Sugiono Tinjau Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah di Bogor

08/10/2026 20:31

CIANJUR.CO - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono meninjau revitalisasi dan digitalisasi sekolah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (7/10/2026). Kunjungan kerja perdananya ke Jawa Barat tersebut dilakukan untuk melihat langsung perkembangan perbaikan fasilitas serta penggunaan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar.

Berdasarkan laporan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Sugiono juga ingin memastikan perkembangan nyata program Presiden Prabowo untuk renovasi dan revitalisasi 300.000 sekolah dan madrasah di seluruh Indonesia. Peninjauan dilakukan di SDN Cirimekar 02 dan SMAN 2 Cibinong dengan melihat kondisi sarana sekolah dan penerapan pembelajaran digital.

Sugiono menempatkan pendidikan sebagai bagian penting dari upaya membangun manusia unggul. Ia menilai pembangunan manusia menjadi pijakan bagi perubahan sebuah bangsa. “Transformasi sebuah bangsa dimulai dari manusia, dan salah satu faktor penting adalah pendidikan,” ujar Sugiono.

Dalam kunjungan tersebut, Sugiono didampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti serta Bupati Bogor Rudy Susmanto. Rombongan meninjau dua sekolah dengan rangkaian kegiatan yang mencakup pemeriksaan fasilitas hasil revitalisasi dan pengamatan pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) di ruang pembelajaran.

Meninjau fasilitas dan pembelajaran di SDN Cirimekar 02

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah SDN Cirimekar 02. Di sekolah ini, Sugiono melihat sejumlah fasilitas yang telah direvitalisasi, yaitu ruang kelas, ruang UKS, toilet, dan ruang administrasi. Peninjauan tersebut memperlihatkan beberapa bagian sarana sekolah yang menjadi sasaran perbaikan.

Baca juga: Sugiono: SNT Buka Akses Pendidikan Berkualitas bagi Anak Berprestasi

Selain melihat kondisi ruangan, Sugiono menyaksikan proses belajar mengajar yang menggunakan PID. Ia berinteraksi dengan para siswa dan memperhatikan bagaimana perangkat tersebut digunakan dalam pembelajaran. Penggunaan papan digital itu menjadi salah satu hal yang disoroti dalam kunjungan, termasuk respons positif dari siswa saat mengikuti kegiatan belajar.

Setelah melihat proses pembelajaran, Sugiono bercengkerama dengan para murid dan menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama mereka. Para siswa menyantap hidangan dengan penuh suka cita. Sugiono menanyakan rasa makanan yang disediakan, dan para siswa menjawab dengan antusias bahwa menu MBG yang mereka santap terasa nikmat.

Rangkaian kegiatan di SDN Cirimekar 02 dengan demikian meliputi pemeriksaan ruang yang telah direvitalisasi, pengamatan penggunaan PID, serta interaksi dengan siswa. Kunjungan juga mencakup pengalaman makan bersama murid, setelah Sugiono menyaksikan langsung kegiatan belajar di sekolah tersebut.

Peninjauan kemudian berlanjut ke SMAN 2 Cibinong. Di sekolah ini, Sugiono melihat ruang kelas, ruang ibadah, dan toilet yang telah direvitalisasi. Ia juga mengamati pemanfaatan PID dalam proses pembelajaran, sehingga perhatian pada fasilitas dan teknologi belajar dilakukan di kedua sekolah yang dikunjungi.

Baca juga: Indonesia Perluas Kerja Sama Digital dan KEK di GDTE Hangzhou

Kebutuhan sekolah dipenuhi secara bertahap

Dari hasil peninjauan, Sugiono menilai pelaksanaan program revitalisasi sekolah berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana serta ketentuan. Namun, ia menyampaikan bahwa program tersebut belum menjangkau seluruh kebutuhan yang dimiliki masing-masing sekolah. Artinya, meski sejumlah fasilitas telah diperbaiki, masih terdapat kebutuhan di sekolah yang belum sepenuhnya tersentuh.

“Belum menyentuh semua yang dibutuhkan oleh masing-masing sekolah, kita tahu ini merupakan upaya besar yang dilakukan oleh pemerintah dan semuanya perlu proses, semuanya perlu waktu,” ujar Sugiono. Ia menegaskan bahwa upaya pemerintah untuk memperbaiki sekolah memerlukan proses dan waktu, sehingga kebutuhan tidak seluruhnya dapat dipenuhi sekaligus.

Menurut Sugiono, pemerintah terus melakukan inventarisasi atas kebutuhan perbaikan di setiap sekolah. Pendataan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk mengetahui kebutuhan yang masih harus dipenuhi. Pemenuhan selanjutnya dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari upaya pemerintah menangani kebutuhan yang belum terjangkau program.

Dalam pertemuan di sekolah, pihak sekolah juga menyampaikan bahwa revitalisasi dan digitalisasi pembelajaran memberi manfaat bagi kegiatan belajar mengajar. Revitalisasi membantu pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana, sedangkan penggunaan PID dinilai mendukung pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik bagi siswa.

Baca juga: Furnitur dan Kriya Bersertifikat Siap Tampil di TEI ke-41

PID dinilai menambah antusiasme siswa

Sugiono menyampaikan bahwa kepala sekolah memberikan masukan mengenai manfaat papan digital yang dibagikan oleh Presiden. “Papan interaktif digital yang dibagikan oleh Presiden merupakan satu sarana belajar yang sangat bermanfaat,” kata Sugiono. Ia menambahkan bahwa perangkat tersebut turut meningkatkan antusiasme murid dan siswa untuk belajar.

Pemerintah, menurut Sugiono, terus mengupayakan agar penggunaan PID dapat diperluas. Ia berharap setiap kelas nantinya dapat memiliki satu perangkat, meskipun pencapaian itu membutuhkan waktu. “Harapannya semuanya dapat masing-masing satu kelas, tapi ya perlu waktu, tapi kita akan usahakan,” ujarnya.

Sugiono menilai PID relatif bersahabat bagi siswa karena pemanfaatannya sesuai dengan perkembangan teknologi dan keseharian peserta didik generasi Z yang banyak menggunakan gawai. Ia menyebut kedekatan atau familiarity murid dengan teknologi menjadi salah satu hal yang membuat penggunaan perangkat itu sesuai bagi mereka.

“Selain kesesuaian dengan teknologi, kemudian familiarity sama murid-murid karena mereka berasal dari generasi yang banyak menggunakan gawai,” ujar Sugiono. Ia menyebut pemanfaatan papan interaktif digital sebagai sesuatu yang sangat bersahabat bagi siswa. Pandangan tersebut disampaikan setelah ia melihat penggunaan PID dalam pembelajaran di SDN Cirimekar 02 dan SMAN 2 Cibinong.