Sugiono Tinjau Cek Kesehatan Gratis bagi Siswa SMP Negeri 202 Jakarta

15/10/2026 15:17

CIANJUR.CO - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono meninjau pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi peserta didik di SMP Negeri 202 Jakarta, Kamis (15/10/2026). Kunjungan itu dilakukan untuk melihat langsung operasional layanan serta pemeriksaan kesehatan yang diberikan kepada siswa.

Berdasarkan laporan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, peninjauan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempercepat pencapaian target CKG secara nasional. Program itu dijalankan menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto, dengan tujuan mendeteksi penyakit lebih awal dan mendukung terciptanya manusia Indonesia yang unggul.

CKG merupakan bagian dari agenda transformasi besar Presiden Prabowo Subianto di sektor kesehatan. Pemerintah menargetkan layanan ini menjangkau 130 juta penduduk pada tahun ini. Data per 13 Oktober 2026 menunjukkan sebanyak 106,3 juta jiwa telah menerima layanan, setara dengan 81,84 persen dari sasaran tersebut.

Baca juga: Kemenko PMK Dorong Penguatan Kapasitas BPBD se-Indonesia

Cakupan penerima yang tercatat terdiri atas 9 juta anak-anak, 27,2 juta penduduk usia sekolah, 57,2 juta usia dewasa, dan 12,8 juta lansia. Angka-angka itu menjadi dasar bagi pemerintah untuk memantau perkembangan pelaksanaan program sekaligus melihat jarak capaian dengan target tahunan. Sugiono menyebut capaian lebih dari 106 juta jiwa menunjukkan sistem yang dijalankan telah berjalan efektif.

Dalam pernyataannya, Sugiono mengatakan peninjauan langsung diperlukan untuk memastikan mutu pelayanan dan merumuskan solusi dengan cepat apabila muncul kendala. Ia juga menyatakan optimistis target 130 juta penerima layanan dapat tercapai. Dengan demikian, pemantauan di sekolah tidak hanya melihat pemeriksaan yang berlangsung, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga pelaksanaan program sesuai sasaran.

Di SMP Negeri 202 Jakarta, pemeriksaan siswa mencakup sejumlah aspek kesehatan. Instrumen yang dipastikan berjalan meliputi pengukuran tekanan darah dan gula darah, pemeriksaan penglihatan serta pendengaran, dan konsultasi kejiwaan dengan psikiater. Pemeriksaan tersebut menunjukkan cakupan layanan di sekolah tidak terbatas pada satu jenis pengecekan, melainkan meliputi beberapa kondisi kesehatan peserta didik.

Baca juga: Sugiono Tinjau MAN 4 Jakarta, Tekankan Akses dan Mutu Pendidikan

Pelaksanaan CKG Sekolah juga terhubung dengan Skrining Anemia yang dikhususkan bagi siswi kelas sembilan. Sementara itu, skrining tuberkulosis atau TB dilakukan pada tahap penjaringan awal menggunakan kuesioner. Apabila ditemukan indikasi atau siswa diketahui sebagai kontak erat maupun kontak serumah, proses dilanjutkan dengan tracing.

Selain pemeriksaan dan skrining, program menyediakan intervensi khusus untuk kelompok siswa tertentu. Siswa kelas tujuh menjalani tes kebugaran, sedangkan siswi kelas tujuh memperoleh Tablet Tambah Darah (TTD). Pemberian tablet tersebut ditujukan untuk mencegah risiko anemia sejak dini. Rincian sasaran berdasarkan kelas ini melengkapi pemeriksaan umum yang dilakukan kepada peserta didik.

Baca juga: Kemenko PMK Perkuat Sinergi untuk Tangani Kekerasan di Perguruan Tinggi

Sugiono menekankan pentingnya pencegahan melalui deteksi dini. Ia menyampaikan bahwa pendekatan tersebut merupakan cara efektif untuk menjaga kesehatan masyarakat. Menurutnya, kesehatan anak sejak dini berkaitan dengan upaya membangun manusia Indonesia yang unggul. Pernyataan itu sekaligus menjelaskan alasan pemeriksaan kesehatan di lingkungan sekolah menjadi bagian dari pelaksanaan CKG.

Melalui pemantauan berbasis data di lapangan, Menko PMK memastikan pemerintah pusat terlibat dalam menjaga ketepatan pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Fokusnya, menurut laporan tersebut, adalah memastikan perlindungan kesehatan melalui CKG dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pemantauan layanan dan perkembangan capaian nasional menjadi bagian dari upaya tersebut.