SMA Unggul Garuda TTS Buka Akses Pendidikan Berkualitas bagi Talenta Muda

19/10/2026 14:33

CIANJUR.CO - SMA Unggul Garuda Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, mulai beroperasi pada Juli 2026. Sekolah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus membuka kesempatan bagi talenta muda dari daerah untuk mengembangkan kemampuan dan berkompetisi di tingkat global.

Berdasarkan laporan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, hal itu disampaikan Plt. Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan Kemenko PMK, Katiman, dalam Open House Serentak Sekolah Unggul Garuda Baru dan Transformasi. Kegiatan bertema “Satu Gerakan, Satu Masa Depan” tersebut berlangsung di TTS pada Sabtu (17/10/2026).

Program Sekolah Unggul Garuda dijalankan untuk menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah mendorong lahirnya generasi muda yang berprestasi, memiliki budaya riset, dan mampu bersaing di tingkat global. Katiman menekankan bahwa kesempatan memperoleh pendidikan bermutu perlu terbuka bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk siswa berpotensi yang tinggal di berbagai daerah.

Baca juga: Dashboard IKAD Didorong Jadi Acuan Pemerataan Pembangunan Daerah

“Talenta unggul dapat tumbuh dari berbagai daerah,” ujar Katiman. Ia menjelaskan, selain akses belajar, siswa membutuhkan kesempatan dan lingkungan yang mendukung potensi masing-masing. Karena itu, pengembangan sekolah tidak hanya berkaitan dengan proses belajar, tetapi juga upaya menyediakan ruang bagi kemampuan anak untuk tumbuh.

Katiman mengajak masyarakat NTT, terutama warga Kabupaten TTS, melihat keberadaan SMA Unggul Garuda sebagai kesempatan bersama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah. Menurut dia, keterlibatan pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat diperlukan agar program tersebut dapat berjalan dengan dukungan berbagai pihak.

Ia juga meminta agar anak-anak, khususnya dari NTT, dipersiapkan untuk dapat bersekolah di SMA Unggul Garuda. Harapannya, TTS dan NTT memiliki talenta terpilih yang dapat melanjutkan pendidikan tinggi dan kemudian berkiprah di tingkat dunia. Ajakan tersebut menempatkan dukungan keluarga dan masyarakat sebagai bagian dari upaya menyiapkan calon peserta didik, bersama peran sekolah dan pemerintah.

Baca juga: Pangan Nusa Expo 2026 Catat Potensi Transaksi Rp5,9 Triliun

Saat ini, SMA Unggul Garuda TTS memiliki 75 peserta didik. Mereka didukung oleh 17 guru dan lima tenaga kependidikan. Fasilitas sekolah mencakup asrama, perpustakaan, serta sarana olahraga. Sekolah juga menyediakan Pusat Persiapan Internasional dengan penerapan kurikulum Cambridge.

Institusi tersebut dirancang untuk mengembangkan kemampuan akademik dan budaya riset siswa, sekaligus menyiapkan mereka menuju universitas terbaik dunia. Dengan fasilitas dan program tersebut, sekolah diarahkan untuk mendukung proses belajar serta kesiapan melanjutkan pendidikan tinggi, sejalan dengan tujuan pemerintah memperluas kesempatan pendidikan berkualitas.

Perluasan program juga berlangsung di luar TTS. Hingga September 2026, empat Sekolah Unggul Garuda telah dibangun dan tiga di antaranya beroperasi penuh. Pada periode yang sama, 42 Sekolah Unggul Transformasi telah berjalan di berbagai wilayah. Angka-angka tersebut menunjukkan cakupan program yang mencakup sekolah baru maupun transformasi di sejumlah daerah.

Baca juga: Kemendag Dorong Profesional Indonesia Perluas Pasar Jasa

Data capaian siswa pada 2025 turut menjadi bagian dari gambaran hasil ekosistem pendidikan tersebut. Sebanyak 330 siswa diterima di 100 universitas terbaik dunia, sedangkan 1.567 siswa memperoleh Letter of Acceptance (LoA) dari berbagai universitas global. Katiman menyebut pendidikan berkualitas sebagai investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi yang kompeten, berdaya saing, dan mampu memberi kontribusi nyata bagi bangsa.

Melalui perluasan Sekolah Unggul Garuda, pemerintah menyatakan ingin memastikan lebih banyak talenta muda dari berbagai daerah, termasuk wilayah timur Indonesia, memperoleh pemerataan kesempatan untuk berkembang. Program ini juga diarahkan agar para siswa kelak dapat membawa nama Indonesia ke panggung dunia.