Wamendag: Swedia Berperan Penting dalam Kemitraan Ekonomi Indonesia-Eropa

15/10/2026 16:21

CIANJUR.CO - Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan pentingnya peran Swedia dalam memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Eropa. Ia menyebut Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) sebagai perjanjian yang dirancang untuk membuka akses pasar, mendorong investasi berkelanjutan, dan memperkuat kemitraan ekonomi kedua pihak.

Pernyataan itu disampaikan Roro dalam Forum Bisnis “Delivering on The EU-Indonesia CEPA: Turning Commitment into Trade and Investment Opportunities”. Forum tersebut menjadi bagian dari Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. Berdasarkan laporan Kementerian Perdagangan RI, penyelenggaraan TEI berlangsung pada 14–18 Oktober 2026, sedangkan pernyataan Wamendag dicatat pada 15 Oktober.

Dalam kesempatan itu, Roro menempatkan hubungan bilateral Indonesia-Swedia sebagai salah satu landasan untuk membangun kolaborasi ekonomi lebih luas. Bidang yang disebutnya mencakup inovasi, keberlanjutan, teknologi, serta pengembangan industri. Ia mengatakan I-EU CEPA mencerminkan komitmen bersama untuk membentuk kemitraan yang terbuka, inklusif, dan saling menguntungkan.

“Swedia memiliki peran penting dalam memajukan kemitraan ekonomi Indonesia dengan Eropa,” ujar Wamendag Roro. Ia mengaitkan peran tersebut dengan kerja sama bilateral dan kerangka perjanjian antara Indonesia dan Uni Eropa. Dengan demikian, I-EU CEPA dibahas bukan hanya sebagai upaya memperluas akses perdagangan, tetapi juga sebagai kerangka kerja bagi hubungan ekonomi yang mencakup sejumlah bidang.

Baca juga: Sugiono Tinjau Cek Kesehatan Gratis bagi Siswa SMP Negeri 202 Jakarta

Menurut penjelasan Wamendag, cakupan I-EU CEPA meliputi perdagangan, investasi, jasa, transparansi regulasi, dan keberlanjutan. Perjanjian itu menghubungkan pasar dengan lebih dari 733 juta konsumen, sementara total produk domestik bruto gabungannya mencapai sekitar USD 22,7 triliun. Angka-angka tersebut menggambarkan skala pasar yang menjadi bagian dari kemitraan yang dibicarakan dalam forum.

Data perdagangan yang disampaikan Roro menunjukkan hubungan ekonomi Indonesia-Uni Eropa telah mencatat nilai bilateral sebesar USD 31,7 miliar pada 2025. Ia juga menyampaikan komitmen Indonesia untuk bekerja erat dengan Uni Eropa dan Swedia agar perjanjian tersebut menjadi instrumen nyata bagi pertumbuhan bersama dan daya saing jangka panjang.

Perdagangan Indonesia dengan Swedia turut menjadi bagian penting dari pemaparan. Selama periode 2021–2025, perdagangan bilateral kedua negara tumbuh rata-rata 5,91 persen per tahun. Nilainya mencapai sekitar USD 872,2 juta pada 2025. Pertumbuhan dan nilai tersebut disampaikan sebagai gambaran perkembangan hubungan dagang kedua negara selama periode tersebut.

Baca juga: Kemenko PMK Dorong Penguatan Kapasitas BPBD se-Indonesia

Dalam perdagangan itu, Indonesia mengekspor minyak kelapa sawit, alas kaki, produk kelapa, dan barang manufaktur ke Swedia. Sementara itu, Swedia memasok peralatan industri, produk otomotif, serta teknologi. Rincian komoditas dan produk tersebut menunjukkan jenis barang yang dipertukarkan dalam hubungan dagang kedua negara.

Selain perdagangan, investasi langsung Swedia di Indonesia mencapai USD 344,4 juta selama 2021–2025. Investasi tersebut mendukung pengembangan industri dan kolaborasi bisnis. Roro menyampaikan bahwa Indonesia ingin terus bekerja sama dengan Uni Eropa, Swedia, dan komunitas bisnis yang lebih luas agar I-EU CEPA bermakna bagi pertumbuhan, daya saing, dan kemakmuran jangka panjang.

“Indonesia berkomitmen bekerja sama erat dengan Uni Eropa dan Swedia agar I-EU CEPA menjadi instrumen nyata bagi pertumbuhan bersama dan daya saing jangka panjang,” kata Wamendag. Dalam pernyataan lainnya, ia mengajak para pihak mengubah komitmen menjadi peluang, peluang menjadi kemitraan, dan kemitraan menjadi manfaat yang langgeng bagi masyarakat.

Baca juga: Sugiono Tinjau MAN 4 Jakarta, Tekankan Akses dan Mutu Pendidikan

Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Daniel Blockert, juga menyampaikan pandangan mengenai perjanjian tersebut. Ia menyebut I-EU CEPA sebagai pencapaian besar untuk menciptakan kemitraan baru yang lebih kuat di tengah dinamika global. Penilaian itu disampaikan dalam rangkaian forum bisnis yang membahas peluang perdagangan dan investasi dalam hubungan Indonesia-Eropa.

Peserta forum dari kalangan usaha, Krisna Davi, perwakilan PT Wilmar, menilai kegiatan tersebut bermanfaat karena memberinya perkembangan terbaru mengenai perjanjian perdagangan yang dimiliki Indonesia dengan negara mitra. Informasi itu, menurut Krisna, memberi dukungan bagi pelaku usaha untuk memahami dinamika dan pembaruan perjanjian perdagangan internasional Indonesia.

“Forum bisnis ini memberikan wawasan berharga mengenai dinamika dan pembaruan perjanjian perdagangan internasional Indonesia,” ujar Krisna. Ia menambahkan bahwa wawasan tersebut membantu pelaku usaha mengantisipasi peluang dan tantangan di pasar global. Penilaiannya menunjukkan manfaat forum bagi peserta usaha dalam mengikuti perkembangan perjanjian perdagangan Indonesia dengan mitra.