Indonesia dan Mozambik Dorong Koneksi Dagang serta Peluang Pasar Baru
CIANJUR.CO - Indonesia dan Mozambik dinilai dapat menjadi koridor perdagangan penting yang menghubungkan Asia Tenggara dengan Afrika apabila konektivitas antarkedua negara semakin kuat. Peluang tersebut dapat dikembangkan melalui aliansi strategis, usaha gabungan atau joint venture, serta interaksi bisnis yang lebih erat.
Gagasan itu disampaikan Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri dalam forum bisnis bertajuk “Trading with Mozambique: PTA in Strategic Market Hub”. Kegiatan tersebut berlangsung dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (15/10). Laporan Kementerian Perdagangan RI menyebut forum ini diarahkan untuk meninjau pelaksanaan Indonesia-Mozambique Preferential Trade Agreement (IM-PTA) sekaligus membuka peluang peningkatan akses pasar bilateral.
Wamendag Roro menegaskan, perjanjian preferensi dagang itu tidak hanya berfungsi sebagai dokumen hukum. IM-PTA dirancang sebagai kerangka praktis yang berorientasi pada pertumbuhan, agar pelaku usaha kedua negara dapat berdagang lebih efisien, mengurangi hambatan perdagangan, dan membangun kemitraan yang saling menguntungkan.
“Indonesia maupun Mozambik memiliki posisi unik untuk berperan sebagai pusat perdagangan strategis di kawasan masing-masing,” ujar Roro. Menurut dia, kedua negara perlu melihat peluang tersebut dalam cakrawala yang lebih luas, bukan hanya dari hubungan dagang bilateral, tetapi juga dari posisi masing-masing sebagai pintu masuk ke pasar kawasan.
Mozambik memiliki gerbang maritim strategis, pelabuhan-pelabuhan utama, serta koridor perdagangan penting di sepanjang Samudra Hindia. Posisi itu menjadikan negara tersebut pintu masuk alami menuju Southern African Development Community (SADC) dan kawasan perdagangan bebas benua Afrika, African Continental Free Trade Area (AfCFTA), yang memiliki populasi sekitar 1,4 miliar penduduk.
Baca juga: IN2MOTIONFEST x JMFW 2026 Dorong Pasar Modest Fashion Indonesia
Di sisi lain, Indonesia merupakan ekonomi terbesar di ASEAN dengan populasi lebih dari 280 juta jiwa. Posisi Indonesia dinilai ideal sebagai titik masuk ke ASEAN Free Trade Area, yang memberi akses ke pasar regional dengan lebih dari 680 juta konsumen. Dengan konektivitas yang lebih baik, kedua negara dapat menghubungkan peluang pasar Asia Tenggara dan Afrika.
Tahun ini juga menandai 35 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Mozambik. Kemitraan kedua negara selama ini dibentuk oleh rasa saling menghormati, solidaritas, dan semangat kerja sama Selatan-Selatan. Roro menyebut momentum tersebut dapat diterjemahkan menjadi perdagangan yang lebih luas, investasi yang lebih besar, serta hubungan yang lebih bermakna.
TEI dan peluang bagi pelaku usaha
Forum bisnis dinilai berlangsung pada waktu yang tepat karena TEI diperkirakan mempertemukan lebih dari 13.200 pembeli. Jumlah tersebut mencakup lebih dari 7.000 buyer internasional dari 130 negara. Pameran ini menjadi kesempatan bagi pembeli untuk bertemu dengan produsen Indonesia yang siap ekspor dari berbagai sektor.
Roro mengundang buyer dari Mozambik untuk menjelajahi area pameran, berinteraksi langsung dengan eksportir, dan membangun kepercayaan. Ia juga mendorong para pembeli untuk menggali potensi produk Indonesia melalui pertemuan langsung dengan pelaku usaha.
Dalam kegiatan itu, Roro bersama Secretary of State for Trade Republic of Mozambique Antonio Do Rosario Grispos menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara Confederation of Business Associations of Mozambique dan Asian Trade, Tourism, and Economic Council (ATTEC). Penandatanganan tersebut difasilitasi ITPC Johannesburg. Kedua pihak menyepakati peningkatan kerja sama dalam promosi perdagangan dan berbagai inisiatif bisnis.
