IN2MOTIONFEST x JMFW 2026 Dorong Pasar Modest Fashion Indonesia
CIANJUR.CO - Kementerian Perdagangan berupaya memperluas pasar modest fashion Indonesia melalui kolaborasi dengan Bank Indonesia dalam gelaran IN2MOTIONFEST x JMFW 2026. Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan pemerintah berkomitmen mendorong perkembangan industri tersebut di pasar dalam negeri maupun luar negeri. Pernyataan itu disampaikan dalam pergelaran busana pada Kamis malam, 15 Oktober, di Jakarta International Convention Center (JICC).
Seperti diberitakan Kementerian Perdagangan RI pada 16 Oktober 2026, kolaborasi ini diarahkan untuk membuka potensi sektor modest fashion Indonesia. Kemendag bersinergi dengan pemangku kepentingan agar produk lokal semakin kuat di pasar domestik sekaligus memiliki peluang lebih luas di pasar ekspor. Budi menilai besarnya pasar fesyen dalam negeri perlu dimanfaatkan dengan mengembangkan produk buatan sendiri.
“Kemendag berupaya menciptakan pasar untuk industri fesyen. Pasar fesyen domestik kita besar, maka harus kita manfaatkan dengan mengembangkan produk-produk fesyen kita sendiri,” ujar Budi. Ia menambahkan, modest fashion telah menunjukkan potensi besar sehingga pengembangannya perlu dimaksimalkan di dalam maupun luar negeri.
Kemitraan ritel dan fasilitasi ekspor
Untuk memperbesar serapan produk di Indonesia, Kemendag mendorong kemitraan antara pelaku usaha fesyen dan jaringan ritel. Upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO). Melalui skema itu, pelaku usaha memperoleh kesempatan menjajaki kerja sama bisnis atau business matching dengan ritel modern yang menjadi anggota HIPPINDO.
Penjajakan tersebut ditujukan agar produk fesyen nasional yang berdaya saing dapat masuk ke jaringan toko serba ada atau department store, serta pusat perbelanjaan. Dengan demikian, upaya membuka pasar domestik tidak hanya bertumpu pada promosi, tetapi juga menghubungkan pelaku usaha dengan saluran penjualan ritel yang telah tergabung dalam HIPPINDO.
Baca juga: Island Specialty Pangan Nusa 2026 Kenalkan Teh, Kopi, Jamu, dan Cokelat Lokal
Di sisi ekspor, Kemendag memanfaatkan jaringan 46 perwakilan perdagangan RI di luar negeri. Perwakilan tersebut akan memfasilitasi pelaku usaha Indonesia untuk mengikuti business matching secara daring dengan calon pembeli atau buyer dari negara tujuan ekspor. Budi optimistis fasilitasi ini dapat membantu mendorong kinerja ekspor produk fesyen Indonesia.
“Jika tertarik untuk ekspor, silakan langsung bergabung dan ikuti business matching. Bapak dan Ibu cukup presentasi daring, kemudian perwakilan perdagangan RI di luar negeri akan mencarikan buyer,” kata Budi. Ia juga menyampaikan bahwa produk fesyen Indonesia semakin diminati di luar negeri dan Kemendag terus mempromosikannya melalui perwakilan perdagangan.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, mengapresiasi kolaborasi Kemendag dan Bank Indonesia dalam penyelenggaraan IN2MOTIONFEST x JMFW 2026. Menurutnya, tujuan kegiatan bukan sebatas membuat modest fashion Indonesia dikenal dunia, melainkan juga mendorong konsumen global membeli produknya.
Fajarini berharap pergelaran tersebut membuka lebih banyak peluang bisnis, meningkatkan transaksi, dan membawa semakin banyak produk modest fashion Indonesia ke pasar global. Pernyataan itu menempatkan kegiatan sebagai ruang yang menghubungkan promosi dengan peluang perdagangan, sejalan dengan fasilitasi business matching yang disiapkan bagi pelaku usaha.
Baca juga: Mendag Budi Santoso Dorong UMKM Manfaatkan AI untuk Tembus Pasar Global
Pengalaman desainer dan kinerja ekspor
Salah satu desainer yang tampil adalah Fomalhaut Zamel, yang membawa jenama dengan nama yang sama. Ia mengatakan permintaan terhadap produknya berkembang setelah beberapa kali mengikuti IN2MOTION maupun JMFW. Fomalhaut berharap pemerintah terus memberikan dukungan dan bersinergi dengan para pekerja di industri fesyen.
Menurut Fomalhaut, sebelum mengikuti kedua gelaran itu, klien dan pelanggannya hanya berada di sekitar Sumatra Barat. Keikutsertaan dalam IN2MOTION dan JMFW membuatnya mengetahui bahwa peminat tenun Sumatra Barat produksinya juga berasal dari banyak daerah lain. Pengalaman tersebut memperlihatkan perubahan jangkauan pasar yang dirasakan usahanya setelah tampil dalam kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan, produk awalnya dibuat berdasarkan pesanan pribadi atau private order. Namun, partisipasi di IN2MOTION dan JMFW mendorongnya menyiapkan produk ready-to-wear. Fomalhaut mengatakan produk siap pakai itu masih terus terdistribusikan ke pasar hingga saat ini. Perkembangan tersebut menjadi alasan ia berharap dukungan dan sinergi pemerintah bagi pekerja fesyen terus berlanjut.
Data ekspor juga menunjukkan besarnya kegiatan perdagangan modest fashion Indonesia. Pada Januari hingga Agustus 2026, ekspor modest fashion ke dunia mencapai USD 5,97 miliar, tumbuh 2,89 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy). Sebelumnya, sepanjang 2025, nilai ekspornya tercatat USD 8,67 miliar, naik 3 persen dibandingkan 2024.
Baca juga: Kemendag Dorong Kopi Indonesia Perkuat Mutu untuk Tembus Pasar Global
Potensi pasar global tercermin pula dalam laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2025/26. Belanja konsumen muslim dunia untuk pakaian dan alas kaki tercatat USD 347 miliar pada 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi USD 444 miliar pada 2029. Dalam laporan yang sama, Indonesia berada di peringkat pertama dunia untuk sektor modest fashion pada 2025.
IN2MOTION yang berkolaborasi dengan JMFW 2026 berlangsung pada 14–18 Oktober 2026. Rangkaian acaranya mencakup peragaan busana, pameran yang menyasar pasar grosir dan ritel, business matching, lokakarya, forum industri, serta prediksi tren fesyen 2027–2028. Gelaran ini melibatkan 250 desainer Indonesia dan 10 desainer mancanegara.
Rangkaian kegiatan tersebut mempertemukan agenda promosi, pengembangan produk, dan penjajakan perdagangan dalam satu gelaran. Di dalam negeri, pelaku usaha didorong menjajaki jaringan ritel, sementara untuk pasar luar negeri mereka dapat mengikuti pertemuan daring yang difasilitasi perwakilan perdagangan. Gelaran berlangsung selama lima hari, dengan beragam kegiatan yang melibatkan desainer dari Indonesia dan negara lain.