Mahasiswa Tel-U Minta Kampus Tegas Tangani Perundungan di Asrama
CIANJUR.CO - Indah, mahasiswa Telkom University (Tel-U), mengaku marah setelah melihat video yang memperlihatkan seorang mahasiswa dirundung oleh temannya di kamar asrama. Ia menilai peristiwa tersebut bukan hanya menyakiti korban, tetapi juga menimbulkan risiko keselamatan karena dalam kejadian itu korek api disulut hingga memunculkan semburan api.
Seperti diberitakan detikJabar, Indah menyampaikan reaksinya saat ditemui di kawasan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Minggu (11/10/2026). Ia mengatakan merasa kasihan kepada korban dan memperkirakan kejadian tersebut dapat berdampak pada kondisi mentalnya. “Marah saya lihatnya, kasian, kena mental itu pasti anaknya,” kata Indah.
Kekhawatiran Indah juga tertuju pada tindakan yang melibatkan api dan seprai di kamar asrama. Menurut dia, aksi tersebut berbahaya karena bisa berujung pada kebakaran. Ia mengingatkan bahwa dampaknya dapat lebih luas apabila api sampai menyambar atau membakar bagian lain di lingkungan asrama.
Baca juga: Dua Motor Bersenggolan di Soekarno Hatta Bandung, Dua Orang Terluka
“Gimana kalau ada yang kebakar, kebayangkan kalau terjadi kebakaran,” ujarnya. Karena itu, sebagai sesama mahasiswa Tel-U, Indah meminta pihak kampus mengambil tindakan tegas terhadap mahasiswa yang melakukan perundungan. Ia berharap penanganan kasus memberi pelajaran agar perbuatan serupa tidak terulang.
“Harus ditindak dan diberi pelajaran supaya kapok,” tegas Indah. Permintaan itu disampaikan setelah ia melihat video yang menjadi dasar kemarahannya. Bagi Indah, tindakan kampus diperlukan menyikapi perundungan yang terjadi di asrama, terlebih video tersebut memperlihatkan korban dalam situasi yang memprihatinkan.
Rekan Indah, Rena, menyampaikan desakan serupa. Ia mengatakan pelaku sebaiknya dikeluarkan dari kampus apabila terbukti sering merundung korban. Rena mengungkapkan kekesalannya saat melihat rekaman tersebut dan meminta kampus tidak membela pelaku.
Baca juga: Lima Bulan Disandera di Somalia, Fiki Mutakin Terus Berdoa Bisa Pulang
“DO saja! Kesal saya lihatnya,” ucap Rena. Ia juga menegaskan bahwa perundungan maupun peloncoan tidak dapat dibenarkan, baik dilakukan kepada teman maupun kepada adik kelas. Menurut Rena, ekspresi korban dalam video tampak ketakutan, sementara sikap pelaku dalam rekaman membuatnya semakin geram.
Rena berharap pihak kampus bersikap bijak dalam menangani persoalan itu, sekaligus mengambil langkah tegas. Ia menekankan agar kampus memberikan perhatian kepada kejadian tersebut dan tidak berpihak kepada pelaku. Sikap itu disampaikannya sebagai tanggapan atas video perundungan yang dilihatnya.
Sebelumnya, Telkom University menyatakan tengah mengusut dugaan perundungan yang terjadi di lingkungan kampus dan menjadi perhatian publik. Dalam keterangan yang dikutip detikJabar dari rilis kampus, Tel-U menyampaikan memahami keprihatinan yang muncul atas peristiwa tersebut. Pihak kampus juga menegaskan keselamatan, keamanan, dan kesejahteraan seluruh mahasiswa merupakan prioritas institusi.
Baca juga: Astanaanyar Bandung Jadi Tujuan Berburu Barang Bekas
Penanganan kasus saat ini dilakukan Direktorat Kemahasiswaan, Karier, dan Alumni bersama Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT). Tel-U menyebut proses berjalan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku di internal kampus. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah desakan Indah dan Rena agar kampus mengambil tindakan terhadap dugaan perundungan.
Dalam proses pemeriksaan, pihak kampus menyatakan akan mengedepankan perlindungan dan pendampingan bagi pihak yang terdampak. Tel-U juga menyebut identitas para pihak akan dijaga kerahasiaannya. Pemeriksaan, menurut keterangan kampus, dipastikan berlangsung secara objektif, menyeluruh, dan berkeadilan. Dengan demikian, kampus menyatakan kasus masih berada dalam proses penanganan, sementara mahasiswa yang menyaksikan video tersebut menyampaikan harapan agar langkah yang diambil tegas.