UPDATE

MotoGP 2026 Cetak Rekor 157.875 Penonton, Mandalika Dorong Investasi

13/10/2026 21:19

CIANJUR.CO - Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 menarik 157.875 penonton selama penyelenggaraan pada 9–11 Oktober 2026. Jumlah itu mencatat rekor dan meningkat sekitar 12,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut menjadi momentum untuk memperkuat daya tarik Mandalika sebagai destinasi sport tourism serta membuka peluang perluasan aktivitas ekonomi dan investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Berdasarkan laporan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, kunjungan dalam ajang internasional seperti MotoGP dapat mendorong aktivitas yang melampaui penyelenggaraan balapan. Wisatawan yang datang membuka peluang bagi usaha akomodasi, kuliner, transportasi, ekonomi kreatif, dan berbagai layanan pendukung pariwisata. Karena itu, rekor penonton dipandang sebagai modal penting bagi pengembangan kawasan, bukan hanya catatan jumlah pengunjung selama tiga hari pelaksanaan.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, yang juga menjabat Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK, menekankan fungsi ekonomi dari penyelenggaraan tersebut. “Ini tidak hanya sekadar event olahraga biasa. Justru ini adalah instrumen strategis kita untuk mendorong perekonomian,” ujar Sesmenko Susiwijono. Ia berharap, di tengah raungan mesin MotoGP, mesin ekonomi Indonesia juga dapat bergerak.

Pandangan tersebut menempatkan MotoGP sebagai sarana untuk menggerakkan kegiatan ekonomi kawasan melalui daya tarik yang telah terbentuk. KEK Mandalika berpeluang memperluas pasar pariwisata, meningkatkan aktivitas para pelaku usaha, serta menarik investasi baru pada sektor yang mendukung pertumbuhan destinasi. Dengan demikian, rekor pengunjung berkaitan dengan peluang pengembangan kawasan dan usaha yang tumbuh di sekitar kegiatan pariwisata.

Baca juga: Kemendag Latih 40 Aparatur untuk Tata Kelola Perdagangan Digital ASEAN

KEK Mandalika terletak di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), memiliki luas sekitar 1.035,67 hektare, dan berfokus pada pengembangan pariwisata. Pertamina Mandalika International Circuit menjadi salah satu fasilitas penggerak wisata olahraga. Sirkuit itu juga menjadi sarana untuk memperkenalkan kawasan kepada wisatawan dan calon investor, sehingga perannya berkaitan dengan kegiatan pariwisata sekaligus pengenalan potensi Mandalika.

Pengembangan kawasan, menurut materi tersebut, perlu diarahkan agar tidak hanya bertumpu pada penyelenggaraan ajang balap. Kalender kegiatan sepanjang tahun dapat membantu menjaga arus kunjungan wisatawan di luar periode MotoGP. Konferensi, pameran, pertemuan bisnis, kegiatan olahraga, dan hiburan disebut sebagai alternatif agenda yang dapat mengisi kegiatan kawasan pada waktu lain.

Keberlanjutan agenda semacam itu juga dapat meningkatkan pemanfaatan infrastruktur kawasan dan memperluas peluang usaha bagi masyarakat. Hubungannya dengan rekor MotoGP terletak pada upaya menjaga aktivitas pariwisata setelah ajang internasional berakhir. Dengan kegiatan yang beragam, potensi kawasan tidak hanya dikaitkan dengan satu jenis acara, sementara peluang usaha pendukung pariwisata dapat hadir dalam berbagai kegiatan tersebut.

Baca juga: Sugiono Tekankan Empat Peran Kemenag dalam Transformasi Bangsa

Dari sisi investasi, realisasi KEK Mandalika pada Semester I Tahun 2026 tercatat sebesar Rp121,48 miliar. Capaian itu menjadi pijakan untuk terus mengoptimalkan potensi pariwisata dan memperkuat daya tarik kawasan bagi investor. Angka investasi tersebut disampaikan bersamaan dengan dorongan untuk memanfaatkan momentum kunjungan, tetapi laporan tidak menyatakan bahwa rekor penonton menjadi penyebab langsung nilai realisasi tersebut.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan bahwa momentum MotoGP perlu dimanfaatkan untuk memperkuat pariwisata sekaligus memperpanjang manfaat ekonomi bagi masyarakat. “Ini momentum harus dimanfaatkan untuk memperkuat pariwisata sekaligus memperpanjang dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujar Gubernur Lalu. Pernyataan itu menegaskan perhatian pada manfaat yang lebih luas dari penyelenggaraan ajang, bukan hanya pada berlangsungnya kegiatan olahraga.

Perluasan manfaat pariwisata juga mencakup destinasi budaya di sekitar Mandalika. Dalam rangkaian kunjungan kerja, Susiwijono mendampingi Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengunjungi Desa Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap pengembangan pariwisata berbasis budaya sekaligus upaya menjaga kelestarian warisan adat masyarakat setempat.

Baca juga: Kemenko PMK Dorong Layanan Kesehatan dan Perlindungan bagi Lansia

Rekor penonton 2026 diharapkan menjadi peluang bagi KEK Mandalika untuk berkembang dari destinasi yang ramai ketika MotoGP berlangsung menjadi kawasan dengan aktivitas ekonomi yang berkelanjutan. Penguatan agenda sepanjang tahun, promosi peluang investasi yang konkret, dan kemitraan dengan pelaku usaha lokal disebut sebagai langkah penting. Upaya tersebut diharapkan menerjemahkan daya tarik internasional Mandalika menjadi investasi, kesempatan kerja, dan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Untuk memperoleh gambaran yang lebih terukur mengenai dampak ekonomi MotoGP 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) tengah mengumpulkan data dari penonton dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pengumpulan data itu diarahkan untuk melihat dampak ekonomi ajang tersebut dari keterangan pengunjung maupun pelaku usaha. Hasil kajian diharapkan menjadi dasar evaluasi penyelenggaraan ajang internasional serta bahan perumusan strategi pengembangan pariwisata yang lebih tepat sasaran.