Mendag Budi Santoso Soroti Potensi Produk Pangan Lokal di TEI ke-41
CIANJUR.CO - Menteri Perdagangan Budi Santoso mengunjungi stan-stan ekshibitor di Area Food, Beverage & Agriculture pada hari kedua Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41. Kunjungan berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (15/10). Dalam pertemuan dengan peserta, ia menanyakan perkembangan penjajakan bisnis selama pameran dan memastikan apakah mereka sudah mendapatkan buyer potensial.
Berdasarkan laporan Kementerian Perdagangan RI, para ekshibitor turut memaparkan perkembangan usaha serta peluang kerja sama yang sedang dijajaki dengan mitra dagang dari berbagai negara. Dialog itu mempertemukan pembahasan mengenai produk yang ditawarkan dengan upaya peserta mencari calon pembeli. Sejumlah stan yang dikunjungi menampilkan komoditas dan olahan pangan, termasuk kopi, kakao, teh, serta produk ikan.
Salah satu peserta yang ditemui adalah Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, bagian dari PT Perkebunan Nusantara. Bayu, perwakilan lembaga tersebut, menjelaskan bahwa fokus kegiatannya meliputi riset dan pengembangan kopi serta kakao. Cakupannya dimulai dari pengembangan tanaman dan budi daya, kemudian berlanjut pada penanganan hama dan penyakit.
Baca juga: Indonesia dan Mozambik Dorong Koneksi Dagang serta Peluang Pasar Baru
Peran lembaga itu juga mencakup pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui pengembangan produk olahan, pendampingan tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah produk. Budi Santoso merespons positif peran riset dalam meningkatkan daya saing Indonesia dan mendorong agar program pembinaan UMKM yang dijalankan lembaga itu terus dilanjutkan.
Di stan lain, Mendag berdialog dengan Samuel, perwakilan Teh Organik Bangkit Wangi. Usaha tersebut menawarkan teh organik premium yang berasal dari kebun sendiri. Samuel menilai keikutsertaan dalam TEI ke-41 dapat membantu pelaku usaha memperluas jaringan bisnis. Ia juga berharap pemerintah terus mendengarkan kebutuhan pelaku usaha dan mendorong produk lokal agar semakin dikenal di pasar domestik maupun internasional.
Perhatian Mendag berikutnya tertuju pada produk teh kering berbahan dasar bawang dayak dari Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Masurun, pemilik produk tersebut, menceritakan bahwa ia sedang menjajaki peluang bisnis dengan calon buyer dari Burkina Faso dan Senegal. Budi Santoso mengapresiasi kabar penjajakan itu dan mendoakan keberhasilan Masurun.
Baca juga: IN2MOTIONFEST x JMFW 2026 Dorong Pasar Modest Fashion Indonesia
Produk lain yang diperkenalkan dalam kunjungan tersebut berasal dari PT Boneless Food Nusantara. Satifa, pemilik perusahaan itu, menunjukkan amplang ikan tenggiri dan keripik ikan tinggi protein khas Kalimantan Timur kepada Mendag. Kedua produk tersebut menjadi bagian dari ragam pangan lokal yang dipamerkan dalam area Food, Beverage & Agriculture.
Satifa pernah berpartisipasi dalam TEI pada periode sebelumnya. Dari pengalaman itu, ia mendapat pembelajaran mengenai pentingnya sertifikasi untuk mendukung kesiapan produk pangan memasuki pasar ekspor. Ia berharap dukungan pemerintah kepada UMKM terus diperkuat, baik dalam bentuk fasilitasi sertifikasi maupun perluasan akses pemasaran.
Baca juga: Island Specialty Pangan Nusa 2026 Kenalkan Teh, Kopi, Jamu, dan Cokelat Lokal
Beragam cerita peserta yang ditemui mencakup pembinaan usaha, perluasan jaringan, penjajakan buyer, dan kebutuhan sertifikasi. Setelah berkeliling, Mendag menyatakan optimisme terhadap daya saing produk-produk Indonesia. Ia menyemangati para ekshibitor dan mengharapkan mereka memperoleh hasil terbaik dari TEI ke-41.
Dalam pernyataannya, Budi Santoso menekankan fungsi pameran sebagai pertemuan produk unggulan Indonesia dengan buyer dari berbagai negara. “TEI terus mempertemukan produk-produk unggulan Indonesia dengan buyer dari berbagai negara. Pemerintah akan terus mendorong pelaku usaha, termasuk UMKM, untuk meningkatkan kualitas, memenuhi standar dan sertifikasi, serta memanfaatkan peluang ekspor,” ujar Mendag Busan.