UPDATE

Demo Masak S’RASA di TEI ke-41 Dorong Promosi Produk Kuliner Indonesia

18/10/2026 08:43

CIANJUR.CO - Paviliun S’RASA: Rasa Rempah Indonesia menggelar dua demonstrasi memasak pada hari ketiga TEI ke-41, Jumat (16/10), di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten. Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan itu menampilkan pemanfaatan produk pangan, bumbu, dan rempah Indonesia dalam sejumlah hidangan. Promosi kuliner tersebut juga diarahkan untuk memperkenalkan produk nasional sekaligus membuka peluang perdagangan dan ekspor.

Berdasarkan laporan Kementerian Perdagangan RI, kegiatan ini menempatkan demonstrasi memasak sebagai cara untuk memperlihatkan langsung penggunaan bahan Indonesia. Pengunjung dapat menyaksikan produk diolah menjadi hidangan, dari sajian modern hingga makanan tradisional. Dengan pendekatan tersebut, pengenalan produk tidak hanya berlangsung melalui penyebutan bahan, tetapi juga melalui gambaran pemanfaatannya dalam kreasi kuliner.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan bahwa promosi kuliner merupakan pendekatan strategis untuk memperkenalkan produk Indonesia ke pasar internasional. Menurutnya, upaya tersebut juga dapat membuka ruang bagi kerja sama perdagangan yang lebih luas. Ia mengatakan, S’RASA ingin membawa kekayaan kuliner Indonesia lebih dekat kepada masyarakat dunia, dengan hidangan sebagai sarana untuk menunjukkan potensi produk pangan, bumbu, dan rempah.

Baca juga: Kemendag Dorong Eksportir Siapkan Produk Pertanian untuk I-EU CEPA

“Kami ingin promosi kuliner tidak berhenti pada pengenalan cita rasa, tetapi juga berkembang menjadi peluang perdagangan,” ujar Mendag Busan. Pernyataan itu menegaskan bahwa kegiatan di paviliun tidak hanya berfokus pada pengalaman mencicipi makanan. Promosi cita rasa juga dikaitkan dengan pengenalan produk yang digunakan dan peluang agar produk tersebut mendapat perhatian di pasar internasional.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menilai demonstrasi memasak dapat menarik pengunjung karena mereka melihat langsung bagaimana suatu produk dipakai. Pengalaman itu, menurutnya, membantu pengunjung memahami manfaat, karakteristik, dan potensi produk Indonesia. Melalui S’RASA, Kemendag ingin menunjukkan bahwa produk dalam negeri dapat menjadi bagian dari beragam kreasi kuliner.

Dalam dua sesi tersebut, paviliun menghadirkan Chef Sisca Christo bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan Kemendag Danti Budi Santoso serta Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Kamapradipta Isnomo. Hidangan yang disajikan meliputi beef teriyaki, kue lupis, gado-gado, dan sate ayam. Bahan yang ditampilkan mencakup gula aren Mahorahora serta bumbu masak Enak Eco.

Baca juga: Transaksi Emas Digital Capai Rp299,49 Triliun, Bappebti Perkuat Literasi

Pada sesi pertama, Chef Sisca dan Danti mengolah beef teriyaki serta kue lupis dengan gula aren Mahorahora. Dua hidangan itu memperlihatkan penggunaan gula aren dalam sajian dengan karakter berbeda: beef teriyaki sebagai kreasi kuliner modern dan kue lupis sebagai hidangan tradisional. Demonstrasi tersebut menjadi bagian dari upaya menunjukkan fleksibilitas produk dalam berbagai pengolahan makanan.

Mahorahora merupakan gula aren murni dan organik asal Sukabumi, Jawa Barat. Produk ini dibuat dari 100 persen nira aren pilihan melalui pemberdayaan petani lokal. Perusahaan tersebut termasuk peserta yang memperoleh nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan mitra dari Belanda. Capaian kerja sama itu disebut sebagai langkah positif untuk memperluas akses pasar internasional bagi produk unggulan Indonesia.

Selain MoU dengan mitra Belanda, Mahorahora dijadwalkan melakukan pelepasan ekspor ke Malaysia pada November mendatang. Rencana tersebut menjadi bagian dari perkembangan pemasaran produk gula aren itu ke luar negeri. Kementerian Perdagangan menyebut realisasi ekspor menunjukkan kemampuan produk gula aren Indonesia untuk memperluas jangkauan pasar.

Baca juga: Paviliun Kawasan Berikat di TEI 2026 Catat Potensi Rp5 Triliun

Pada sesi kedua, Chef Sisca bersama Kamapradipta menyajikan gado-gado dan sate ayam menggunakan bumbu masak Enak Eco. Sajian tersebut mempertemukan sayuran, bumbu, dan rempah khas Nusantara, sekaligus menampilkan kekayaan kuliner Indonesia melalui dua hidangan yang berbeda. Penggunaan bumbu dalam demonstrasi memberi pengunjung kesempatan melihat penerapannya secara langsung.

Kamapradipta menyampaikan bahwa kuliner berperan dalam memperkenalkan Indonesia kepada dunia. Diplomasi, katanya, tidak hanya berlangsung dalam pertemuan formal, tetapi juga dapat hadir melalui hal yang dekat dengan kehidupan masyarakat, termasuk makanan. Ia menilai gado-gado dan sate ayam dapat menjadi jembatan untuk memperkenalkan budaya Indonesia. Jika dilakukan secara konsisten, promosi kuliner juga dapat memperluas perhatian terhadap produk Indonesia.