Pangan Nusa Expo 2026 Catat Potensi Transaksi Rp5,9 Triliun

19/10/2026 09:55

CIANJUR.CO - Kabupaten Tangerang menjadi lokasi penyelenggaraan Pangan Nusa Expo 2026 pada 14–18 Oktober. Selama lima hari, pameran pangan kemasan dan kuliner khas daerah itu mencatat potensi transaksi sebesar Rp5,9 triliun. Nilai tersebut berasal dari beberapa bentuk kegiatan, mulai dari kesepakatan kerja sama ekspansi kuliner ke luar negeri, penjajakan bisnis, hingga pembelian produk secara langsung di tempat.

Merujuk laporan Kementerian Perdagangan RI, capaian potensi transaksi tahun ini meningkat 40 kali dibandingkan potensi transaksi pada gelaran 2025. Menteri Perdagangan Busan mengatakan hasil tersebut menunjukkan kuliner lokal telah memiliki daya saing di pasar dalam negeri dan dinilai layak bersaing di pasar dunia. Ia juga menyebut inovasi serta penguatan promosi sebagai faktor yang turut mendorong lonjakan capaian.

Komponen terbesar yang dijelaskan dalam laporan adalah kesepakatan kerja sama ekspansi kuliner ke luar negeri dengan nilai transaksi Rp5,9 triliun. Kesepakatan tersebut diarahkan untuk menyasar lima negara, yaitu Belanda, India, Malaysia, Arab Saudi, dan Mesir. Dengan demikian, pameran ini memuat upaya memperluas pasar produk kuliner Indonesia di luar negeri selain mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra di dalam negeri.

Baca juga: Kemendag Dorong Profesional Indonesia Perluas Pasar Jasa

Penjajakan bisnis atau business matching juga menjadi bagian dari kegiatan yang menghasilkan potensi transaksi. Nilainya tercatat Rp46,85 miliar, melalui pertemuan antara pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pangan lokal dengan kurang lebih 50 perusahaan mitra. Mitra yang terlibat berasal dari jaringan ritel, restoran, dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Services. Pertemuan itu mempertemukan produk pangan lokal dengan perusahaan dari sejumlah sektor tersebut.

Di samping penjajakan dan kesepakatan kerja sama, pameran mencatat pembelian langsung di lokasi sebesar Rp4,06 miliar. Transaksi tersebut mencakup produk kuliner dan pangan kemasan. Angka pembelian langsung ini dilaporkan terpisah dari nilai business matching, sementara kerja sama ekspansi ke luar negeri disebut sebagai kesepakatan dengan nilai Rp5,9 triliun.

Baca juga: Mendag Budi Santoso Tekankan Peran Perwadag untuk Tingkatkan Ekspor

Mendag Busan berharap transaksi yang tercipta selama pameran dapat berkelanjutan setelah gelaran selesai. Ia juga menyampaikan harapan agar fasilitasi promosi, kerja sama bisnis, dan perluasan akses pasar yang dilakukan dalam pameran dapat semakin memperkuat daya saing UMKM pangan dan kuliner Indonesia. Pernyataan itu mengaitkan hasil transaksi dengan dukungan bagi pelaku usaha, bukan hanya capaian selama acara berlangsung.

Agenda Pangan Nusa Expo 2026 juga mencakup sejumlah kegiatan untuk memperkuat daya saing UMKM. Di antaranya peluncuran program fasilitasi 4.100 barcode dan penguatan penjenamaan melalui program “500 Brand Go Global”. Selain itu, diselenggarakan penyerahan UKM Pangan Award kepada produk pangan olahan Nusantara yang berdaya saing dan mampu berinovasi.

Baca juga: Empat Instansi Daerah Raih IPSKA Award 2026 dari Kemendag

Dalam keterangannya, Mendag Busan mendorong UMKM agar siap memenuhi kebutuhan ritel modern, memperluas akses pemasaran, serta meningkatkan daya saing. Ia menyatakan dorongan tersebut ditujukan agar produk lokal dapat menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar global. Penguatan promosi dan akses pasar menjadi bagian dari upaya yang disebut berlangsung dalam pameran.

Pangan Nusa Expo 2026 menghadirkan pangan kemasan dan kuliner khas daerah dari 33 provinsi. Pameran menyasar pasar dalam dan luar negeri melalui konsep antarpelaku usaha atau business-to-business (B2B), serta penjualan kepada konsumen atau business-to-consumer (B2C). Sepanjang penyelenggaraan, acara tersebut dihadiri 44.356 pengunjung dari dalam dan luar negeri.