UPDATE

Empat Instansi Daerah Raih IPSKA Award 2026 dari Kemendag

18/10/2026 22:01

CIANJUR.CO - Empat instansi daerah meraih peringkat pertama dalam kategori berbeda pada IPSKA Award 2026. Penghargaan dari Kementerian Perdagangan itu diberikan kepada Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal (IPSKA) sebagai apresiasi atas kinerja, kualitas pelayanan, kepatuhan terhadap ketentuan Rules of Origin (RoO), serta inovasi dan kreativitas sepanjang 2025.

Berdasarkan laporan Kementerian Perdagangan RI, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyerahkan penghargaan secara langsung pada Minggu (18/10). Penyerahan berlangsung dalam rangkaian penutupan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. TEI ke-41 telah berlangsung sejak 14 Oktober 2026.

Penghargaan tersebut menilai beberapa sisi kerja IPSKA, bukan hanya kinerja penerbitan dokumen. Aspek pelayanan, pemenuhan ketentuan asal barang atau RoO, serta kemampuan menghadirkan inovasi dan kreativitas juga masuk dalam penilaian. Evaluasi itu menjadikan IPSKA Award sebagai bentuk apresiasi terhadap pengelolaan penerbitan dokumen ekspor di daerah.

Budi Santoso mengatakan komitmen instansi penerbit Surat Keterangan Asal (SKA) dalam meningkatkan pelayanan publik perlu terus didukung. Ia menilai layanan yang cepat, tepat, dan akuntabel penting untuk memudahkan eksportir. Mutu layanan tersebut, menurutnya, juga berkaitan dengan upaya memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global.

Baca juga: Talasi Bawa Produk Hasil Bumi Indonesia Menatap Pasar Dunia

“Pelayanan yang cepat, tepat, dan akuntabel sangat penting untuk memberikan kemudahan bagi eksportir serta memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global,” ujar Budi. Ia mendorong seluruh IPSKA terus berinovasi, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memberikan kemudahan bagi eksportir. Dorongan itu disampaikan seiring penghargaan yang mencakup kinerja, pelayanan, kepatuhan, dan inovasi.

Mendag berharap penyelenggaraan IPSKA Award 2026 dapat memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif. Ia juga menyebut penghargaan tersebut sebagai standar tata kelola dokumen ekspor Indonesia yang berkualitas. Penilaian terhadap kinerja, pelayanan, kepatuhan RoO, serta inovasi menjadi bagian dari upaya membangun standar tersebut.

Direktur Fasilitasi Ekspor dan Impor Kemendag, Bayu Wicaksono Putro, menjelaskan peran layanan IPSKA dalam penerbitan SKA bagi eksportir. Pelayanan tersebut turut mendukung penguatan daya saing ketika pelaku ekspor memperluas akses pasar ke negara mitra tujuan ekspor. Dengan demikian, proses penerbitan dokumen menjadi bagian dari dukungan terhadap aktivitas ekspor.

Bayu menyatakan penerbitan SKA yang cepat, tepat, dan sesuai ketentuan dapat membantu eksportir memanfaatkan fasilitas tarif preferensi. Fasilitas tersebut tersedia melalui berbagai skema perjanjian perdagangan internasional. “Proses penerbitan SKA yang cepat, tepat, dan sesuai ketentuan akan mendukung eksportir memanfaatkan fasilitas tarif preferensi,” kata Bayu. Ia menambahkan, proses itu juga mendorong peningkatan ekspor nasional.

Baca juga: TEI ke-41 Catat Potensi Transaksi USD 22,94 Miliar

Pada kategori Kinerja Penerbitan SKA Terbaik, peringkat pertama diraih Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi DKI Jakarta. Sementara itu, untuk kategori Pelayanan Terbaik, peringkat pertama diberikan kepada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Riau. Kedua kategori tersebut menempatkan kinerja penerbitan dan mutu layanan sebagai fokus penilaian tersendiri.

Dua kategori lainnya mencakup kepatuhan terhadap ketentuan asal barang serta inovasi. Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan memperoleh peringkat pertama dalam kategori Kepatuhan Pemenuhan RoO Terbaik. Adapun peringkat pertama kategori Inovasi dan Kreativitas Terbaik diberikan kepada Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Ahmad Bagiawan, menyampaikan penghargaan itu menjadi motivasi untuk mempertahankan pelayanan prima. Ia menyebut kemudahan bagi pelaku usaha ekspor di Kalimantan Selatan sebagai hal yang ingin terus didukung melalui pengurusan SKA. Ahmad berharap proses tersebut dapat berlangsung lebih mudah, cepat, dan andal.

Baca juga: Ruma Papua Kenalkan 12 Varian Kombucha, Raih UKM Pangan Award 2026

Ahmad juga menekankan bahwa pengurusan SKA bagi pelaku usaha di Kalimantan Selatan diharapkan tidak perlu dilakukan di luar daerah. “Penghargaan ini sekaligus menjadi motivasi untuk memberikan kemudahan bagi pelaku usaha ekspor di Kalimantan Selatan,” ujarnya. Pernyataan itu mengaitkan penghargaan yang diterima dengan dorongan untuk menjaga kemudahan layanan bagi eksportir setempat.

Apresiasi serupa disampaikan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Riau, Taufiq Oesman Hamid. Ia menyatakan IPSKA Award 2026 menjadi motivasi bagi instansinya untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan. Taufiq juga mengaitkan upaya tersebut dengan dorongan terhadap ekspor yang berdampak positif bagi perekonomian daerah dan nasional.

Taufiq menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada instansinya. Ia menyebut penghargaan itu menjadi penyemangat karena kerja keras selama hampir tiga tahun terakhir mendapat pengakuan. Dengan penghargaan pada kategori Pelayanan Terbaik, instansi yang dipimpinnya memperoleh apresiasi atas kualitas layanan, sementara Taufiq menegaskan pentingnya melanjutkan peningkatan kinerja dan dukungan terhadap ekspor.