UPDATE

Airlangga Perkuat Pemanfaatan CEPA dan FTA untuk Dongkrak Ekspor

13/10/2026 22:11

CIANJUR.CO - Pemerintah memperkuat pemanfaatan berbagai perjanjian perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA), baik yang sudah maupun yang akan diimplementasikan. Langkah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian itu ditujukan untuk membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia. Pemerintah juga ingin agar akses yang disediakan perjanjian tersebut digunakan secara nyata oleh para eksportir.

Berdasarkan laporan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, tiga kesepakatan yang menjadi perhatian untuk diterapkan dalam waktu dekat adalah Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA), Indonesia-Canada CEPA (I-CA CEPA), dan Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA). Ketiganya menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan perdagangan Indonesia ke pasar mitra yang berbeda.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan bahwa manfaat CEPA dan FTA tidak cukup jika hanya berupa tersedianya akses preferensial. Pemerintah mendorong agar fasilitas dalam perjanjian itu digunakan oleh eksportir Indonesia dan tercermin dalam peningkatan pemanfaatan. Dengan demikian, perhatian tidak hanya tertuju pada kesepakatan yang dibuat, tetapi juga pada penggunaannya dalam kegiatan ekspor.

Baca juga: Pemerintah Perkuat Akses Keuangan UMKM dan Rantai Nilai Daerah

Airlangga menyebut sejumlah perjanjian membuka ruang perluasan pasar melalui penurunan atau penghapusan tarif. Kesepakatan juga dapat meningkatkan kepastian akses pasar dan membuka peluang perdagangan bagi produk yang sebelumnya menghadapi tarif relatif tinggi. Ia menyampaikan, “Sejumlah perjanjian perdagangan memberikan peluang untuk memperluas pasar melalui penurunan atau penghapusan tarif.”

Potensi peningkatan ekspor yang dihitung dalam beberapa analisis dampak berbeda menurut perjanjiannya. I-EU CEPA berpotensi meningkatkan ekspor Indonesia hingga USD 10,9 miliar. Untuk I-CA CEPA, potensi kenaikannya sekitar USD 1,6 miliar, sedangkan I-EAEU FTA diperkirakan berpotensi mendorong ekspor sekitar USD 2,2 miliar hingga USD 2,89 miliar. Angka-angka tersebut menunjukkan besaran peluang yang dikaitkan dengan masing-masing kesepakatan.

Potensi itu, menurut laporan tersebut, bukan semata-mata manfaat dari tarif yang lebih rendah. Kesepakatan dagang dapat membuka ruang ekspansi yang diarahkan pada komoditas dengan kapasitas produksi serta potensi permintaan di negara mitra. Artinya, pengembangan ekspor perlu melihat hubungan antara produk yang dapat dipasok Indonesia dan peluang pasar yang tersedia dalam tujuan perdagangan.

Baca juga: Sugiono Percepat Pemulihan Pascabencana Sumatra dan Penanganan Karhutla

Airlangga menjelaskan bahwa hasil Export Potential Analysis dapat membantu mengarahkan pemanfaatan CEPA dan FTA kepada komoditas dengan export gap cukup besar. Istilah itu merujuk pada selisih nilai ekspor yang sudah berlangsung saat ini dengan nilai yang secara potensial masih dapat dicapai di pasar mitra. Pemetaan tersebut menunjukkan ruang yang dapat dituju, sekaligus menghubungkan peluang perjanjian dengan produk tertentu.

Untuk Uni Eropa, EFTA, dan Inggris atau UK, peluang utama mencakup kelapa sawit beserta produk turunannya, kendaraan bermotor, kopi, kakao, karet dan produk karet, besi dan baja, kayu olahan, serta produk perikanan. Beragamnya daftar itu memperlihatkan bahwa peluang ekspor yang disebutkan mencakup beberapa kelompok komoditas dan produk, bukan hanya satu jenis barang.

Di Kanada, peluang ekspor terutama terdapat pada mineral dan logam, produk kimia, kendaraan, kayu dan karet, serta mesin dan peralatan elektronik. Selain kelompok tersebut, makanan dan minuman, hasil laut, alas kaki, produk kayu olahan, elektronik, otomotif, dan produk kerajinan juga menjadi kelompok produk yang dapat didorong melalui I-CA CEPA. Rincian itu menempatkan beragam sektor sebagai sasaran pemanfaatan kesepakatan dengan Kanada.

Baca juga: MotoGP 2026 Cetak Rekor 157.875 Penonton, Mandalika Dorong Investasi

Sementara itu, peluang di kawasan EAEU terutama berasal dari produk kimia, produk nabati, kendaraan, mineral dan logam, serta kayu, kertas, karet, dan plastik. Pada tingkat komoditas, kelapa sawit, alas kaki, udang, karet alam, kopi, dan minyak atsiri disebut memperoleh peluang tarif lebih baik melalui I-EAEU FTA. Daftar komoditas tersebut melengkapi pemetaan potensi ekspor berdasarkan kawasan mitra.

Menko Airlangga menyatakan fokus pemerintah ke depan adalah menyinergikan pemanfaatan CEPA dan FTA dengan komoditas unggulan yang memiliki basis produksi domestik kuat dan potensi pasar besar di negara mitra. Ia mengatakan manfaat kesepakatan dagang diharapkan dapat bertransformasi menjadi peningkatan kinerja ekspor nasional. Arah tersebut mengaitkan fasilitas perdagangan dengan kemampuan produksi dan peluang permintaan yang telah dipetakan.