CIANJUR.CO – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menggunakan pameran di Museum Pangeran Cakrabuana untuk mengenalkan kembali sejumlah seni tradisi yang mulai jarang ditemui masyarakat. Kesenian itu dihadirkan berdampingan dengan penyajian koleksi museum, sehingga kegiatan tidak hanya memperkenalkan benda-benda bersejarah, tetapi juga warisan pertunjukan daerah.
Berdasarkan laporan ANTARA Jabar, Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kabupaten Cirebon R Moh Al Bana menyebut penggabungan tersebut sebagai cara untuk memperluas pengenalan terhadap koleksi museum sekaligus kesenian tradisional. Ia mengatakan seni yang hampir punah di Kabupaten Cirebon turut diperkenalkan melalui kegiatan itu.
“Di samping memperkenalkan koleksi museum yang terdapat pada Museum Pangeran Cakrabuana, kita juga memperkenalkan seni-seni tradisi yang hampir punah di Kabupaten Cirebon,” kata Al Bana di Cirebon, Jumat. Pernyataan itu menegaskan dua materi utama pameran: koleksi Museum Pangeran Cakrabuana dan seni tradisi yang kini mulai jarang dijumpai.
Baca juga: Polresta Cirebon Intensifkan Patroli untuk Cegah Kekerasan Jalanan
Pameran Koleksi Museum Pangeran Cakrabuana berlangsung pada 28 September hingga 1 Oktober 2026. Dalam kegiatan tersebut, pengunjung dapat menyaksikan sejumlah kesenian tradisional, yakni sintren, gembyung, dan rudat. Al Bana menyebut pertunjukan itu sebagai bagian dari upaya mengenalkan kesenian daerah melalui kegiatan museum.
Penyelenggaraan pameran juga diarahkan untuk memperluas pemanfaatan museum. Menurut Al Bana, museum dapat menjadi tempat masyarakat memperoleh informasi mengenai sejarah dan kebudayaan daerah, bukan hanya ruang untuk melihat koleksi. Pertunjukan seni tradisi melengkapi pengalaman pengunjung dengan memperkenalkan bentuk kesenian yang tumbuh di Kabupaten Cirebon.
Ia menilai kehadiran pertunjukan membuat pengalaman berkunjung menjadi lebih beragam. Pada saat yang sama, kegiatan tersebut memberi ruang bagi masyarakat untuk mengenal kesenian daerah yang mulai jarang ditemui. Al Bana menekankan bahwa pengenalan itu perlu berlangsung secara berkelanjutan agar kesenian tetap dikenal dan dapat dipelajari oleh generasi berikutnya.
Baca juga: Disnaker Cirebon Subsidi Pelatihan Calon Pekerja ke Jepang Rp15 Juta
“Pengenalan seni tradisi perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kesenian yang mulai jarang ditemui, tetap dikenal dan memiliki ruang untuk dipelajari oleh generasi berikutnya,” ujarnya. Dengan demikian, kegiatan pameran tidak hanya berlangsung sebagai agenda memperlihatkan koleksi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga pengetahuan mengenai seni tradisi.
Museum sebagai ruang edukasi budaya
Kepala Disbudpar Kabupaten Cirebon Fajar Sutrisno mengatakan museum mempunyai fungsi penting untuk menyampaikan sejarah dan perjalanan budaya Kabupaten Cirebon kepada masyarakat. Ia menegaskan museum tidak hanya berperan menyimpan benda bersejarah, tetapi juga menjadi ruang edukasi.
“Museum bukan sekadar tempat untuk menyimpan benda-benda yang bersejarah, tetapi museum juga merupakan ruang edukasi bagi kita semua, menyimpan jejak perjalanan sejarah budaya dari Kabupaten Cirebon,” kata Fajar. Pandangan tersebut menjadi dasar bagi Disbudpar untuk mengarahkan kegiatan museum dengan pendekatan edukatif dan kreatif agar lebih mudah diterima masyarakat.
Baca juga: DPRD Jabar Minta Satgas Terpadu Karhutla Dibentuk di Daerah Terdampak
Pendekatan itu, menurut Fajar, secara khusus ditujukan agar kegiatan museum dapat diterima kalangan pelajar dan mahasiswa. Ia juga meminta generasi muda mengenal secara langsung warisan sejarah dan budaya daerah. Fajar menilai mereka memiliki peran dalam menjaga keberlangsungan seni, budaya, dan sejarah Kabupaten Cirebon.
Selain pertunjukan, penyampaian informasi tentang koleksi juga menjadi perhatian. Fajar menyebut penjelasan mengenai sejarah dan makna budaya yang melekat pada setiap benda perlu disertakan dalam penyajian museum. Dengan penjelasan tersebut, pengunjung diharapkan memperoleh pengetahuan mengenai koleksi, bukan hanya melihat peninggalan sejarah yang dipamerkan.





