Mendag Budi Santoso Tekankan Peran Perwadag untuk Tingkatkan Ekspor

19/10/2026 09:15

CIANJUR.CO - Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong perwakilan perdagangan Republik Indonesia (perwadag RI) memaksimalkan perannya dalam memperkuat kinerja ekspor nasional. Arahan itu disampaikan dalam pertemuan dengan 46 perwadag pada hari terakhir Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41, Minggu, 18 Oktober 2026, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten.

Berdasarkan laporan Kementerian Perdagangan RI, pertemuan tersebut membahas bagaimana tugas perwadag dapat berkontribusi langsung terhadap peningkatan ekspor. Mendag Busan menegaskan, kegiatan para perwakilan perlu memiliki hasil yang nyata dan terukur. Dengan arahan itu, upaya perwadag tidak berhenti pada pelaksanaan promosi, tetapi juga diarahkan untuk mendukung perluasan pasar dan peluang transaksi.

Perwadag RI yang dimaksud terdiri atas atase perdagangan (atdag) RI dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC), konsul perdagangan, Duta Besar RI untuk Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO), serta Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI). Masing-masing menjadi bagian dari jaringan perwakilan yang dapat membantu mempertemukan eksportir Indonesia dengan pasar dan calon mitra di luar negeri.

Dalam menjalankan peran tersebut, perwadag diharapkan membantu memperluas akses pasar, mendukung eksportir menjaring buyer potensial, serta meningkatkan efektivitas penjajakan bisnis atau business matching. Langkah-langkah itu saling berkaitan: perluasan pasar membuka ruang bagi produk Indonesia, sementara penghubungan eksportir dengan pembeli membantu penjajakan bisnis berlangsung lebih terarah.

Baca juga: Empat Instansi Daerah Raih IPSKA Award 2026 dari Kemendag

“Kami berharap seluruh atdag RI dan ITPC terus berfokus pada peningkatan ekspor,” ujar Mendag Busan. Ia mengingatkan bahwa kondisi pasar tidak seragam karena setiap negara memiliki karakteristik berbeda. Oleh sebab itu, strategi dan pendekatan yang dipakai untuk membuka peluang ekspor perlu disesuaikan dengan pasar yang dituju, bukan diterapkan dengan cara yang sama di setiap negara.

Penguatan kinerja ekspor itu, menurut Mendag, sejalan dengan tiga program utama Kementerian Perdagangan: Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, serta Dari Lokal untuk Global. Ketiga program tersebut berkaitan dalam memperkuat akses pasar dan mendukung agenda pembangunan nasional. Dalam konteks arahan kepada perwadag, perluasan pasar ekspor menjadi salah satu bagian dari program kementerian yang memerlukan dukungan kerja perwakilan.

Mendag Busan juga menyatakan ketiga program utama Kemendag selaras dengan Asta Cita Presiden. Ia menjelaskan bahwa program kementerian disusun berdasarkan prioritas pembangunan pemerintah, sehingga pelaksanaannya diharapkan memberi kontribusi nyata terhadap agenda pembangunan nasional. Keterkaitan tersebut menempatkan upaya peningkatan ekspor dalam kerangka prioritas pembangunan yang disebutkan dalam arahan itu.

Baca juga: Talasi Bawa Produk Hasil Bumi Indonesia Menatap Pasar Dunia

Untuk memperkuat kerja promosi perdagangan, atdag RI dan ITPC didorong lebih kreatif serta inovatif dalam menyusun strategi. Mendag mengarahkan mereka mengoptimalkan sumber daya, menggunakan berbagai alternatif promosi, dan melakukan penjajakan bisnis. Ia berharap kombinasi upaya tersebut dapat memperluas jangkauan pasar sekaligus membuka lebih banyak peluang transaksi ekspor.

Dalam pertemuan yang sama, Mendag menyampaikan apresiasi kepada perwakilan perdagangan RI di luar negeri atas kontribusi mereka dalam mendukung penyelenggaraan TEI ke-41. Penghargaan juga ditujukan kepada Perwakilan RI serta kementerian dan lembaga terkait. Mereka dinilai mendukung promosi produk Indonesia dan upaya mendatangkan pembeli potensial ke pameran tersebut.

Mendag Busan menyebut sinergi berbagai pihak sebagai faktor penting dalam memperkuat diplomasi perdagangan dan memperluas jangkauan produk Indonesia di pasar global. Ia mengapresiasi kerja bersama perwakilan perdagangan RI di luar negeri, Perwakilan RI, kementerian dan lembaga terkait, serta panitia yang menyiapkan eksportir dan produk unggulan mereka.

Baca juga: TEI ke-41 Catat Potensi Transaksi USD 22,94 Miliar

“TEI berhasil karena kerja keras semua pihak,” tutur Mendag Busan. Menurutnya, dukungan bersama tersebut memungkinkan buyer hadir dan berbagai kesepakatan dagang terwujud. Pernyataan itu menghubungkan kontribusi para perwakilan dengan hasil pameran, mulai dari promosi produk hingga upaya mempertemukan eksportir dengan pembeli mancanegara.

Salah satu capaian yang disebutkan adalah penandatanganan 168 nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) pada hari pertama TEI ke-41, Rabu, 14 Oktober 2026. Nilai transaksi yang tercatat mencapai USD 13,2 miliar. Upaya Perwakilan RI dan perwadag RI dalam menghubungkan eksportir Indonesia dengan buyer mancanegara turut mendukung tercapainya 168 MoU tersebut.

Capaian itu mencerminkan besarnya peluang perdagangan yang dapat dioptimalkan melalui penguatan jejaring bisnis antara eksportir nasional dan mitra dagang internasional. Dalam rangkaian arahan Mendag, hasil hari pertama tersebut juga menunjukkan hubungan antara penghubungan pelaku usaha, penjajakan bisnis, dan kesepakatan dagang. Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti turut mendampingi Mendag Busan dalam pertemuan, bersama jajaran pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama Kemendag.