CIANJUR.CO – Dua rumah tinggal di Perumahan BTN Joglo, Kelurahan Sawahgede, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terbakar pada Selasa. Api menghanguskan kedua bangunan hingga nyaris rata dengan tanah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu karena rumah sedang kosong dan ditinggalkan pemiliknya ketika kebakaran terjadi.
Berdasarkan laporan ANTARA Jabar, Pemadam Kebakaran Kabupaten Cianjur mengerahkan dua unit mobil pemadam untuk menjinakkan api. Penanganan juga melibatkan petugas gabungan, sementara penyebab kebakaran masih diselidiki. Informasi awal dari warga menyebut api berasal dari salah satu rumah yang diduga sengaja dibakar anak pemiliknya. Dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan resmi karena penyelidikan masih berlangsung.
Humas Damkar Cianjur, Reki Maulana, mengatakan sekitar 50 orang petugas gabungan terlibat dalam penanganan. Empat mobil tangki turut digunakan untuk memasok air dari dinas terkait dan Polres Cianjur. Dengan dukungan tersebut, petugas berupaya mengendalikan api yang membakar dua rumah di kawasan perumahan itu.
Baca juga: Jalur Cianjur-Bogor Kembali Normal Setelah Evakuasi Kecelakaan
Proses pemadaman berlangsung sekitar dua jam sebelum api berhasil dipadamkan. Reki menjelaskan, petugas sempat menghadapi kendala karena rumah yang terbakar berada di dalam gang. Meski akses ke lokasi menyulitkan penanganan, upaya pemadaman dapat dilakukan sehingga api tidak menjalar ke bangunan lain yang letaknya berdekatan.
Setelah api terkendali, petugas melanjutkan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang membuat kebakaran kembali menyala. Tahap ini mendapat perhatian karena salah satu rumah diketahui menyimpan banyak barang bekas berbahan plastik yang mudah terbakar. Pemilik rumah tersebut dikenal sebagai pemungut barang bekas. Keterangan mengenai isi rumah itu menjadi bagian dari penjelasan petugas terkait penanganan setelah pemadaman.
Reki mengatakan Damkar bersama Polres Cianjur masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Menurut informasi yang diterima dari warga sekitar, api berasal dari rumah yang sengaja dibakar oleh anak pemiliknya. Anak tersebut disebut telah diamankan pihak kepolisian. Namun, Reki menegaskan bahwa pemeriksaan masih diperlukan untuk memastikan penyebab kejadian.
Baca juga: Cabai Merah Tanjung di Cianjur Tembus Rp80 Ribu per Kilogram
“Saat ini petugas masih melakukan pendinginan selanjutnya kami bersama pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab kebakaran,” kata Reki. Pernyataan itu disampaikan saat proses penanganan masih berjalan. Dengan demikian, informasi tentang dugaan pembakaran yang beredar di lingkungan sekitar masih perlu ditempatkan sebagai keterangan awal, bukan hasil akhir penyelidikan.
Saksi mata warga sekitar, Enung Hayati (42), menyebut anak pemilik rumah yang diduga membakar bangunan tersebut adalah H, perempuan berusia 18 tahun. Menurut keterangan Enung, H diduga sengaja membakar rumah karena dendam kepada orang tuanya yang bekerja sebagai pemulung. Enung mengatakan dirinya dekat dengan H dan kerap mendengar H bercerita ketika sedang marah kepada ayahnya.
Baca juga: 203 Koperasi Desa Merah Putih di Cianjur Terbangun, 90 Diverifikasi
Enung juga menuturkan bahwa H sempat memberitahunya setelah rumah itu dibakar. “Setelah membakar rumah dia sempat memberitahu saya kalau rumahnya sudah dibakar,” kata Enung. Saat melihat ke lokasi, ia mendapati api telah membesar. Kesaksian tersebut menjelaskan apa yang disampaikan H kepadanya dan kondisi yang ia lihat setelah menerima kabar, bukan penetapan resmi mengenai penyebab kebakaran.
Menurut informasi yang disampaikan Enung, H sebelumnya pernah terlibat pertengkaran dengan ayahnya. Sehari sebelum kebakaran, H disebut sempat berniat menghabisi nyawa ayahnya menggunakan sebilah pisau, tetapi upaya itu berhasil dihalangi warga. Keterangan mengenai pertengkaran, dugaan dendam, dan peristiwa sehari sebelumnya berasal dari saksi. Sementara itu, petugas gabungan dan Polres Cianjur masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran yang menghanguskan dua rumah tersebut.





