Island Specialty Pangan Nusa 2026 Kenalkan Teh, Kopi, Jamu, dan Cokelat Lokal

16/10/2026 07:21

CIANJUR.CO - Pengunjung Pangan Nusa Expo 2026 dapat mengenal minuman Indonesia melalui pengalaman yang melibatkan aroma, rasa, dan proses penyajian. Di area Island Specialty, wangi kopi, teh hangat, cokelat, hingga jamu menjadi pintu masuk untuk melihat ragam produk olahan lokal secara lebih dekat.

Berdasarkan laporan Kementerian Perdagangan RI, Island Specialty disiapkan sebagai area khusus agar pengunjung dapat mengenal produk minuman Indonesia secara interaktif. Area ini berada di Hall 1 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, dan dibuka selama Pangan Nusa Expo 2026 pada 14–18 Oktober 2026.

Pengalaman yang ditawarkan tidak berhenti pada mencicipi produk. Pengunjung juga dapat menyaksikan langsung proses penyeduhan dan penyajian minuman. Dengan demikian, pengenalan produk berlangsung melalui tampilan proses sekaligus pengalaman rasa, sementara pelaku usaha berkesempatan memperlihatkan karakter produknya kepada pengunjung dan calon mitra bisnis.

Empat jenama lokal mengisi Island Specialty, yakni Sila Tea, Kopi Bajawa, Suwe Ora Jamu, dan Pipiltin Cokelat. Kehadiran mereka memperlihatkan beragam jenis minuman yang ditampilkan dalam satu area, mulai dari teh dan kopi hingga olahan jamu tradisional serta cokelat. Kementerian Perdagangan menyebut keempatnya sebagai bukti kekuatan produk minuman Indonesia di pasar domestik sekaligus bagian dari potensi kuliner Nusantara untuk menembus pasar global.

Baca juga: Mendag Budi Santoso Dorong UMKM Manfaatkan AI untuk Tembus Pasar Global

Kesepakatan ekspor Sila Tea

Sila Tea, merek teh artisan asal Bogor, membawa beragam varian teh dan herbal yang dikombinasikan menjadi produk bernilai tambah. Ragam tersebut menjadi daya tarik bagi buyer internasional. Dalam penyelenggaraan Pangan Nusa Expo 2026, perusahaan itu juga berhasil merealisasikan kesepakatan ekspor.

Direktur Operasional dan Bisnis PT Sila Spices Nusantara, Redha Ardias, mengapresiasi fasilitasi Kementerian Perdagangan dalam mempromosikan teh artisan Indonesia ke mancanegara. Ia menyebut penandatanganan kesepakatan ekspor dengan buyer dari Malaysia sebagai pencapaian penting bagi perusahaan pada tahun ini. “Tahun ini menjadi momen pecah telur bagi kami,” kata Redha.

Selain kesepakatan dengan buyer Malaysia, produk teh artisan Sila Tea yang menyasar segmen kebugaran serta pasar hotel, restoran, dan kafe (horeka) turut menarik minat calon buyer dari Australia dan Timur Tengah. Keterangan tersebut menunjukkan bahwa perhatian calon pembeli tidak hanya tertuju pada satu segmen, tetapi juga mencakup produk untuk kebutuhan kebugaran dan horeka.

Baca juga: Kemendag Dorong Kopi Indonesia Perkuat Mutu untuk Tembus Pasar Global

Kopi Flores Bajawa dan produk olahan lainnya

Island Specialty juga menjadi kesempatan bagi Kopi Bajawa untuk memperkenalkan kopi khas Flores Bajawa kepada pasar yang lebih luas. Partisipasi dalam Pangan Nusa Expo 2026 merupakan pengalaman pertama bagi merek tersebut. Melalui keikutsertaan ini, Kopi Bajawa menyampaikan edukasi dan menghadirkan pengalaman rasa bagi pelanggan maupun buyer baru yang ingin mengenal karakteristik kopi Indonesia, khususnya kopi Flores Bajawa.

Pelatih Operasional Kopi Bajawa, Ita, berharap partisipasi tersebut dapat menjadi awal perluasan jangkauan produk. Ia menjelaskan bahwa kesempatan di pameran memberi ruang untuk memperkenalkan karakter kopi kepada orang-orang yang baru mengenalnya. Harapan itu sejalan dengan tujuan Island Specialty sebagai tempat bagi produk minuman lokal untuk ditampilkan langsung kepada pengunjung dan calon mitra.

Suwe Ora Jamu dan Pipiltin Cokelat melengkapi ragam produk di area tersebut. Keduanya memperkenalkan inovasi minuman olahan jamu tradisional dan cokelat asli Nusantara dengan kemasan modern yang disesuaikan dengan selera pasar masa kini. Kehadiran dua jenama itu memperluas jenis pengalaman yang tersedia, tidak hanya melalui teh dan kopi, tetapi juga lewat jamu dan cokelat.

Baca juga: Mendag Ajak Buyer dan Eksportir Perkuat Jejaring di TEI ke-41

Bagi Pipiltin Cokelat, Pangan Nusa Expo 2026 juga menjadi pengalaman pertama. Perwakilan Pemasaran Pipiltin Cokelat, Ari Pradhana, menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Perdagangan atas fasilitas yang diberikan. Menurut Ari, keikutsertaan tersebut menjadi kesempatan untuk mempelajari hal baru sekaligus bertemu langsung dengan buyer internasional. Pertemuan itu ditujukan untuk memperkuat jangkauan ekspor Pipiltin Cokelat.

Melalui beragam aktivitas dan produk, Island Specialty menghubungkan pengalaman pengunjung dengan promosi usaha. Pelaku usaha dapat memperkenalkan keunggulan produk secara langsung kepada calon konsumen maupun mitra bisnis internasional. Dalam laporan Kementerian Perdagangan RI, Pangan Nusa Expo 2026 juga menjadi ruang bagi produk minuman lokal untuk berinovasi, meningkatkan nilai tambah, dan memperluas peluang di pasar global.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan harapan agar konsep Island Specialty dapat menambah daya tarik Pangan Nusa Expo 2026, khususnya bagi pengunjung yang mencari pengalaman kuliner dengan cerita di balik produk lokal Indonesia. Penekanan pada cerita produk melengkapi penyajian minuman secara langsung, sehingga pengunjung dapat mengenal produk sekaligus proses dan latar yang menyertainya.