Pabrik HSG Material di KEK Kendal Diresmikan, Investasi Rp710 Miliar
CIANJUR.CO - Operasionalisasi pabrik PT HSG Material Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal diresmikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Investasi senilai Rp710 miliar itu diperkirakan menyerap hingga 400 tenaga kerja. Fasilitas tersebut memproduksi material konstruksi, mulai dari tiang pancang prefabrikasi hingga beton pracetak.
Seperti diberitakan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, peresmian berlangsung dalam rangkaian acara di Kota Semarang. Pemerintah mengembangkan kawasan ekonomi khusus sebagai instrumen untuk menarik investasi, meningkatkan kapasitas manufaktur, menciptakan lapangan kerja, dan memperluas akses pasar ekspor. KEK Kendal menjadi salah satu bentuk pengembangan kawasan industri yang berangkat dari kerja sama bilateral.
Airlangga mengatakan pengembangan KEK Kendal dan masuknya investasi baru diharapkan memperkuat ekosistem industri Jawa Tengah. Ia menyebut peningkatan kapasitas produksi, penciptaan lapangan kerja, diversifikasi kegiatan manufaktur, dan perluasan pasar sebagai bagian dari penguatan tersebut. Operasional pabrik HSG Material menjadi salah satu realisasi investasi yang diharapkan menambah kapasitas produksi material konstruksi, menyerap tenaga kerja, serta membuka peluang perluasan pasar.
Pengembangan kawasan yang kini berstatus KEK bermula dari Kawasan Industri Kendal (KIK), yang merupakan bagian dari upaya memperkuat kerja sama ekonomi Indonesia dan Singapura. KIK diresmikan pada 14 November 2016 oleh kedua kepala pemerintahan. Airlangga turut hadir saat peresmian itu. Kawasan tersebut kemudian dikembangkan sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri dengan dukungan infrastruktur, kemudahan investasi, dan pengembangan sumber daya manusia.
Baca juga: Kemenko PMK Dorong Keadilan Iklim dan GEDSI dalam Penanggulangan Bencana di Aceh
Seiring perkembangannya, KIK memperoleh status sebagai KEK Kendal melalui Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 2019 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Kendal. Status itu memperkuat peran kawasan sebagai instrumen pemerintah untuk menarik investasi dan meningkatkan aktivitas industri. Dukungan fasilitas serta kemudahan sesuai ketentuan KEK juga diarahkan untuk menciptakan lapangan kerja dan mendorong ekspor. Pengembangan kawasan ini terus membuka peluang masuknya investasi baru serta perluasan kegiatan manufaktur di Jawa Tengah.
KEK Kendal dikembangkan sebagai kawasan industri terpadu yang menjadi tujuan investasi berbagai sektor manufaktur. Di dalam pabrik PT HSG Material Indonesia, fasilitas produksinya mencakup tiang pancang pipa prefabrikasi, tiang pancang persegi prefabrikasi, dan beton pracetak. Berdasarkan perencanaan awal perusahaan, fasilitas tersebut ditargetkan mempunyai kapasitas penjualan tahunan sebesar 3 juta meter tiang pancang beton prefabrikasi serta 150 ribu meter persegi beton siap pakai.
Kapasitas penjualan yang direncanakan itu diharapkan mendukung kebutuhan pembangunan infrastruktur, kawasan industri, dan berbagai proyek konstruksi di Indonesia. Pemerintah juga mengharapkan fasilitas tersebut mendorong peningkatan ekspor. Dengan demikian, operasionalisasi pabrik menghubungkan penambahan kapasitas produksi di KEK Kendal dengan kebutuhan material konstruksi dalam negeri dan peluang perluasan pasar.
Baca juga: Kemenko PMK Dorong Keluarga Inklusif untuk Penuhi Hak Lansia dan Disabilitas
HSG Material Indonesia merupakan bagian dari Fujian Hongsheng Material Technology. Kehadiran perusahaan di KEK Kendal disebut menjadi momentum baru bagi semakin eratnya kemitraan strategis Indonesia dan Tiongkok. Investasi tersebut sejalan dengan inisiatif Two Countries, Twin Parks (TCTP), yakni kerja sama pengembangan kawasan industri kembar antara Indonesia dan Tiongkok.
Inisiatif TCTP diarahkan untuk mendorong realisasi proyek investasi, transfer teknologi, dan integrasi rantai pasok. Melalui kolaborasi tersebut, pengembangan industri diharapkan tidak hanya menambah kapasitas produksi, tetapi juga memperkuat keterhubungan pelaku usaha dan rantai pasok antara kedua pihak. Hubungan itu menjadi salah satu bagian dari kerja sama yang menyertai investasi perusahaan di kawasan Kendal.
Dari sisi pasar, fasilitas material konstruksi di Indonesia berpotensi memenuhi kebutuhan domestik sekaligus menjangkau pasar regional, khususnya Asia Tenggara. Pasar material konstruksi di kawasan tersebut tercatat mencapai USD682 juta pada 2025. Dengan dukungan kapasitas produksi, akses pasar, dan konektivitas industri, pengembangan manufaktur di KEK Kendal berpeluang memperkuat daya saing produk Indonesia serta meningkatkan potensi perolehan devisa ekspor.
Baca juga: Kemenkes: 9 dari 10 Orang dengan Depresi Belum Terjangkau Layanan
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menegaskan pemerintah terus mendorong iklim investasi yang kondusif. Ia menyampaikan bahwa komitmen investasi diharapkan dapat diwujudkan menjadi kegiatan usaha produktif, sehingga memperkuat struktur industri nasional dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan terkait peresmian pabrik.
Dalam seremoni penandatanganan prasasti peresmian PT HSG Material Indonesia, hadir Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ali Murtopo Simbolon. Turut hadir Tim Ahli Menko Bidang Investasi dan Peningkatan Ekspor Boo Hyung Lee serta Asisten Deputi Fasilitasi Perdagangan dan Pengembangan Ekspor Kemenko Perekonomian Ekko Harjanto.
Daftar undangan yang hadir juga mencakup Plt. Presiden Direktur PT KIK/BUPP KEK Kendal Triwidio Pramono, Direktur PT KIK/BUPP KEK Kendal Juliani Kusumaningrum, dan Direktur Jababeka Hyanto Wihadhi. Dari PT HSG Material Indonesia, hadir Chairman He Baoping dan Direktur Amanda He.