Sugiono Tinjau MAN 4 Jakarta, Tekankan Akses dan Mutu Pendidikan

15/10/2026 14:29

CIANJUR.CO - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono menegaskan perluasan akses dan peningkatan kualitas pendidikan menjadi kunci untuk menyiapkan manusia Indonesia yang unggul. Ia menyampaikan bahwa upaya tersebut merupakan bagian dari transformasi bangsa yang didorong Presiden Prabowo Subianto.

Seperti diberitakan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Sugiono menyampaikan hal itu saat mengunjungi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Jakarta di Jakarta Selatan, Rabu (14/10/2026). Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari peninjauan pelaksanaan program Sekolah Unggul Garuda Transformasi (SUGT) di madrasah itu.

MAN 4 Jakarta mengikuti SUGT untuk memperkuat kualitas pembelajaran dan mengembangkan potensi peserta didik. Dalam kunjungan tersebut, Sugiono melihat pelaksanaan kegiatan belajar serta menerima penjelasan mengenai sejumlah aspek pendidikan yang berjalan di madrasah. Ia menyebut kesempatan menyaksikan langsung proses tersebut sebagai hal yang membanggakan.

“Sebuah kebanggaan bagi saya untuk bisa ada di sini menyaksikan proses tersebut dilaksanakan di MAN 4 ini,” ujar Sugiono. Kunjungan itu tidak hanya berisi peninjauan ruang belajar, tetapi juga mencakup perpustakaan dan interaksi dengan para siswa. Rangkaian agenda tersebut memberi gambaran tentang kegiatan pendidikan yang berlangsung di MAN 4 Jakarta.

Baca juga: Kemenko PMK Perkuat Sinergi untuk Tangani Kekerasan di Perguruan Tinggi

Menko PMK didampingi Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto. Mereka meninjau proses pembelajaran di kelas yang memanfaatkan Papan Interaktif Digital (PID), kemudian mengunjungi perpustakaan dan berinteraksi dengan siswa. Penggunaan PID menjadi salah satu hal yang dilihat dalam proses pembelajaran selama peninjauan.

Kepala MAN 4 Jakarta, Wido Prayoga, menjelaskan prestasi siswa dan penerapan kurikulum terpadu di madrasah tersebut. Kurikulum itu mengombinasikan kurikulum nasional dengan kurikulum khas madrasah. Wido juga memaparkan program internasional yang dijalankan MAN 4 Jakarta kepada Sugiono.

Selain penjelasan mengenai kegiatan belajar dan kurikulum, Sugiono memperoleh informasi tentang lulusan MAN 4 Jakarta yang meneruskan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi. Di antara tujuan pendidikan para lulusan tersebut terdapat sejumlah kampus terkemuka dunia. Informasi ini menjadi bagian dari paparan kepala madrasah mengenai capaian dan perkembangan peserta didik.

Sugiono juga mengapresiasi minat siswa terhadap bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika atau science, technology, engineering, and mathematics (STEM). Menurutnya, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi penting untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi perkembangan zaman sekaligus membuka ruang bagi mereka untuk berkontribusi terhadap kemajuan bangsa.

Baca juga: Kemenko PMK Matangkan Persiapan PON XXII 2028

“Sebagian besar tadi yang saya temui adalah siswa-siswi yang berkecimpung di dunia sains, teknologi, engineering, dan mathematics,” kata Sugiono. Ia menilai ketertarikan para siswa pada bidang tersebut sebagai sesuatu yang membanggakan. Sugiono kemudian menghubungkan penguasaan teknologi dengan keberhasilan dan kebesaran sebuah negara.

“Keberhasilan sebuah negara, kebesaran sebuah negara juga ditentukan dari bagaimana negara tersebut bisa menguasai teknologi,” ungkapnya. Pernyataan itu menegaskan pentingnya kemampuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dalam penyiapan generasi muda. Bagi Sugiono, bekal tersebut berkaitan dengan kesiapan menghadapi perubahan zaman dan kontribusi bagi bangsa.

Penyiapan generasi berkualitas, menurut Sugiono, merupakan bagian dari transformasi bangsa yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Upaya pemerintah mencakup perluasan akses pendidikan sekaligus memastikan masyarakat memperoleh pendidikan berkualitas. Dengan demikian, perhatian pada akses dan mutu menjadi dua bagian yang berjalan bersama dalam agenda penyiapan manusia unggul.

Baca juga: Perpres 41/2026, Airlangga Ditugaskan Perkuat Logistik Nasional

Sekolah Unggul Garuda merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat mutu pembelajaran dan mengembangkan potensi peserta didik. Program tersebut memiliki dua skema. Sekolah Garuda Transformasi diarahkan untuk meningkatkan kualitas satuan pendidikan yang telah ada, sementara Sekolah Garuda Baru dibangun dari awal dengan konsep berasrama.

Hingga saat ini, sebanyak 47 sekolah dan madrasah telah bergabung dalam skema Sekolah Unggul Garuda Transformasi. Adapun empat Sekolah Garuda Baru dikembangkan di wilayah dengan akses pendidikan terbatas, yaitu Nusa Tenggara Timur, Bangka Belitung, Sulawesi Tenggara, dan Kalimantan Utara. Jika kedua skema dihitung bersama, jumlah satuan pendidikan yang tercakup mencapai 51 sekolah dan madrasah.

Pemerintah menargetkan pembentukan 100 Sekolah Unggul Garuda pada 2029. Target itu terdiri atas 80 sekolah transformasi dan 20 sekolah baru. Pengembangan program diarahkan untuk memperluas kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas serta menyiapkan generasi muda unggul menuju Indonesia Emas 2045.