Baca juga: Island Specialty Pangan Nusa 2026 Kenalkan Teh, Kopi, Jamu, dan Cokelat Lokal
Forum Indonesia-Mozambik diikuti 50 peserta. Hadir pula Duta Besar Mozambik untuk RI António Rodrigues José serta Duta Besar RI untuk Mozambik dan Malawi Candra Negara. António Rodrigues José berharap hubungan baik dan nilai perdagangan kedua negara dapat meningkat. Ia mengajak pelaku usaha Indonesia dan Mozambik membangun perdagangan secara praktis dan terbuka.
Candra Negara mendorong terbentuknya ikatan yang saling menguntungkan. Ia menilai Afrika sedang berkembang dan memiliki potensi yang dapat dieksplorasi oleh pelaku usaha Indonesia, sementara Indonesia merupakan kekuatan besar di ASEAN yang stabil. Menurut Candra, forum tersebut bukan seremoni biasa, melainkan ruang interaksi ekonomi yang menguntungkan.
Sejumlah peserta juga memanfaatkan forum untuk menggali informasi pasar. Dalam sesi tanya jawab, perwakilan Tirta Ayu Spa menanyakan persyaratan untuk memasuki pasar Mozambik karena perusahaan itu berencana memperluas pasar ke negara tersebut. Pihak Mozambik menyambut baik rencana itu. Tirta Ayu Spa kemudian memperoleh lampu hijau dari importir Mozambik dan Investment and Export Promotion Agency (APIEX), termasuk tawaran menarik dalam berinvestasi.
Peserta lain, Deuxiene Ahadiningtyas, mengikuti paparan dan menjajaki buyer potensial bersama Karaya Living, bisnis yang didirikannya. Ia menyampaikan bahwa perusahaannya sedang mendalami preferensi buyer Mozambik dan menjajaki peluang ekspor. “Kami aktif mengikuti sejumlah pameran untuk memasarkan produk dan penjajakan ekspor. Forum bisnis Mozambik diharapkan dapat memberikan informasi terkait ekspor ke Mozambik dan kesempatan untuk menjajaki hubungan dengan buyer,” kata Deuxiene.
Baca juga: Mendag Budi Santoso Dorong UMKM Manfaatkan AI untuk Tembus Pasar Global
Karaya Living memproduksi peralatan dapur dan peralatan makan berbahan kayu premium. Produknya menggabungkan material alami, keahlian tradisional, dan desain kontemporer. Jenama tersebut telah menghadirkan produk di dalam negeri dan menyatakan kesiapan untuk merambah pasar mancanegara.
Perdagangan bilateral meningkat
Data perdagangan menunjukkan nilai transaksi kedua negara pada 2025 mencapai USD 162,8 juta, meningkat 57,5 persen dibandingkan 2024. Ekspor Indonesia ke Mozambik naik 52,1 persen menjadi USD 107,8 juta, sedangkan impor Indonesia dari Mozambik tercatat USD 55 juta. Angka tersebut memperlihatkan keterlibatan komersial yang berkembang di kedua arah.
Perkembangan positif berlanjut pada Januari hingga Agustus 2026. Perdagangan bilateral dalam periode itu mencapai USD 110,7 juta, tumbuh 35,79 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Ekspor Indonesia tercatat USD 88,9 juta atau meningkat 57,75 persen. Capaian tersebut dinilai menunjukkan masih besarnya potensi kemitraan yang dapat digali.
Komoditas yang diperdagangkan mencakup beragam produk. Pada 2025, ekspor utama Indonesia ke Mozambik meliputi minyak kelapa sawit beserta fraksinya, sabun, asam lemak industri dan produk turunannya, margarin, serta semen. Sementara itu, Indonesia mengimpor tembakau, batu bara, mineral industri, dan grafit alami dari Mozambik. Ragam komoditas tersebut menggambarkan hubungan dagang dengan arus produk dari kedua negara.