UPDATE

Pemkab Cianjur Pertahankan OPD, Layanan Publik Tetap Jadi Prioritas

14/10/2026 21:53

CIANJUR.CO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jawa Barat, memastikan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat tetap berjalan maksimal di tengah efisiensi anggaran. Pemerintah daerah belum berencana menambah maupun menggabungkan organisasi perangkat daerah (OPD), karena jumlah perangkat yang ada dinilai masih memadai untuk menjalankan layanan.

Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian menyampaikan hal itu di Cianjur, Rabu. Berdasarkan laporan ANTARA Jabar, ia menilai pemisahan salah satu dinas belum menjadi kebutuhan mendesak. Dengan anggaran yang perlu digunakan secara efektif, pembentukan instansi baru juga belum diperlukan selama pelayanan kepada warga tetap dapat berlangsung dengan baik.

Wahyu mengatakan penilaian tersebut berkaitan dengan kondisi anggaran daerah dan kebutuhan mempertahankan layanan. Pemkab Cianjur memilih memaksimalkan organisasi yang telah tersedia, bukan menambah struktur baru. Langkah itu disebut sejalan dengan upaya menghemat anggaran, sekaligus menjaga agar urusan pemerintahan yang berhubungan dengan masyarakat tetap dilaksanakan.

Baca juga: Imigrasi Cianjur Deportasi 11 WNA Selama Januari–September 2026

Di sisi lain, pemerintah daerah menghadapi pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat. Meski demikian, Wahyu menyatakan pihaknya menghargai kebijakan pusat tersebut karena penyesuaian itu tetap dibarengi berbagai bantuan untuk pembangunan. Ia juga menegaskan pengurangan transfer tidak menghambat proses pembangunan di Cianjur.

Menurut Wahyu, kondisi anggaran yang terbatas menuntut pemerintah daerah mencari cara agar pembangunan tetap berjalan dan manfaatnya tersebar merata. Salah satu dukungan yang disebutnya berasal dari pembangunan pemerintah pusat, termasuk infrastruktur jalan yang terus mengalir ke Cianjur. Bantuan itu meringankan beban anggaran kabupaten, sehingga Pemkab dapat memusatkan perhatian pada bidang atau ruas jalan lain.

Baca juga: Dinkes Cianjur Ajak Warga Rutin Bersihkan Lingkungan untuk Cegah DBD

Pembangunan yang berlangsung mencakup jalan kabupaten, sekolah, pusat layanan kesehatan, serta pembangunan lainnya. Wahyu menyebut manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, baik di wilayah utara maupun selatan Cianjur. Dengan adanya pembangunan dari berbagai pihak, pengurangan transfer daerah tidak serta-merta membuat kegiatan pembangunan berhenti, sementara pemerintah kabupaten tetap dapat menangani kebutuhan layanan masyarakat.

“Pengurangan dana transfer ke daerah tidak membuat pembangunan terhenti,” kata Wahyu. Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah masih dapat berfokus meningkatkan pelayanan yang dibutuhkan warga secara maksimal, meskipun anggaran yang tersedia terbatas. Karena itu, efisiensi anggaran tidak disebut sebagai alasan untuk menghentikan pembangunan atau mengurangi layanan.

Baca juga: Pemkab Cianjur Siapkan Fasilitas Pengolahan Sampah di Karangtengah

Untuk mengejar target pembangunan jalan kabupaten dengan kualitas baik yang meningkat setiap tahun, Pemkab Cianjur juga meminjam dana sebesar Rp150 miliar dari salah satu bank. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan jalan kabupaten serta berbagai pembangunan lainnya. Upaya itu, menurut Wahyu, diharapkan mendukung peningkatan perekonomian masyarakat, seiring pembangunan dan pelayanan tetap dijalankan dalam kondisi anggaran yang terbatas.