Kemendag Targetkan 4 Juta UMKM Siap Ekspor Lewat Campuspreneur

16/10/2026 22:39

CIANJUR.CO - Kementerian Perdagangan mendorong perguruan tinggi ikut mencetak wirausaha muda yang siap memasuki perdagangan internasional. Upaya tersebut ditempuh melalui Seminar Campuspreneur bertajuk “Startconnect – Local to Global Hub: Diseminasi dan Konsultasi Pasar Ekspor” dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41, Jumat (16/10).

Seminar berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. Berdasarkan laporan Kementerian Perdagangan RI, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas basis eksportir nasional sekaligus meningkatkan kontribusi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terhadap kinerja ekspor Indonesia.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Isy Karim menyampaikan, penguatan peran UMKM merupakan agenda strategis di tengah kinerja perdagangan nasional yang masih positif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan nilai ekspor Indonesia pada Januari–Agustus 2026 mencapai USD 193,64 miliar. Angka tersebut tumbuh 4,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dalam kurun yang sama, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus USD 7,25 miliar.

Meski demikian, porsi UMKM dalam ekspor nasional saat ini masih sekitar 15–16 persen. Isy menyebut peningkatan partisipasi UMKM diperlukan untuk memperluas basis ekspor sekaligus mendorong nilai tambah produk nasional. Pemerintah menargetkan kontribusi UMKM terhadap ekspor meningkat menjadi 30 persen dalam jangka menengah, lalu mencapai 40 persen dalam jangka panjang.

Untuk mendukung sasaran tersebut, Isy menjelaskan perlunya mengembangkan sedikitnya empat juta UMKM dalam lima tahun ke depan. Usaha yang dikembangkan diharapkan mampu menjadi eksportir aktif atau pemasok bagi industri yang berorientasi ekspor. Target lima tahunan itu setara dengan sekitar 800 ribu UMKM setiap tahun, sehingga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk lingkungan perguruan tinggi.

Baca juga: Wamendag Roro Ajak Pelaku Usaha Perluas Transaksi LCT

Menurut Isy, kampus memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan wirausaha muda. Pengembangan kewirausahaan di perguruan tinggi diharapkan melahirkan generasi yang dapat menciptakan lapangan kerja dan memiliki kesiapan menjalankan usaha sebagai eksportir maupun pemasok industri berorientasi ekspor. Dengan demikian, peran kampus tidak hanya terkait pembelajaran, tetapi juga dapat terhubung dengan pengembangan pelaku usaha.

Salah satu upaya yang disampaikan Isy untuk mengejar target tersebut adalah Program Campuspreneur. Program yang diluncurkan Menteri Perdagangan itu ditujukan untuk mengoptimalkan potensi kewirausahaan di lingkungan perguruan tinggi. Rancangannya menggabungkan penguatan kapasitas kewirausahaan mahasiswa dengan pendampingan produk agar memenuhi standar pasar ekspor.

Campuspreneur juga mencakup perluasan jejaring perdagangan internasional dan fasilitasi akses permodalan bagi perusahaan rintisan. Komponen-komponen tersebut diarahkan untuk mendukung mahasiswa dan pelaku usaha dalam mengembangkan produk serta menghubungkan kegiatan bisnis dengan pasar luar negeri. Hingga saat ini, sebanyak 27 perguruan tinggi telah bergabung dalam program tersebut.

Dalam rangkaian seminar, Kementerian Perdagangan, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Universitas Presiden menandatangani Kesepakatan Bersama tentang Implementasi Tridarma Perguruan Tinggi Bidang Perdagangan. Kesepakatan itu menjadi langkah untuk memperkuat kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi dalam pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Baca juga: Pemerintah Ubah Tahapan Kewajiban Sertifikat Halal, Sejumlah Produk Mundur ke 2028

Kerja sama tersebut secara khusus diarahkan untuk mendukung pengembangan sektor perdagangan dan mendorong lahirnya wirausaha berorientasi ekspor yang berdaya saing global. Isy mengatakan Campuspreneur ingin membangun ekosistem yang menghubungkan inovasi mahasiswa dengan kebutuhan pasar global. Ia menilai sinergi pemerintah, kampus, dan dunia usaha menjadi kunci agar wirausaha muda mampu membawa produk Indonesia ke pasar internasional.

Kementerian Perdagangan berharap kolaborasi melalui Campuspreneur dapat memperluas keterlibatan wirausaha muda dalam perdagangan internasional, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan sumbangan UMKM terhadap ekspor nasional. Harapan itu sejalan dengan tujuan memperkuat peran perguruan tinggi sebagai penggerak lahirnya pelaku usaha baru yang inovatif dan kompetitif.

Perspektif narasumber dan pelaku usaha mahasiswa

Seminar tersebut menghadirkan tiga narasumber dengan latar belakang berbeda. Mereka adalah Vice President Director Japan External Trade Organization (JETRO) Indonesia Miura Yukiko, Vice President CSR and SMEPP Management PT Pertamina (Persero) Rudi Ariffianto, serta Founder FUTRA Group, praktisi ekspor, dan business connector Steven Magnus. Ketiganya berbagi perspektif mengenai penguatan kewirausahaan, dukungan untuk pelaku usaha, dan cara menghubungkan potensi bisnis dengan pasar global.

Steven menekankan bahwa pelaku usaha perlu menyiapkan bisnis sebelum mencoba menembus pasar internasional. Tahap awal yang ia paparkan meliputi pemahaman dasar ekspor, riset pasar, pemilihan produk yang berpotensi, serta persiapan operasional. Kesiapan tersebut diperlukan agar usaha dapat memenuhi kebutuhan pasar internasional.

Baca juga: UKM Campuspreneur Catat Potensi Transaksi USD 22,56 Juta di TEI ke-41

Ia mengingatkan bahwa ekspor bukan proses instan, melainkan perjalanan bisnis yang memerlukan konsistensi dan komitmen. Kepercayaan mitra, menurut Steven, perlu dibangun melalui komunikasi yang jelas, kesiapan memenuhi kebutuhan, serta pelaksanaan kerja sama sesuai kesepakatan. Ia juga menyebut pameran dagang dapat dimanfaatkan untuk memperluas jejaring dan menjajaki peluang pasar baru.

Pengalaman peserta disampaikan Randy Mustafa, mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang aktif mengembangkan usaha di bidang food ingredients. Ia mengaku memperoleh wawasan baru setelah mengikuti TEI ke-41. Randy berkesempatan menjajaki peluang bisnis dengan calon pembeli, mengirimkan sampel produk, dan memperluas jejaring dengan perusahaan dari negara-negara potensial melalui dukungan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC).

Selain membuka kesempatan untuk berjejaring, seminar itu memberinya informasi mengenai program pengembangan usaha bagi mahasiswa wirausaha. Randy mengatakan ia memperoleh informasi tentang peluang terhubung dengan buyer dan ITPC serta program yang dapat membantu mahasiswa mengembangkan usaha. Ia berharap kampus melahirkan lebih banyak wirausahawan, khususnya di bidang teknologi, agar Indonesia tidak terus bergantung pada produk komoditas.