Sugiono: SNT Buka Akses Pendidikan Berkualitas bagi Anak Berprestasi

08/10/2026 20:29

CIANJUR.CO - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono menyebut Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) sebagai salah satu upaya pemerintah membangun manusia Indonesia unggul. Program tersebut juga diarahkan untuk membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak berprestasi dari berbagai daerah, termasuk mereka yang selama ini mungkin belum terjangkau.

Pernyataan itu disampaikan Sugiono saat meninjau pelaksanaan pendidikan di SNT 7 Bogor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (7/10/2026). Berdasarkan laporan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, ia melihat proses pembelajaran, laboratorium, serta karya siswa yang dihasilkan melalui Pembelajaran Mendalam dan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).

Sugiono menilai tujuan SNT tidak hanya menyediakan tempat belajar, tetapi juga memberi ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi dan talenta. Dukungan terhadap tujuan itu, menurutnya, mencakup lingkungan belajar, kurikulum, dan metode pendidikan yang disiapkan sesuai kebutuhan siswa. Ketiga unsur tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan pendidikan yang ia amati di SNT 7 Bogor.

Ia mengaitkan program tersebut dengan cita-cita Presiden Prabowo untuk memperluas pemerataan pendidikan berkualitas ke seluruh Indonesia. Dalam penjelasannya, Sugiono mengatakan sekolah itu diharapkan menjadi wadah bagi anak-anak berprestasi dari berbagai penjuru, terutama mereka yang mungkin tidak terjangkau oleh akses pendidikan berkualitas. “Cita-cita Pak Presiden pada saat meluncurkan gagasan ini adalah melakukan suatu pemerataan pendidikan berkualitas ke seluruh Indonesia,” ujar Sugiono.

Baca juga: Indonesia Perluas Kerja Sama Digital dan KEK di GDTE Hangzhou

Presiden Prabowo menginstruksikan pendirian 500 SNT di seluruh Indonesia. Target yang disampaikan adalah agar dalam tiga tahun ke depan sekolah-sekolah tersebut sudah berdiri di seluruh kabupaten dan kota. Sugiono menyampaikan bahwa arahan itu berkaitan dengan upaya memastikan siswa berpotensi dan berprestasi di berbagai pelosok tidak kehilangan kesempatan untuk mengakses sekolah berkualitas.

“Presiden Prabowo tidak ingin melihat ada satupun siswa Indonesia yang berpotensi dan berprestasi di seluruh pelosok tanah air kehilangan kesempatan untuk memperoleh akses di sekolah berkualitas,” kata Sugiono. Pernyataan tersebut menegaskan sasaran pemerataan yang mendasari pendirian SNT, yakni memperluas kesempatan belajar bagi siswa berprestasi tanpa membatasi perhatian pada satu daerah saja.

Dalam kunjungan itu, Sugiono didampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti serta Bupati Bogor Rudy Susmanto. Selain menyaksikan pembelajaran dan melihat laboratorium, ia mengamati berbagai karya siswa yang dibuat melalui kegiatan Pembelajaran Mendalam dan KKA. Rangkaian kegiatan tersebut memberinya kesempatan melihat sejumlah bentuk kegiatan belajar yang berlangsung di sekolah itu.

SNT 7 Bogor mulai beroperasi pada 10 Agustus 2026. Sekolah tersebut memiliki 80 siswa, terdiri dari 40 siswa SMP dan 40 siswa SMA, dengan proses pembelajaran yang didukung 15 tenaga pendamping. Rincian jumlah itu menggambarkan susunan siswa pada jenjang menengah pertama dan menengah atas di SNT 7 Bogor.

Baca juga: Furnitur dan Kriya Bersertifikat Siap Tampil di TEI ke-41

Pembelajaran di sekolah tersebut menerapkan pendekatan STEAMS, kependekan dari Science, Technology, Engineering, Art, Math, Sport. Pendekatan itu memadukan sains, teknologi, teknik, seni, matematika, dan olahraga. Sugiono juga berdialog secara interaktif dengan para siswa mengenai pengalaman belajar serta kegiatan yang mereka jalani, sehingga ia memperoleh gambaran dari para peserta didik tentang keseharian pendidikan di SNT.

Pada kesempatan yang sama, Sugiono menyapa dan berdialog secara daring dengan sekitar 1.300 siswa dari 16 SNT lain yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Percakapan dengan siswa di Bogor dan daerah lain itu menjadi bagian dari kunjungannya untuk melihat pelaksanaan pendidikan di sejumlah sekolah dalam program tersebut. Interaksi itu juga memperlihatkan kepada Sugiono ruang yang tersedia bagi siswa untuk mengembangkan potensi dan talenta melalui lingkungan belajar serta kurikulum yang disiapkan.

Setelah melihat kegiatan siswa, Sugiono mengatakan para murid mengembangkan potensi dan talenta masing-masing dengan menyesuaikannya pada kurikulum yang tersedia. “Saya lihat tadi para murid yang belajar di SNT ini mengembangkan semua potensi yang dimilikinya, mengembangkan semua talenta yang mereka punya,” tuturnya. Ia menilai lingkungan belajar yang baik, apabila didukung kurikulum dan metode pendidikan yang tepat, dapat membantu anak-anak berpotensi berkembang secara optimal.

Baca juga: Pemerintah Gandeng Dunia Usaha untuk Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6% pada 2027

Menurut Sugiono, perkembangan yang terlihat di SNT 7 Bogor menunjukkan bahwa cita-cita Presiden mulai terwujud. Ia menyatakan anak-anak dengan potensi besar dapat menghasilkan kemampuan yang luar biasa ketika belajar dalam lingkungan yang baik, dengan kurikulum dan cara pendidikan yang baik pula. Penilaian tersebut ia sampaikan berdasarkan pelaksanaan pendidikan yang dilihatnya di sekolah itu.

Sugiono menyebut pendidikan di SNT sebagai salah satu pengejawantahan manusia unggul yang menjadi bagian dari transformasi pendidikan. Ia berharap kualitas pendidikan yang diberikan dapat mendorong semakin banyak anak berprestasi mengikuti program tersebut. Ia juga menyamakan apa yang dilihat di SNT 7 Bogor dengan pelaksanaan SNT lain di seluruh Indonesia.

“Saya yakin anak Indonesia tidak kalah dengan anak-anak lain di dunia. mereka memiliki potensi besar dan Presiden Prabowo ingin mereka dapat meraih mimpinya,” pungkas Sugiono.