Stok Pupuk Subsidi Cianjur Aman untuk Musim Tanam hingga Maret 2027
CIANJUR.CO - Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memastikan stok pupuk bersubsidi berbagai jenis tersedia untuk mendukung kebutuhan petani pada musim tanam pertama. Periode musim tanam tersebut berlangsung mulai Oktober 2026 hingga Maret 2027. Ketersediaan pupuk diharapkan menunjang kebutuhan petani selama masa tanam itu, dengan penyaluran yang tetap mengikuti alokasi dan ketentuan yang berlaku.
Berdasarkan laporan ANTARA Jabar, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Cianjur, Wahyu Ginanjar, menyebut stok yang tersedia di tiga Gudang Lini III mencapai 4.271 ton urea dan 3.982 ton NPK. Angka tersebut merupakan jumlah stok yang tercatat tersedia di gudang saat pengecekan dilakukan.
Selain stok yang berada di gudang, alokasi pupuk bersubsidi untuk petani Kabupaten Cianjur pada 2026 tercatat sebanyak 42.348 ton urea dan 37.000 ton NPK. Pemerintah daerah juga mencatat alokasi pupuk organik sebanyak 4 ton. Dengan demikian, jumlah alokasi tahunan yang disediakan mencakup tiga jenis pupuk tersebut, sementara angka stok gudang yang disampaikan Wahyu merinci urea dan NPK.
Baca juga: Polisi Selidiki Identitas Jasad yang Ditemukan di Cibeber Cianjur
Wahyu mengatakan dirinya bersama jajaran dinas dan penyuluh pertanian telah meninjau Gudang Lini III Bojong dan Pasirhayam, Cianjur. Peninjauan itu dilakukan untuk memeriksa kesiapan stok sekaligus memperkuat koordinasi dengan PT Pupuk Indonesia. Ia menyatakan, “Kami sudah melihat langsung bersama jajaran dinas dan penyuluh pertanian” ke gudang tersebut.
Pengecekan menunjukkan pupuk tersedia di gudang dan siap mendukung kebutuhan petani, khususnya dalam menghadapi musim tanam pertama. Menurut Wahyu, ketersediaan stok menjadi salah satu faktor penting bagi kelancaran musim tanam. PT Pupuk Indonesia juga disebut telah menjaga kesiapan pasokan pupuk bersubsidi di Kabupaten Cianjur.
Baca juga: Tiga Tahun Sewa Rumah Warga, Desa Neglasari Menanti Kantor Permanen
Namun, kesiapan jumlah pupuk di gudang perlu disertai pendistribusian yang tepat sasaran kepada petani yang berhak. Pemkab Cianjur menyatakan akan terus memperkuat koordinasi dengan pihak-pihak terkait agar penyaluran berjalan sesuai ketentuan. Kerja sama yang disebut mencakup PT Pupuk Indonesia, Pelaku Usaha Distribusi, Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS), penyuluh pertanian, serta petani.
Wahyu mengatakan koordinasi dengan para pihak tersebut diperlukan untuk memastikan pupuk sampai kepada penerima yang tepat. “Kami juga akan terus bekerja sama dengan Pelaku Usaha Distribusi, Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS), penyuluh pertanian, hingga petani,” ujarnya. Pemantauan dan pengawasan distribusi, menurut keterangan yang disampaikan, akan terus dilakukan sampai tingkat petani.
Baca juga: Polisi Selidiki Truk yang Hantam Dapur MBG di Pagelaran Cianjur
Petani yang terdaftar dapat membeli pupuk bersubsidi dengan membawa KTP. Pemkab juga meminta petani berkoordinasi dengan penyuluh atau UPTD pelayanan pertanian untuk memperoleh informasi mengenai alokasi dan jadwal penebusan. Petani diimbau menebus pupuk sesuai kebutuhan serta alokasi yang telah ditetapkan. Mekanisme penebusan disebut semakin mudah, sementara pemantauan dan koordinasi distribusi tetap berjalan.
Wahyu menyampaikan bahwa pupuk bersubsidi dapat membantu petani meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan daerah. Ia juga mengaitkan dukungan tersebut dengan harapan agar perekonomian petani terus meningkat. Pemkab Cianjur menyatakan koordinasi distribusi akan dilanjutkan bersama berbagai pihak, seiring persiapan kebutuhan pupuk untuk musim tanam pertama hingga Maret 2027.