Indonesia-Rusia Bahas Perdagangan, Investasi, dan Kerja Sama Industri

17/10/2026 07:47

CIANJUR.CO - Indonesia dan Rusia membahas peluang memperluas perdagangan serta kerja sama ekonomi bilateral dalam pertemuan di Jakarta, Jumat (16/10). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menerima Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Manturov untuk membicarakan penguatan kemitraan antarpelaku usaha, peningkatan kapasitas industri nasional, dan penjajakan kolaborasi pada sektor perkapalan serta kedirgantaraan.

Berdasarkan laporan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, pembicaraan tersebut melanjutkan rangkaian upaya kedua negara mematangkan kolaborasi strategis selama satu tahun terakhir. Pertemuan itu juga menindaklanjuti pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok pada September 2026, serta hasil Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-14 RI–Rusia yang berlangsung di Kazan, Rusia, pada Mei 2026.

Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo, Airlangga mendorong penguatan hubungan ekonomi dan industri melalui sejumlah jalur yang saling berkaitan. Kedua negara membahas peningkatan kemitraan antara pelaku usaha, perluasan peluang investasi, serta penjajakan kerja sama teknologi dan pengembangan kapasitas industri. Pembahasan itu juga mencakup langkah untuk mengembangkan kolaborasi di bidang perkapalan dan penerbangan, yang dinilai sebagai sektor strategis bagi hubungan industri kedua negara.

Hubungan perdagangan bilateral menunjukkan perkembangan positif dalam data yang disampaikan. Nilai total perdagangan Indonesia dan Rusia pada 2025 mencapai USD 4,84 miliar, naik sekitar 21,6 persen dibandingkan 2024 yang sebesar USD 3,98 miliar. Minyak kelapa sawit, kopi, kakao, produk pertanian, dan pupuk disebut sebagai bagian penting dari perdagangan kedua negara. Angka tersebut menjadi salah satu gambaran yang melatarbelakangi pembahasan tentang peluang perdagangan dan kemitraan komersial lebih lanjut.

Baca juga: Kemendag dan BSN Perkuat Kompetensi SDM untuk Dukung Ekspor

Dalam pertemuan itu, Airlangga menyambut kehadiran delegasi bisnis Rusia di Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Keikutsertaan delegasi tersebut dipandang sebagai kesempatan untuk memperkuat hubungan langsung antara pelaku usaha dan membuka kemungkinan kemitraan komersial baru. Pertemuan bisnis yang berlangsung selama TEI diharapkan mendukung diversifikasi perdagangan, sekaligus memperluas kerja sama investasi dan industri. Dengan demikian, agenda pameran dan forum bisnis menjadi salah satu wadah untuk menindaklanjuti pembicaraan tingkat pemerintah.

Airlangga menyatakan kedua negara mempunyai potensi untuk memperkuat kerja sama yang memberi manfaat bagi masing-masing pihak. Ia mengatakan pemerintah berkomitmen mendorong peningkatan perdagangan dan investasi serta memperluas kemitraan antarpelaku usaha. Menurut Airlangga, peluang yang dibahas perlu ditindaklanjuti menjadi langkah konkret agar dapat memberikan manfaat bagi Indonesia dan Rusia. Pernyataan itu menegaskan bahwa pembahasan tidak hanya mencakup perluasan hubungan, tetapi juga tindak lanjut atas peluang yang telah teridentifikasi.

Manturov, yang dalam laporan disebut dengan jabatan DPM, juga menekankan peran kontak bisnis dalam memperluas hubungan ekonomi. Ia menyampaikan bahwa pembangunan hubungan antarpelaku usaha merupakan faktor kunci untuk memperkuat perdagangan dan kerja sama ekonomi. Partisipasi delegasi Rusia di TEI 2026 disebut sebagai tindak lanjut atas keikutsertaan Indonesia sebagai negara mitra dalam pameran INNOPROM di Yekaterinburg pada Juli lalu.

Baca juga: Kemendag Targetkan 4 Juta UMKM Siap Ekspor Lewat Campuspreneur

Dalam rangkaian kegiatan TEI, perusahaan-perusahaan Rusia menghadiri pertemuan business-to-business (B2B) dengan calon mitra dari Indonesia. Delegasi tersebut juga mengikuti forum bisnis yang memuat sesi tematik mengenai perdagangan, investasi, dan kerja sama industri. Manturov mengatakan kehadiran perusahaan-perusahaan Rusia dalam agenda tersebut ditujukan untuk membangun kontak dengan mitra potensial. Kegiatan itu melengkapi pembahasan pemerintah dengan ruang bagi pelaku usaha untuk menjajaki peluang secara langsung.

Isu lain yang dibicarakan adalah perkembangan Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I–EAEU FTA). Perjanjian perdagangan bebas tersebut diharapkan membuka akses pasar lebih luas bagi produk unggulan Indonesia, termasuk minyak kelapa sawit, kopi, kakao, tekstil, dan furnitur. Selain memperluas peluang bagi produk-produk tersebut, perjanjian diharapkan memperkuat hubungan perdagangan Indonesia dengan negara-negara anggota EAEU.

Proses ratifikasi I–EAEU FTA saat ini disebut telah mendekati tahap penyelesaian. Kedua pihak berharap seluruh prosedur yang diperlukan dapat dirampungkan sebelum akhir 2026. Jika prosedur itu selesai, perjanjian diharapkan segera berlaku efektif atau Entry into Force (EIF), sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh pelaku usaha kedua negara. Pembahasan mengenai ratifikasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses perdagangan yang berjalan seiring dengan penguatan hubungan bisnis dan investasi.

Baca juga: Wamendag Roro Ajak Pelaku Usaha Perluas Transaksi LCT

Menutup pertemuan, Airlangga dan Manturov sepakat melanjutkan penguatan kerja sama di sejumlah sektor strategis. Bidang yang disepakati untuk terus dikembangkan meliputi pertanian, teknologi, industri, dan pengembangan rantai pasok. Kolaborasi lintas sektor itu diharapkan berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian kedua negara.

Pertemuan tersebut turut didampingi Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Edi Prio Pambudi, serta Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan.