UPDATE

Business Matching Pangan Nusa Expo 2026 Catat Potensi Transaksi Rp44 Miliar

18/10/2026 09:49

CIANJUR.CO - Penjajakan bisnis atau business matching dalam Pangan Nusa Expo 2026 mencatat potensi transaksi sebesar Rp44 miliar hingga hari ketiga penyelenggaraan, Jumat (16/10). Nilai tersebut naik 17 persen dibandingkan tahun lalu dan telah melampaui total potensi transaksi business matching pada penyelenggaraan sebelumnya. Angka itu masih berpeluang bertambah sebelum pameran ditutup pada Minggu, 18 Oktober 2026.

Berdasarkan laporan Kementerian Perdagangan RI, fasilitasi temu bisnis tersebut mempertemukan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pangan dengan jaringan ritel modern serta pelaku usaha dari sejumlah sektor. Kegiatan yang berlangsung setiap hari selama Pangan Nusa Expo 2026 ini memberi ruang bagi UMKM untuk menjajaki kebutuhan calon mitra dan peluang kerja sama bisnis.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan, menyebut capaian Rp44 miliar sebagai perkembangan positif. Ia mengatakan tahun kedua penyelenggaraan business matching di pameran tersebut menunjukkan antusiasme UMKM dan para pelaku usaha dalam mencari produk pangan untuk kebutuhan bisnis mereka.

Menurut Iqbal, pihak yang terlibat dalam penjajakan itu mencakup pelaku ritel, pusat perbelanjaan, jaringan restoran, serta jaringan bisnis KAI. Dengan mempertemukan kedua sisi secara langsung, kegiatan tersebut membuka kesempatan bagi produk UMKM untuk ditawarkan kepada calon pembeli dan mitra usaha yang berasal dari berbagai bidang.

Baca juga: Kemendag Ajak Pelaku Usaha Manfaatkan Perjanjian Dagang ASEAN untuk Ekspor

Area business matching tahun ini mempertemukan lebih dari 213 UMKM pangan dan kuliner dengan pelaku usaha. Calon mitra yang hadir berasal dari ritel modern, swalayan, supermarket, pusat perbelanjaan, hingga jaringan restoran. Jumlah UMKM yang terlibat dan keragaman sektor calon mitra menjadi bagian dari ruang penjajakan yang disediakan sepanjang pameran.

Iqbal menyampaikan, “Potensi transaksi sebesar Rp44 miliar hingga hari ketiga Pangan Nusa Expo 2026 menunjukkan capaian positif.” Ia juga menuturkan bahwa antusiasme datang dari UMKM maupun pelaku usaha ritel dan jaringan bisnis yang mencari produk pangan untuk mendukung kegiatan usaha mereka. Potensi transaksi yang dibukukan tersebut merupakan hasil penjajakan hingga Jumat, sementara kegiatan pameran masih berlangsung sampai Minggu.

Sejumlah perusahaan yang berpartisipasi merupakan anggota Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) serta Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO). Nama-nama yang disebut meliputi Superindo, AEON, Hypermart, Marco, Indogrosir, Hero, Alfamart, Indomaret, Hokben, Sushi Tei, Toserba Yogya, Griya, dan jaringan bisnis KAI Service.

Baca juga: Demo Masak S’RASA di TEI ke-41 Dorong Promosi Produk Kuliner Indonesia

Kehadiran para pelaku usaha tersebut memperluas pilihan calon mitra yang dapat ditemui UMKM. Iqbal menjelaskan, fasilitasi ini memberi kesempatan kepada UMKM untuk menjajaki kerja sama dan memperbesar peluang menjadi pemasok jaringan ritel modern di berbagai wilayah Indonesia. Peluang itu disampaikan sebagai salah satu manfaat dari pertemuan bisnis yang berlangsung selama acara, bukan sebagai kepastian bahwa seluruh penjajakan telah menjadi kontrak pasokan.

Selain akses pasar domestik, Pangan Nusa Expo 2026 juga membuka peluang bagi UMKM pangan lokal untuk memperkenalkan produk ke pasar internasional. Kesempatan tersebut hadir karena pameran berlangsung bersamaan dengan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di lokasi yang sama. Dalam rangkaian TEI, kehadiran buyer mancanegara dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk unggulan dan menjajaki kerja sama.

Iqbal mengatakan, kehadiran buyer dari luar negeri dalam rangkaian TEI ke-41 menjadi kesempatan bagi UMKM untuk memperluas akses pasar ekspor. Ia menyebut pelaku usaha dapat menggunakan pertemuan tersebut untuk memperkenalkan produk unggulan dan menilai potensi kerja sama bisnis. Dengan demikian, fasilitas business matching di Pangan Nusa Expo tidak hanya diarahkan pada pertemuan dengan jaringan usaha dalam negeri.

Baca juga: Kemendag Dorong Eksportir Siapkan Produk Pertanian untuk I-EU CEPA

Manfaat kegiatan itu juga dirasakan oleh pelaku UMKM daerah. Rizkon Azhari, pemilik produk saus bermerek Surabraja, menilai temu bisnis memberi kesempatan bagi UMKM untuk memperluas akses pasar melalui pertemuan langsung dengan calon mitra usaha. Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan temu bisnis dengan PT Kereta Api Indonesia, Hokben, serta beberapa ritel lainnya.

“Acara ini bisa membuka peluang UMKM seperti kami untuk memperluas akses pasar menjadi lebih luas lagi,” ujar Rizkon. Pengalamannya menunjukkan bahwa penjajakan di lokasi pameran mempertemukan produk UMKM dengan calon mitra dari sejumlah jaringan usaha. Sementara itu, nilai potensi transaksi keseluruhan yang tercatat hingga hari ketiga sudah melampaui capaian tahun sebelumnya dan masih dapat berubah hingga Pangan Nusa Expo 2026 berakhir pada 18 Oktober.