TEI 2026 Buka Peluang Ekspor Jasa, dari Facility Management hingga Digital
CIANJUR.CO - Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 akan menghadirkan perusahaan penyedia jasa dari berbagai bidang untuk memperkenalkan kemampuan dan layanan mereka kepada pasar internasional. Pameran dagang tersebut dijadwalkan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten.
Berdasarkan laporan Kementerian Perdagangan RI pada 12 Oktober 2026, kehadiran perusahaan jasa dalam pameran ini dimaksudkan untuk membuka peluang ekspor bagi sektor jasa. Kemendag menyatakan sejumlah penyedia layanan siap berekspansi ke pasar global. Dengan mempertemukan pelaku usaha dan buyer mancanegara, TEI menjadi ruang bagi perusahaan untuk memperkenalkan layanan sekaligus menjajaki peluang kerja sama.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menyampaikan bahwa perusahaan yang akan hadir berasal dari sektor bisnis, komunikasi, transportasi, inovasi digital dan keuangan, serta pariwisata. Cakupan tersebut memperlihatkan beragam jenis jasa yang ditawarkan dalam pameran, mulai dari layanan untuk mendukung kegiatan perusahaan hingga layanan yang berkaitan dengan perjalanan dan teknologi.
Baca juga: Wamenko Dradjad Dorong Pengusaha Nasional Perluas Pasar
Puntodewi berharap TEI 2026 dapat menunjukkan daya saing jasa Indonesia melalui pertemuan dengan pelaku usaha dan pembeli dari luar negeri. “Kami harap, TEI 2026 akan semakin menunjukkan daya saing jasa Indonesia,” ujarnya. Ia juga menyebut pertemuan tersebut diharapkan meningkatkan peluang kerja sama berkelanjutan. Dengan begitu, penyedia jasa dapat memperkenalkan kemampuan mereka kepada calon mitra, sementara pembeli mancanegara berkesempatan mengenal layanan yang tersedia.
Untuk sektor jasa bisnis, peserta pameran mencakup penyedia jasa pengemasan, konsultasi manajemen, dan penempatan personel. Ada pula layanan pengujian teknis dan pendukung manufaktur, serta layanan implementasi perangkat lunak dan jasa hukum. Ragam layanan itu menjadi bagian dari penawaran perusahaan jasa bisnis yang hadir di TEI 2026.
Pada sektor komunikasi, pameran akan menghadirkan penyedia layanan kurir. Sementara itu, bidang transportasi diwakili pengelola logistik dan pergudangan, agensi transportasi, serta penyedia penanganan kargo. TEI juga menghadirkan dukungan transportasi angkutan barang langsung. Untuk sektor inovasi digital dan keuangan, akan hadir perusahaan dari bidang keuangan, sedangkan sektor pariwisata mencakup penyedia layanan hotel dan restoran.
Baca juga: Kemenko PMK Dorong KADIN Bantu Pulihkan Usaha Warga Pascabencana
Selain perusahaan penyedia jasa tersebut, aliansi Indonesia National Outsourcing Services Alliance (INASA) akan menawarkan jasa pengelolaan fasilitas atau facility management. Layanan ini mencakup aspek operasional, pemeliharaan, kebersihan, keamanan, utilitas, hingga efisiensi energi. Menurut informasi Kemendag, layanan INASA mendukung kelancaran operasional sektor industri, perdagangan, jasa, dan fasilitas publik.
Jasa pengelolaan fasilitas juga disebut berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja nasional karena pelaksanaan layanannya membutuhkan banyak tenaga kerja. Dengan cakupan layanan yang beragam, INASA turut membawa bidang facility management sebagai salah satu penawaran jasa dalam TEI 2026, berdampingan dengan perusahaan dari sektor-sektor lainnya.
Baca juga: Kemenkes: Kesehatan Jiwa Penting untuk Membangun SDM Unggul
Promosi jasa digital dalam pameran turut mencakup sektor kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI), yang akan ditampilkan oleh asosiasi Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL). Di samping kehadiran asosiasi tersebut, data Euromonitor International mencatat ekspor Indonesia di bidang computer and related services mencapai USD 1,45 miliar pada 2025. Ekspor bidang itu memiliki tren pertumbuhan 3,49 persen selama periode 2019–2025.
Puntodewi menyatakan capaian ekspor jasa menunjukkan potensi jasa Indonesia dalam memenuhi kebutuhan pasar global. Ia menyebut TEI 2026 dapat menjadi kesempatan untuk semakin mendorong ekspor jasa Indonesia ke berbagai negara mitra. Kehadiran penyedia dari sektor bisnis, komunikasi, transportasi, digital dan keuangan, serta pariwisata menjadi bagian dari upaya memperkenalkan ragam layanan tersebut dalam pameran.