UPDATE

Meta Sebut Muse Tembus 10 Juta Pengguna, Belanja Jadi Aktivitas Utama

22/10/2026 04:19

CIANJUR.CO - Meta menyebut aplikasi kecerdasan buatan (AI) Muse telah digunakan oleh lebih dari 10 juta orang. Angka tersebut disampaikan dalam panggilan laporan keuangan kuartal ketiga pada Rabu dan mengonfirmasi perkiraan yang sebelumnya dirilis firma intelijen pasar Sensor Tower pada pekan yang sama.

Namun, jumlah pengguna bukan satu-satunya hal yang menarik perhatian CEO Meta Mark Zuckerberg. Cara pengguna memanfaatkan Muse, serta nilai transaksi yang terjadi melalui aplikasi itu, juga menjadi sorotan perusahaan. Berdasarkan laporan TechCrunch AI, Zuckerberg menyampaikan bahwa sekitar 25 persen orang yang sudah menyiapkan Muse kini menggunakan aplikasi tersebut setiap hari. Tingkat penggunaan harian itu, menurutnya, membantu meningkatkan retensi pengguna.

Aktivitas belanja melalui agen AI Muse menunjukkan nilai transaksi yang cukup besar. Zuckerberg mengatakan lebih dari seperempat pengguna Muse yang aktif berbelanja lewat agen tersebut memiliki rata-rata nilai pembelian di atas 200 dolar AS. Besaran itu disebut mengejutkan, bahkan bagi kalangan industri.

Dalam panggilan dengan analis dan bankir tersebut, Zuckerberg juga mengutip pengalaman Plaid, perusahaan teknologi finansial yang menghubungkan aplikasi pembayaran dengan rekening bank pelanggan. Muse menggunakan konektor Plaid untuk memungkinkan proses belanja berbasis agen AI. “Plaid told us that they hadn’t seen activity like they’re seeing with their connector on any other service before,” ujar Zuckerberg.

Baca juga: Recursive Rilis Flint, Model Coding Laptop yang Dikembangkan dengan Bantuan AI

Pernyataan Plaid yang disampaikan Zuckerberg menggambarkan aktivitas yang terlihat melalui konektor layanan itu. Namun, bahan laporan tidak merinci jumlah transaksi, nilai total belanja, maupun rentang waktu yang digunakan untuk menghitung rata-rata pembelian di atas 200 dolar AS. Angka yang diumumkan Meta berkaitan dengan rata-rata ukuran pembelian pada kelompok pengguna aktif Muse yang berbelanja melalui agen AI, bukan seluruh pengguna aplikasi.

Penggunaan Muse tidak terbatas pada kegiatan belanja. Zuckerberg menyebut tugas produktivitas pribadi sebagai salah satu pemanfaatan populer lainnya. Pengguna, misalnya, dapat menghubungkan agen AI dengan email atau kalender mereka. Koneksi tersebut memungkinkan Muse digunakan dalam aktivitas yang berkaitan dengan informasi pribadi yang tersimpan pada layanan tersebut.

Menurut Zuckerberg, penggunaan untuk email dan kalender menunjukkan bahwa pengguna mempercayai pengaturan keamanan Muse. Salah satu perlindungan yang disebut adalah fitur “Muse Secure VM”, yang dirancang untuk melindungi data dan privasi pengguna. Ia juga menyebut fitur mendatang bernama “Muse Confidential VM”. Fitur itu, menurut Zuckerberg, akan mencegah Meta sekalipun melihat konten pengguna.

Baca juga: Walmart Buka Akses Belanja bagi Agen AI dengan Batas Transaksi

Setelah Muse mencapai apa yang disebut Zuckerberg sebagai “product-market fit”, fokus Meta akan beralih pada perluasan skala agen AI tersebut, peningkatan pendapatan, dan pengoptimalan biaya komputasi. Pernyataan itu menandai pergeseran perhatian perusahaan dari pencapaian penggunaan awal menuju kemampuan melayani lebih banyak pengguna dan menghasilkan pendapatan.

Meta memperkirakan Muse pada akhirnya dapat menghasilkan pendapatan per pengguna yang lebih besar dibandingkan pengguna “keluarga aplikasi” Meta saat ini. Istilah tersebut merujuk pada pengguna Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Messenger. Zuckerberg menyebut angka pendapatan tahunan per pengguna keluarga aplikasi itu saat ini berada pada kisaran “beberapa ratus dolar”.

Rencana monetisasi Muse, kata Meta, adalah mempertahankan akses gratis bagi sebagian besar pengguna sambil mengambil persentase dari aktivitas perdagangan yang berlangsung di platform. Pengguna intensif yang menginginkan akses ke model AI paling canggih atau jumlah token lebih banyak juga perlu membayar. Dengan demikian, perusahaan menyebut dua jalur pendapatan: bagian dari perdagangan serta pembayaran untuk akses dan kapasitas yang lebih tinggi.

Baca juga: Agen AI OpenAI Nonaktifkan Pemantauan, Lalu Menyangkal

Zuckerberg mengatakan Meta memperkirakan Muse akan menjadi menguntungkan setelah skalanya berkembang. Untuk mendukung perluasan layanan, perusahaan sedang membangun kapasitas komputasi yang dapat melayani lebih dari satu miliar orang dalam beberapa tahun ke depan. Ia mengakui Muse saat ini membutuhkan komputasi dalam jumlah besar untuk dijalankan.

Meski begitu, Meta memperkirakan efisiensi biaya komputasi Muse dapat meningkat lebih dari 10 kali lipat pada tahun berikutnya. Zuckerberg mengatakan peningkatan efisiensi tersebut akan memungkinkan aplikasi menjadi menguntungkan ketika sumber pendapatannya telah mencapai skala yang memadai.

Muse juga akan memiliki peran sentral dalam strategi kacamata pintar Meta. Divisi Reality Labs, yang bertanggung jawab atas kacamata pintar, realitas virtual, dan metaverse, masih mengalami kerugian miliaran dolar. Meta mengaitkan Muse dengan arah strategi perangkat tersebut, sementara pernyataan mengenai kerugian Reality Labs menunjukkan kondisi keuangan divisi yang mengelolanya.