Blacksmith Raih Valuasi US$1 Miliar Usai Pendanaan Seri C
CIANJUR.CO - Blacksmith, platform yang membantu perusahaan membangun dan menguji perangkat lunak dengan lebih efisien, mengumumkan pendanaan Seri C sebesar US$66 juta pada Rabu. Putaran ini dipimpin Sequoia dan menempatkan valuasi perusahaan pada US$1 miliar. Platform tersebut juga mendukung pekerjaan terhadap kode yang ditulis menggunakan kecerdasan buatan (AI).
Berdasarkan laporan TechCrunch AI, pendanaan baru itu datang ketika perusahaan menyoroti meningkatnya kebutuhan menjalankan proses continuous integration (CI). CI mencakup tahapan membangun, menguji, menggabungkan, serta memvalidasi perubahan kode. Dengan demikian, layanan Blacksmith berkaitan dengan pemeriksaan otomatis atas perubahan perangkat lunak sebelum perubahan tersebut dipastikan dapat digunakan.
Co-founder sekaligus CEO Blacksmith, Aditya Jayaprakash, mengatakan perusahaan didirikan untuk membuat proses CI “less painful” atau tidak terlalu menyulitkan. Dalam tulisan blog yang menyertai pengumuman pendanaan, ia menyebut banyak perusahaan kesulitan mengikuti volume CI yang perlu mereka jalankan. Tantangan itu, menurutnya, semakin terasa ketika semakin banyak kode dibuat oleh AI.
Baca juga: Blackstone Nilai Kekhawatiran Utang Infrastruktur AI Berlebihan
Jayaprakash juga menyoroti pertanyaan mengenai keandalan perangkat lunak yang dihasilkan agen AI. “As agents write more of the world’s software, the question that matters is whether it can be trusted,” ujarnya. Pernyataan tersebut menghubungkan pertumbuhan penggunaan agen penulis kode dengan kebutuhan untuk memastikan hasilnya dapat dipercaya, sementara CI digunakan untuk membangun, menguji, dan memvalidasi perubahan kode.
Selain pengumuman investasi, Blacksmith menyampaikan perkembangan sejumlah indikator bisnis dan penggunaan layanannya. Pendapatan berulang tahunan atau annual recurring revenue (ARR) perusahaan disebut tumbuh 17 kali lipat. Blacksmith juga menyatakan telah menjalankan lebih dari 90 juta pekerjaan CI, yang dijelaskan sebagai pemeriksaan kode otomatis secara individual. Angka itu merujuk pada jumlah pekerjaan pemeriksaan yang telah dijalankan, bukan jumlah pelanggan.
Baca juga: TechCrunch Founder Summit 2026 Digelar 4 November di Boston
Perusahaan menyebut Mercury dan Granola sebagai pelanggan. Namun, pengumuman yang diberitakan TechCrunch AI tidak merinci jumlah keseluruhan pelanggan maupun nilai kontribusi masing-masing terhadap pendapatan. Informasi yang disampaikan berfokus pada pertumbuhan ARR, jumlah pekerjaan CI, serta pendanaan dan valuasi terbaru.
Seri C ini diumumkan hanya dua bulan setelah Blacksmith memperoleh pendanaan Seri B sebesar US$45 juta. Saat itu, valuasi perusahaan tercatat US$550 juta. Perubahan dari valuasi tersebut ke US$1 miliar terjadi dalam rentang dua bulan antara pengumuman kedua putaran pendanaan itu.
Baca juga: Meta Sebut Muse Tembus 10 Juta Pengguna, Belanja Jadi Aktivitas Utama
Perjalanan valuasi Blacksmith sebelumnya juga tercatat meningkat dari US$60 juta setahun lalu, setelah perusahaan menggalang US$10 juta dalam Seri A. Dengan tambahan Seri C sebesar US$66 juta, total dana yang telah dihimpun Blacksmith hingga kini mencapai US$125 juta. Rangkaian angka tersebut menunjukkan urutan pendanaan yang diumumkan perusahaan: Seri A, Seri B, kemudian Seri C.