Polisi Selidiki Temuan Mayat Perempuan di Tanggeung Cianjur
CIANJUR.CO - Polres Cianjur, Jawa Barat, menyelidiki penemuan jasad perempuan tanpa identitas di pinggir kolam bekas objek wisata air panas di Desa Margaluyu, Kecamatan Tanggeung. Warga menemukan korban pada Rabu, di lokasi yang tidak jauh dari aliran Sungai Cibuni. Hingga penanganan awal dilakukan, belum ada warga yang dapat memastikan siapa perempuan tersebut.
Berdasarkan laporan ANTARA Jabar, temuan itu bermula saat seorang warga sedang mencari kayu bakar di sekitar lokasi. Warga tersebut melihat jasad tergeletak di pinggir kolam, kemudian melaporkan temuannya kepada pemerintah desa. Informasi itu selanjutnya diteruskan kepada Polsek Tanggeung, sehingga petugas kepolisian mendapat laporan untuk mendatangi tempat kejadian.
Kapolsek Tanggeung AKP Dadang Rustandi mengatakan petugas segera dikirim setelah menerima laporan. Di lokasi, polisi melakukan pemeriksaan awal sebelum mengevakuasi jenazah ke Puskesmas Tanggeung untuk menjalani visum. Dengan demikian, rangkaian penanganan dimulai dari laporan warga, diteruskan melalui pemerintah desa, lalu ditindaklanjuti oleh kepolisian.
Baca juga: Jabar Hari Ini: Jasad Anak 10 Tahun dalam Karung di Cianjur
Hasil pemeriksaan luar tidak menemukan tanda-tanda luka pada tubuh korban. Polisi juga tidak mendapati bekas luka ataupun tanda bekas penganiayaan. Meski demikian, pemeriksaan luar tersebut tidak membuat identitas perempuan itu diketahui. Petugas masih mengembangkan penyelidikan, sementara keterangan mengenai kondisi fisik korban disampaikan sebagai ciri-ciri yang dapat membantu pengenalan.
Korban diperkirakan berusia 55 tahun dengan tinggi sekitar 150 sentimeter. Ciri lainnya, kulitnya berwarna sawo matang dan rambutnya hitam panjang. Kepada ANTARA Jabar, Dadang menyampaikan hasil pemeriksaan luar tersebut. Informasi usia dan ciri fisik itu disampaikan bersamaan dengan keterangan bahwa tidak terlihat luka pada tubuh korban.
Dadang menjelaskan jasad diduga sudah berada di lokasi sejak satu pekan terakhir sebelum ditemukan warga. Keterangan tersebut merupakan perkiraan mengenai lamanya korban berada di tempat itu. Setelah ditemukan, sejumlah warga sekitar dimintai keterangan, tetapi tidak ada yang mengenali perempuan tersebut. Karena itu, polisi masih melakukan pengembangan dan penyelidikan untuk mengetahui identitasnya.
Baca juga: Pemkab Cianjur Perketat Pengawasan Harga Pangan Jelang Natal dan Tahun Baru
Jasad korban saat ini masih tersimpan di Puskesmas Tanggeung. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar memastikan informasi tersebut ke puskesmas. Imbauan itu disampaikan ketika identitas korban belum diketahui dan keterangan warga sekitar belum dapat membantu mengenali perempuan yang ditemukan di pinggir kolam.
Kapolsek Tanggeung juga menyampaikan langkah yang akan diambil apabila tidak ada keluarga yang datang. “Kalau dalam beberapa hari tidak ada pihak keluarga yang datang kami akan memakamkan jasad korban di lokasi pemakaman umum setempat,” katanya. Rencana pemakaman itu bergantung pada apakah keluarga korban mendatangi puskesmas dalam beberapa hari ke depan.
Baca juga: Pemkab Cianjur Pertahankan OPD, Layanan Publik Tetap Jadi Prioritas
Seorang warga sekitar, Dadang, 35 tahun, mengatakan warga tidak mengenal perempuan yang ditemukan tergeletak di pinggir kolam air panas tersebut. Ia menyebut ada warga yang sempat melihat korban mondar-mandir di lokasi beberapa hari terakhir, tetapi mereka tidak mengetahui bahwa perempuan itu telah meninggal dunia. Kesaksian itu disampaikan warga sekitar lokasi penemuan.
Menurut Dadang, tidak ada warga yang mengenali sosok perempuan tersebut ketika ditemukan. Informasi bahwa korban sempat terlihat mondar-mandir tidak disertai keterangan bahwa warga mengetahui identitas atau keadaan korban sebelum jasadnya ditemukan. Sementara itu, kepolisian masih mencari informasi untuk mengungkap identitas perempuan tersebut. Jenazah tetap berada di Puskesmas Tanggeung, dan warga yang merasa kehilangan anggota keluarga diminta memastikan langsung ke sana.