UPDATE

Mendag Budi Santoso Dorong UMKM Manfaatkan AI untuk Tembus Pasar Global

15/10/2026 23:11

CIANJUR.CO - Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mengembangkan usaha. Teknologi tersebut, menurutnya, dapat menunjang pemasaran digital, mulai dari mencari pasar potensial hingga membantu pelaku usaha berkomunikasi dengan calon pembeli.

Dalam laporan Kementerian Perdagangan RI, Budi menyampaikan dorongan itu pada forum bisnis “Go Global with AI: Unlocking New Markets with Meta Indonesia” di hari kedua Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41. Forum berlangsung pada Kamis, 15 Oktober 2026, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten.

Mendag menjelaskan, pemanfaatan AI dapat mencakup beberapa kebutuhan promosi dan pemasaran. Pelaku UMKM dapat menggunakannya untuk memahami minat konsumen, menerjemahkan deskripsi produk, membuat konten promosi, serta membantu menjawab pertanyaan calon pembeli. Dengan dukungan tersebut, produk usaha diharapkan lebih cepat menemukan konsumen.

“Pelaku usaha, termasuk UMKM, harus bisa memanfaatkan AI dengan baik karena sekarang eranya digital,” kata Budi. Ia berharap teknologi dapat digunakan untuk mendukung kegiatan usaha dan membuka peluang bagi produk UMKM menjangkau pembeli dengan lebih cepat.

Baca juga: Kemendag Dorong Kopi Indonesia Perkuat Mutu untuk Tembus Pasar Global

Fasilitasi ekspor dan program bersama Meta

Selain mendorong penggunaan teknologi, Budi menyatakan Kementerian Perdagangan terbuka mendukung pengembangan ekspor bagi pelaku usaha dari berbagai skala. Fasilitasi yang dapat dimanfaatkan antara lain kegiatan penjajakan bisnis atau business matching dengan buyer mancanegara serta kemitraan dengan ritel modern.

Menurut Budi, dukungan tersebut tersedia bagi pelaku usaha besar, menengah, maupun kecil. Ia menyebut fasilitas Kemendag sebagai salah satu cara untuk membantu usaha mengembangkan ekspor, sementara penggunaan AI dapat mendukung pelaku UMKM dalam menyiapkan pemasaran dan menjangkau pasar.

Dalam forum yang sama, perwakilan Meta Indonesia menyerahkan secara simbolis Katalog Siap Ekspansi Global kepada Mendag. Katalog itu memuat kompilasi profil pelaku UMKM dan produk unggulan yang menjadi peserta Program Gapai Pasar Global dengan AI. Di dalamnya ditampilkan UMKM yang telah menyiapkan diri memasuki pasar global melalui riset produk dan materi promosi berbasis AI.

Acara kemudian dilanjutkan dengan gelar wicara interaktif bersama para pemangku kepentingan dalam ekosistem ekspor digital Indonesia. Rangkaian kegiatan tersebut mempertemukan pembahasan mengenai pemanfaatan teknologi dengan profil usaha yang mengikuti program, sekaligus menampilkan persiapan produk dan promosi yang dilakukan peserta.

Baca juga: Mendag Ajak Buyer dan Eksportir Perkuat Jejaring di TEI ke-41

Gapai Pasar Global dengan AI merupakan program sinergi Kementerian Perdagangan, Meta Indonesia, dan UKMINDONESIA.ID. Program tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas UMKM Indonesia dan memperluas pasar hingga ke mancanegara. Sejauh ini, pelatihan dalam program itu telah diberikan kepada 200 UMKM di tiga kota, yaitu Bandung, Batam, dan Jakarta.

AI untuk efisiensi dan akses pelanggan baru

Direktur Kebijakan Publik Meta untuk Asia Tenggara, Sarim Aziz, mengatakan AI dapat membantu UMKM mengalokasikan sumber daya dengan lebih baik sehingga kegiatan usaha berlangsung lebih efisien. Ia menilai teknologi tersebut bisa digunakan untuk memahami pasar dan mendukung pengaturan sumber daya, terutama ketika dipadukan dengan solusi bisnis yang sesuai.

Sarim menyebut investasi yang relatif kecil pun dapat membuka akses kepada pelanggan baru di pasar global. Sebagai contoh, ia menyinggung Zayya, salah satu UMKM yang mendapatkan pendampingan. Menurut Sarim, usaha tersebut menghasilkan tingkat pengembalian atas biaya iklan sebesar 8.46x dari biaya iklan Rp150 ribu.

“Bagi UMKM, AI bisa mulai menjadi cara untuk bekerja lebih efisien, memahami pasar, dan mengalokasikan sumber daya dengan lebih tepat,” ujar Sarim. Pernyataannya menekankan bahwa penggunaan AI tidak hanya berkaitan dengan pembuatan materi promosi, tetapi juga dengan efisiensi kerja dan pemahaman terhadap pasar.

Baca juga: Kemendag Gandeng ASEI untuk Perkuat Perlindungan dan Daya Saing Ekspor

Salah satu pelaku usaha yang hadir dalam forum itu adalah Rika Christina, pemilik Craftote Gallery & Coffee. Ia menyampaikan bahwa AI telah mendukung usahanya, terutama dalam meningkatkan narasi promosi berbasis cerita atau storytelling. Pengalaman tersebut menjadi salah satu contoh penggunaan AI untuk memperkuat cara produk dan usaha diperkenalkan kepada konsumen.

Rika juga menyebut Craftote Gallery & Coffee telah mengikuti sejumlah program binaan Kemendag, termasuk Designers Dispatch Service (DDS) dan Export Coaching Program (ECP). Dari fasilitasi yang diterimanya, ia menilai business matching untuk pasar Eropa bermanfaat karena Eropa merupakan target pasar usahanya.

Ia berharap dukungan bagi UMKM dapat diberikan secara berkelanjutan, dari tahap awal hingga pelaku usaha mampu berdiri mandiri. “Kami ingin UMKM dapat dibantu penuh dari awal hingga akhir, sejauh UMKM ingin bertumbuh,” kata Rika. Ia juga berharap pendampingan dapat membantu UMKM mencapai ekspor berkelanjutan dan pada akhirnya mandiri.