Skrining TB Terintegrasi CKG Digelar untuk Percepat Penemuan Kasus

17/10/2026 13:03

CIANJUR.CO - Penelusuran kontak dan pemeriksaan kesehatan bagi kelompok berisiko menjadi fokus skrining tuberkulosis (TB) yang digabungkan dengan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di RPTRA Jaka Berseri, Pulogadung, Jakarta Timur. Kegiatan yang berlangsung Kamis (15/10/2026) itu ditujukan untuk mempercepat penemuan kasus melalui investigasi kontak atau tracing serta kolaborasi lintas sektor.

Berdasarkan laporan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas dan Ketahanan Kesehatan Kemenko PMK Nancy Dian Anggraeni meninjau pelaksanaan skrining tersebut. Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur turut terlibat dalam kegiatan yang menjadi bagian dari percepatan Program Prioritas Kerja Nasional (PKPN) Penuntasan TB.

DKI Jakarta termasuk salah satu provinsi yang menjadi prioritas pemantauan lintas kementerian dan lembaga dalam program tersebut. Karena itu, pelaksanaan skrining di Jakarta Timur tidak hanya menggabungkan pemeriksaan TB dengan layanan CKG, tetapi juga memperkuat koordinasi para pihak dalam menemukan orang yang perlu diperiksa.

Baca juga: Gula Lontar Tarunira Dorong Pendapatan Petani Karangasem di Atas Rp3 Juta

Dalam peninjauan itu, Nancy memantau pemeriksaan terhadap 100 orang. Peserta mencakup kontak serumah dan kontak erat, serta kelompok yang berisiko mengalami TB, yakni penyandang diabetes melitus, orang dengan HIV, dan lanjut usia. Pelibatan kelompok-kelompok tersebut membuat kegiatan mencakup orang yang memiliki hubungan kontak dengan kasus maupun kelompok berisiko.

Rangkaian pemeriksaan meliputi pemeriksaan fisik dan wawancara mengenai tanda serta gejala TB. Peserta juga menjalani pemeriksaan rontgen, sedangkan sampel dahak diambil dari orang yang diduga mengalami TB. Dengan alur tersebut, skrining menyediakan beberapa bentuk pemeriksaan untuk menilai peserta yang datang, sekaligus menjadi bagian dari upaya menemukan kasus lebih cepat.

Integrasi dengan CKG diharapkan memudahkan kelompok berisiko mengakses pemeriksaan. Pelaksanaan tracing dalam kegiatan yang sama juga diarahkan agar penelusuran kontak dapat menjangkau orang-orang yang perlu diperiksa. Kemenko PMK menempatkan kedua upaya itu dalam satu rangkaian untuk memperluas akses skrining dan mendukung percepatan penemuan kasus.

Baca juga: Kemenko PMK Perkuat PHBS dan Kolaborasi Cegah Zoonosis

Nancy menyampaikan bahwa investigasi kontak penting untuk mendeteksi kasus lebih dini dan mencegah penularan di lingkungan rumah tangga maupun masyarakat. “Investigasi kontak menjadi langkah penting untuk menemukan kasus secara dini sekaligus mencegah penularan di lingkungan rumah tangga dan masyarakat,” ujar Nancy. Ia juga mengingatkan bahwa keterlambatan penelusuran dapat membuat penularan terus berlangsung dan menghambat penuntasan TB.

Upaya menemukan kasus masih menghadapi tantangan. Data per 2 Oktober 2026 mencatat penemuan TB sebanyak 617.244 kasus, setara 63,5 persen dari target tahunan 972.000 kasus. Angka tersebut menunjukkan capaian penemuan kasus belum mencapai target tahunan yang ditetapkan, sehingga penguatan tracing menjadi salah satu perhatian dalam percepatan program.

Baca juga: Kemendag Perkuat Strategi Ekspor Baja ke Uni Eropa dan Inggris

Salah satu kendala investigasi kontak adalah penolakan terhadap kunjungan rumah. Kekhawatiran mengenai stigma dan diskriminasi dapat membuat warga enggan menerima kunjungan untuk penelusuran. Dalam konteks itu, integrasi tracing dengan CKG diharapkan tidak hanya memperluas akses pemeriksaan, tetapi juga meningkatkan keterlibatan masyarakat dan membantu mengurangi stigma terhadap orang yang terdampak TB.

Melalui pemantauan lintas sektor, Kemenko PMK mendorong koordinasi yang lebih kuat serta peningkatan peran kader dalam pendataan dan mobilisasi kontak. Kemenko PMK juga mendorong agar tracing TB dan CKG terintegrasi secara sistematis. Rangkaian langkah tersebut diarahkan untuk mempercepat penemuan kasus dan mendukung percepatan penuntasan TB di Indonesia.