Polisi Selidiki Kebakaran Puluhan Kios di Pasar Andir Garut
CIANJUR.CO - Kepolisian Resor Garut, Jawa Barat, menyelidiki penyebab kebakaran yang menghanguskan puluhan kios di Pasar Andir, Kecamatan Bayongbong. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara setelah api berhasil dikendalikan. Hingga Kamis, penyebab kebakaran belum dipastikan karena petugas masih mengumpulkan keterangan dan mendalami informasi terkait kejadian tersebut.
Berdasarkan laporan ANTARA Jabar, Kepala Polsek Bayongbong Iptu Mahmudi mengatakan polisi meminta keterangan sejumlah saksi untuk membantu penyelidikan. Ia menyatakan, “Penyebab pasti kebakaran masih dalam proses pendalaman dan pengumpulan bahan keterangan oleh petugas.” Belum ada kesimpulan mengenai penyebab maupun sumber api yang disampaikan kepolisian.
Menurut Mahmudi, kebakaran pertama kali dilaporkan pada Rabu (7/10) sekitar pukul 21.30 WIB. Api melalap kios-kios di Blok A, Blok B, Blok C, dan Blok Mawar. Lokasi blok yang terbakar berada di bagian tengah serta belakang Pasar Andir. Peristiwa itu berlangsung hingga Kamis dini hari, sebelum kebakaran berhasil dikendalikan.
Baca juga: Pendinginan Kebakaran Pasar Andir Garut Tuntas Pukul 07.00 WIB
Setelah menerima laporan, personel kepolisian segera mendatangi pasar. Mereka membantu proses pemadaman bersama tim gabungan sekaligus mengamankan area di sekitar lokasi. Pengamanan dilakukan agar masyarakat tidak mendekati titik kebakaran selama penanganan berlangsung. Mahmudi menyebut langkah tersebut diperlukan untuk menjauhkan warga dari area kejadian dan mencegah jatuhnya korban.
“Pengamanan lokasi kejadian agar tidak didekati masyarakat untuk menjauh dari titik kebakaran demi mencegah jatuhnya korban,” kata Mahmudi. Dengan demikian, selain mendukung pemadaman, kepolisian juga membatasi pendekatan masyarakat ke lokasi. Langkah pengamanan itu berjalan bersamaan dengan upaya tim gabungan menangani api di area pasar.
Setelah pemadaman selesai, petugas mendata kios yang terdampak dan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Pendataan tersebut masih berlangsung, sehingga jumlah kios yang terbakar belum menjadi angka final. Mahmudi mengatakan sementara ini terdapat 26 kios yang terbakar, tetapi jumlahnya masih dapat bertambah setelah instansi terkait memeriksa bangunan-bangunan yang terdampak.
Baca juga: Pemkot Bandung Rancang Sentra Wisata Kuliner di Setiap Kecamatan
Kios yang terbakar menjual berbagai kebutuhan. Komoditas dan barang dagangan yang disebutkan meliputi sembako, sayuran, ikan asin, barang kelontong, plastik, kue, tahu, dan tempe. Data mengenai jenis dagangan itu menjadi bagian dari gambaran kios terdampak, sementara penghitungan jumlah bangunan dan kerugian material masih dilakukan.
Mahmudi mengatakan kerugian material belum dapat diketahui karena pendataan belum mencakup seluruh kios dan kerugian masing-masing pedagang. Instansi terkait masih menghitung dampak kebakaran pada bangunan yang terbakar. Ia menegaskan, “Untuk korban jiwa dalam kejadian ini nihil.” Dengan demikian, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, sedangkan nilai kerugian masih dalam proses pendataan.
Baca juga: Pemkot Bandung Tegaskan PKL Boleh Berjualan dengan Mematuhi Penataan
Dalam upaya pemadaman, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut mengerahkan sebanyak 10 unit kendaraan pemadam kebakaran. Mobil suplai air dan ambulans juga turut dikerahkan. Personel TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta sejumlah instansi terkait ikut membantu proses pemadaman dan pengamanan di lokasi.
Penanganan kebakaran meliputi pemadaman, pengamanan area, pendataan kios, dan pengumpulan keterangan untuk penyelidikan. Polisi masih mendalami penyebab kejadian, sementara petugas terkait melanjutkan pencatatan bangunan terdampak dan penghitungan kerugian. Angka sementara 26 kios dapat berubah setelah pendataan selesai, sedangkan keterangan Mahmudi mengenai nihilnya korban jiwa tetap menjadi informasi yang disampaikan hingga proses tersebut berjalan.