CIANJUR.CO – DPRD Jawa Barat menghadirkan aplikasi Hadirkeun Usulan Dangukeun Aspirasi Nyatakeun Gagasan (HUDANG) sebagai sarana bagi warga untuk berkomunikasi langsung dengan wakil rakyat. Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat menyampaikan persoalan di daerahnya dan melakukan tatap muka secara daring tanpa harus datang ke Gedung DPRD Jabar di Bandung.
Sekretaris DPRD Jawa Barat, Dodi Sukmayana, menjelaskan bahwa HUDANG memakai tagline “Demokrasi Tanpa Jarak”. Berdasarkan laporan ANTARA Jabar, layanan tersebut dirancang agar warga dapat mengadukan masalah melalui komunikasi virtual dengan anggota dewan. Aplikasi itu juga dilengkapi teknologi kecerdasan buatan (AI) dan fitur penilaian kinerja anggota DPRD.
HUDANG digagas Sekretariat DPRD Jawa Barat untuk menjawab kendala jarak, waktu, dan keterbatasan masyarakat yang ingin menyampaikan keluhan maupun masukan secara langsung. Warga dapat memulai proses melalui ponsel, sehingga penyampaian aspirasi tidak mengharuskan mereka lebih dulu mendatangi kantor DPRD di Kota Bandung.
Alur penggunaan dimulai dengan registrasi warga melalui ponsel. Setelah masuk ke aplikasi, pengguna memilih anggota DPRD berdasarkan bidang atau komisi yang dituju. Pemilihan tersebut menjadi bagian awal untuk mengarahkan aspirasi kepada anggota dewan yang sesuai dengan urusan atau bidang yang ingin disampaikan pelapor.
Baca juga: Ketum PWI: Informasi Benar Jadi Energi Positif bagi Bangsa
Sesudah aspirasi dikirim, sistem AI akan menerjemahkan permohonan secara otomatis. Aplikasi kemudian menyampaikan notifikasi kepada anggota DPRD terkait. Anggota tersebut dapat memberikan persetujuan atau menjadwalkan virtual communication dengan pelapor melalui platform konferensi video yang terenkripsi.
Proses tidak berhenti pada penyampaian laporan. Pelapor dapat melihat riwayat pengaduan dan tindak lanjutnya, termasuk proses yang diteruskan kepada dinas terkait. Dengan pemantauan itu, warga bisa mengikuti perkembangan aspirasi yang sudah disampaikan, sementara jalur komunikasi virtual memberi pilihan untuk bertemu dengan wakil rakyat tanpa hadir secara fisik di gedung DPRD.
Dodi menyebut salah satu fitur unggulan HUDANG yang tidak tersedia pada saluran pengaduan umum adalah transparansi evaluasi. Aplikasi menyediakan penilaian langsung terhadap anggota DPRD Jawa Barat. Penilaian tersebut ditujukan untuk mengukur kecakapan anggota dewan dalam menangani aspirasi yang disampaikan masyarakat.
Rekam jejak hasil penilaian akan ditampilkan dalam bentuk grafik dan tren. Data tersebut dapat menjadi bahan evaluasi internal DPRD, fraksi, hingga partai politik. Pada saat yang sama, informasi itu disebut dapat menjadi panduan bagi warga untuk mempertimbangkan kembali wakilnya pada Pemilu mendatang.
Baca juga: Dedi Mulyadi Hentikan Sementara Proyek Pusat Data AI di Jatiluhur
Selain penilaian anggota, sistem menyediakan pemetaan masalah yang mendominasi laporan serta peta wilayah yang paling aktif. Dengan demikian, data dalam aplikasi mencakup jenis persoalan yang banyak disampaikan dan lokasi wilayah yang paling aktif menggunakan layanan. Pemetaan tersebut melengkapi fitur pengaduan dan rekam penilaian yang tersedia di HUDANG.
Sekretariat DPRD juga menyatakan sistem menjamin keamanan data pengguna yang melakukan log-in. Akses aplikasi disebut mudah selama pengguna terhubung dengan koneksi internet. Fitur komunikasi video terenkripsi serta pemantauan riwayat pengaduan menjadi bagian dari mekanisme yang disiapkan untuk mendukung komunikasi dan tindak lanjut aspirasi.
“Melalui aplikasi HUDANG ini diharapkan masyarakat dapat menyampaikan aspirasi tanpa terkendala jarak, waktu maupun akses,” kata Dodi dalam pesan singkatnya. Ia menjelaskan bahwa aplikasi itu merupakan terobosan yang diharapkan memudahkan masyarakat menyampaikan keluhan atau masukan, terutama ketika jarak dan waktu menjadi kendala untuk datang langsung.
Baca juga: Dedi Mulyadi Minta PWI Jabar Jaga Independensi dan Objektivitas
Dodi juga menyoroti ketidakjelasan yang selama ini dirasakan warga mengenai perkembangan laporan. Menurut dia, banyak masyarakat tidak mengetahui apakah aspirasi yang disampaikan telah didengar atau sedang diproses. HUDANG diharapkan membuat proses tersebut lebih transparan karena pelapor dapat menelusuri riwayat pengaduan hingga tindak lanjut ke dinas terkait.
“Selama ini kan masyarakat banyak yang tidak mengetahui apakah aspirasi yang mereka sampaikan itu didengar atau diproses atau tidak. Melalui aplikasi HUDANG ini kita ingin lebih transparan,” ucap Dodi. Pernyataan tersebut menempatkan keterbukaan mengenai penanganan laporan sebagai salah satu tujuan layanan, selain menyediakan jalur pertemuan daring antara warga dan anggota DPRD.
Dodi berharap keberadaan aplikasi dapat memudahkan masyarakat Jawa Barat menyampaikan aspirasi tanpa perjalanan jauh ke Bandung. “Jadi tidak perlu jauh-jauh datang ke Kota Bandung ke DPRD Jawa Barat,” tuturnya. Melalui HUDANG, warga dapat mengajukan laporan dari ponsel, berkomunikasi secara virtual jika permohonan disetujui atau dijadwalkan, serta mengikuti tindak lanjutnya.





