Astanaanyar Bandung Jadi Tujuan Berburu Barang Bekas

11/10/2026 19:23

CIANJUR.CO - Astanaanyar merupakan salah satu kawasan di Kota Bandung yang dikenal sebagai kawasan padat penduduk sekaligus sentra bisnis lokal. Di antara aktivitas tersebut, ada deretan lapak barang bekas yang membentang di trotoar. Tempat ini menawarkan cara berbelanja yang berbeda: pengunjung menelusuri tumpukan benda untuk mencari barang tertentu, menemukan sesuatu yang menarik, atau berburu barang yang masih dapat dimanfaatkan.

Seperti diberitakan detikJabar, trotoar di kawasan itu seolah menjadi museum terbuka. Barang yang ditawarkan berasal dari beragam jenis dan masa, sehingga pengunjung dapat menjumpai benda antik berdampingan dengan model yang lebih terkini. Lapak-lapak itu tidak hanya berisi satu kelompok barang, melainkan mempertemukan peralatan, perlengkapan rumah, elektronik, hingga aksesori.

Jajaran sound system, misalnya, mencakup model lintas zaman, dari yang antik sampai keluaran terkini. Di dekatnya terdapat tumpukan kunci perkakas yang biasa dicari montir untuk urusan mesin. Perabotan dapur dan barang elektronik juga memenuhi lapak, disertai pernak-pernik aksesori rumah yang menunggu pemilik baru.

Baca juga: Fiki Mutakin Berharap Bisa Bekerja Selama Pemulihan Luka Tembak

Barang yang dijajakan tidak berhenti pada benda-benda tersebut. Pengunjung yang jeli bisa menemukan mesin jahit tua, pompa air, timbangan, kursi roda, hingga tabung gas. Sepatu, pakaian, dan mainan anak turut meramaikan pasar tumpah itu. Keragaman isi lapak membuat pencarian tiap orang berbeda, bergantung pada barang yang dibutuhkan atau ingin dibawa pulang.

Suasana jual beli terlihat hidup. Motor terparkir tepat di depan lapak, sementara pemiliknya membungkuk dan memilah barang di antara tumpukan. Pengunjung perlu melihat-lihat barang yang tersedia untuk menemukan benda yang dicari. Bagi sebagian orang, kegiatan tersebut juga berarti menimbang kondisi serta harga sebelum memutuskan untuk membeli.

Ikhsan, pemuda berusia 26 tahun asal Buahbatu, datang dengan tujuan mencari aksesori pintu dari kuningan. Ia mengincar sepasang gagang pintu, tetapi setelah berkeliling, baru menemukan satu bagian. “Lagi cari gagang pintu yang terbuat dari kuningan, kalau lagi beruntung pasti dapat,” kata Ikhsan. Ia menjelaskan bahwa barang yang dibutuhkan harus sepasang, sehingga temuan itu belum memenuhi keperluannya.

Baca juga: Disdikpora Cianjur Sosialisasikan SLF, Sekolah Belum Ada yang Mengantongi

Dalam pencarian yang sama, Ikhsan juga menenteng lampu pijar yang kondisinya meragukan. Lampu itu diketahui mati, tetapi ia tetap membelinya untuk dicoba. “Mudah-mudahan bisa nyala,” ujarnya. Pilihannya menunjukkan bahwa berbelanja di lapak barang bekas dapat melibatkan ketidakpastian mengenai kondisi barang yang ditemukan.

Ikhsan mengatakan pembeli perlu memahami barang yang dicari sekaligus mengetahui harganya. Ia mengingatkan agar orang tidak membayar terlalu mahal, sebab barang yang dijajakan merupakan barang bekas. “Harus paham barang, paham harga, jangan sampai kemahalan,” ungkapnya. Pengetahuan tersebut menjadi bekal saat menilai temuan dan bertransaksi.

Baca juga: Polres Cianjur Gencarkan Razia, Dua Pemuda Bawa 700 Butir Obat Diamankan

Melati, 27 tahun, datang untuk mencari mainan unik yang menurutnya memiliki nilai estetika. Mainan yang dibelinya ditujukan sebagai pajangan, bukan untuk dimainkan. Ia menyebut keteguhan saat menawar sebagai hal penting di pasar loak itu. “Pokonya tawar sampai jadi. Terus juga harus tahu merk, biar untung,” ujarnya. Menurut Melati, pengetahuan tentang merek membantu pembeli memperoleh harga yang lebih baik.

Melati juga menyampaikan bahwa barang-barang yang dibeli bisa dipajang, sementara sebagian orang sengaja berburu untuk menjualnya lagi. Dengan demikian, barang di lapak Astanaanyar dicari untuk tujuan yang beragam: Ikhsan memburu gagang pintu dan mencoba lampu, sedangkan Melati memilih mainan untuk pajangan. Ada pula pembeli yang mencari barang untuk dijual kembali.