahas peran bumbu Indonesia dalam memperkenalkan cita rasa Nusantara dan membuka peluang pasar global. Sajian menjadi cara untuk memperlihatkan produk yang digunakan dalam masakan, sementara program S’RASA menghubungkan promosi kuliner dengan kesempatan pemanfaatan produk Indonesia di luar negeri.

Puntodewi mengatakan promosi melalui pengalaman kuliner dapat membantu calon mitra bisnis mengenal produk Indonesia secara lebih dekat. Menurut dia, potensi ekspor kuliner tidak terbatas pada hidangan yang disajikan, tetapi juga mencakup bumbu dan bahan pangan yang dipakai untuk membuatnya. Karena itu, kolaborasi dengan mitra seperti Bango dinilai penting untuk mengaitkan promosi dengan peluang kerja sama dan perluasan pasar.

Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional menghadirkan S’RASA selama TEI ke-41, yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Banten. S’RASA merupakan gerakan promosi kuliner Indonesia di pasar global melalui restoran Indonesia di luar negeri. Program ini mendorong kerja sama pemerintah dan dunia usaha untuk memperkuat promosi sekaligus memperluas penggunaan bumbu dan pangan Indonesia.

Baca juga: Pemerintah Percepat Penandatanganan IEU-CEPA, Target Berlaku Awal 2027

Dengan pendekatan tersebut, S’RASA berupaya menghubungkan pengenalan masakan Indonesia dengan kemungkinan penggunaan bahan dan produk nasional oleh restoran maupun pelaku industri kuliner di mancanegara. Tujuannya juga mencakup pembukaan peluang ekspor yang berkelanjutan. Bango menjadi salah satu mitra pendukung program sejak S’RASA diluncurkan pada 28 Agustus 2025.

Dalam rincian demonstrasi, Chef Ragil, Puntodewi, dan Ari Satria memasak nasi goreng sapi serta ayam popcorn dengan Kecap Bango sebagai bumbu utama. Materi kegiatan menyebut sajian hari itu sebagai nasi goreng sapi dan ayam goreng kecap, sedangkan uraian proses memasak menyebut ayam popcorn. Demonstrasi tersebut memperlihatkan penggunaan produk bumbu Indonesia dalam hidangan Nusantara yang berpotensi menjadi bagian dari menu restoran Indonesia di luar negeri.

Yohannes Hendra Setyastanto dari PT Unilever Indonesia Tbk. menyampaikan bahwa kolaborasi dengan S’RASA merupakan perayaan atas kekayaan cita rasa Indonesia sekaligus upaya memperkenalkan kuliner Nusantara kepada khalayak yang lebih luas. Ia menggambarkan kolaborasi itu sebagai pertemuan semangat, kreativitas, dan cita rasa Indonesia dalam pengalaman kuliner.

Baca juga: Lidah Buaya Gunungkidul Dikembangkan Bersama Petani, Bidik Pasar Ekspor

“Bagi kami, cita rasa yang baik tidak hanya untuk dinikmati, tetapi juga memiliki cerita yang layak dibagikan,” ujar Yohannes. Melalui kerja sama S’RASA dan Bango, pihaknya ingin ikut memperkenalkan kekayaan rasa Indonesia dan mendorong agar cita rasa tersebut semakin dikenal di pasar global. Pernyataan itu menempatkan promosi produk sebagai bagian dari upaya membawa cerita kuliner Indonesia kepada calon konsumen dan mitra di luar negeri.

Chef Ragil menekankan bahwa bumbu dan kecap berperan penting dalam membentuk karakter rasa masakan Indonesia. Ia menilai demonstrasi memasak dapat memberikan gambaran langsung tentang cara menggunakan produk Indonesia dalam menu yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan pasar. Dengan melihat proses pengolahan dan hasil masakannya, calon pengguna dapat mengenali fungsi bumbu dalam hidangan Nusantara.

Menurut Ragil, S’RASA menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan rasa Indonesia sekaligus menunjukkan bahwa bumbu Nusantara dapat digunakan secara praktis dalam menyiapkan hidangan khas Indonesia. Pendekatan itu, kata dia, dapat membantu restoran dan pelaku usaha kuliner di luar negeri mengenal produk Indonesia lebih dekat. Demonstrasi tersebut dengan demikian menghubungkan contoh penggunaan bumbu dengan peluang memasukkannya ke dalam kegiatan usaha kuliner.

Baca juga: Kemenko PMK Dorong Sistem Kesehatan Berorientasi Pencegahan

Selain promosi melalui demonstrasi, S’RASA mencatat penjajakan kerja sama komersial. Bango telah menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan Interaromat BV, importir makanan dan bumbu asal Belanda. Nilai kontrak dalam LoI itu diperkirakan sebesar USD 120 ribu per tahun. Kementerian Perdagangan menyebut capaian tersebut menunjukkan promosi melalui S’RASA berpotensi berlanjut menjadi penjajakan kerja sama untuk memperluas akses produk Indonesia ke pasar luar negeri.

Pada hari kelima aktivasi S’RASA di TEI ke-41, penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Bawang Goreng Mbrebes Mili dan I Am F&B Group juga berlangsung. Kesepakatan itu memiliki estimasi total nilai transaksi sebesar USD 5 juta. Penandatanganan tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan produsen Indonesia dengan mitra bisnis untuk memperluas peluang pemasaran produk kuliner nasional.

Kedua kesepakatan itu menunjukkan bentuk peluang usaha yang muncul bersamaan dengan promosi kuliner di paviliun: LoI Bango dengan importir Belanda, serta MoU produsen bawang goreng dengan I Am F&B Group. Keduanya memiliki nilai dan pihak yang berbeda, namun sama-sama berada dalam rangkaian aktivasi S’RASA di TEI ke-41. Program ini menggabungkan pengenalan rasa, penggunaan produk, dan pertemuan dengan mitra sebagai bagian dari promosi kuliner Indonesia.