UPDATE

Polres Cianjur Pastikan Jasad di Cibeber Berjenis Kelamin Perempuan

13/10/2026 19:35

CIANJUR.CO - Kepolisian Resor Cianjur memastikan jasad yang ditemukan di Desa Cibaregbeg, Kecamatan Cibeber, berjenis kelamin perempuan. Korban diperkirakan berusia 8 sampai 10 tahun. Saat ditemukan, jasad telah membusuk dan sebagian besar tubuhnya tinggal tulang belulang.

Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Bagus Panuntun menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan luar belum menunjukkan bekas penganiayaan. Namun, petugas menemukan jeratan tali pada bagian leher korban. Temuan itu belum bisa dipastikan sebagai penyebab kematian, sehingga belum menjadi kesimpulan mengenai bagaimana korban meninggal.

Berdasarkan laporan ANTARA Jabar, polisi masih menunggu hasil autopsi yang akan dilakukan tim medis RSUD Sayang Cianjur dalam pekan ini. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk memastikan penyebab kematian dan membantu mengungkap identitas korban. Sampai hasil autopsi tersedia, kepolisian masih mendalami perkara tersebut.

Baca juga: 226.000 Warga Cianjur Menunggu Reaktivasi PBI JKN

Bagus menjelaskan kondisi jasad ketika ditemukan sudah sangat membusuk. Korban mengenakan kaus lengan panjang berwarna biru. Ia juga menyebut ukuran tubuh korban sekitar 94 sentimeter dan memperkirakan usianya berada pada rentang 8 hingga 10 tahun. Ciri-ciri itu menjadi informasi yang disampaikan polisi dalam upaya mengenali korban.

Hingga keterangan tersebut disampaikan, Polres Cianjur belum menerima laporan mengenai anggota keluarga yang hilang. Polisi juga belum mendapatkan warga yang mengenali ciri-ciri jasad. Karena identitas korban belum diketahui, pihak kepolisian meminta warga yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk datang ke RSUD Sayang Cianjur.

Baca juga: PMCK Minta Pemerintah Pusat Beri Kepastian Pemekaran Cianjur Selatan

“Silakan datang ke RSUD Cianjur untuk memastikan bagi warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya guna memudahkan proses identifikasi,” kata Bagus. Permintaan itu ditujukan kepada warga yang memiliki anggota keluarga hilang agar dapat memastikan kemungkinan kecocokan dengan korban. Proses identifikasi masih menjadi salah satu hal yang hendak diungkap melalui penyelidikan.

Selain menunggu pemeriksaan medis, polisi mendalami kronologi penemuan dan kematian korban dengan meminta keterangan sejumlah saksi. Hasil pemeriksaan luar di RSUD Sayang Cianjur belum menemukan indikasi yang mengarah pada dugaan tertentu. Meski demikian, penyelidikan tetap berjalan untuk mendapatkan kepastian mengenai penyebab kematian, sementara temuan jeratan tali masih belum dapat dipastikan kaitannya.

Baca juga: Stok Pupuk Subsidi Cianjur Aman untuk Musim Tanam hingga Maret 2027

Jasad itu pertama kali ditemukan warga setelah mereka mencium bau bangkai yang menyengat. Warga semula menduga bau tersebut berasal dari bangkai hewan. Setelah memastikan sumber bau, mereka menemukan jasad manusia dalam keadaan membusuk di Desa Cibaregbeg, Kecamatan Cibeber. Penemuan tersebut kemudian ditindaklanjuti Polres Cianjur dengan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban serta memastikan kronologi dan penyebab kematiannya.