UPDATE

Mendag Serahkan UKM Pangan Award 2026, 10 UMKM Raih Penghargaan

14/10/2026 21:59

CIANJUR.CO - Menteri Perdagangan Budi Santoso menyerahkan UKM Pangan Award 2026 kepada 10 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pangan terbaik dari berbagai daerah. Penghargaan tersebut diberikan pada Rabu, 14 Oktober 2026, dalam pembukaan Pangan Nusa Expo 2026 di Hall 1 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten.

Berdasarkan laporan Kementerian Perdagangan RI, para penerima penghargaan terpilih melalui proses kurasi dan penjurian. Produk pangan olahan yang mereka hasilkan dinilai menunjukkan kemampuan berinovasi dan daya saing. Ajang ini sekaligus menjadi jalan untuk memperluas kesempatan produk pangan lokal menjangkau konsumen melalui pasar ritel modern.

Budi Santoso, yang dalam kegiatan tersebut disebut Mendag Busan, menyampaikan selamat kepada para pemenang. Ia mengatakan Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) agar produk unggulan penerima penghargaan dapat dipasarkan di ritel modern. Kemitraan itu ditujukan untuk memperluas jangkauan produk pangan lokal kepada masyarakat.

Menurut Mendag, kualitas merupakan syarat utama bagi produk UMKM pangan yang ingin masuk ke ritel. Penghargaan ini memberi kesempatan kepada pelaku usaha untuk menunjukkan kualitas serta daya saing produk, sementara pemerintah ingin memberikan kepastian akses pasar kepada pemenang yang produknya memenuhi persyaratan.

“Kemendag ingin memberikan kepastian akses pasar bagi para pemenang asalkan produknya berkualitas dan higienis,” kata Mendag Busan.

Jumlah pendaftar menjadi salah satu gambaran luasnya penjaringan tahun ini. UKM Pangan Award 2026 menerima 917 pendaftar dari 33 provinsi. Adapun 10 pemenang berasal dari tujuh provinsi, yaitu Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, DKI Jakarta, Sumatra Utara, dan Papua.

Baca juga: Sugiono Matangkan Skema Pendidikan Gratis dari PAUD hingga Perguruan Tinggi

Keragaman daerah itu terlihat pula pada jenis produk yang masuk dalam ajang. Di antaranya kombucha jeruk lemon dari Jayapura, Papua; sambal baby cumi andaliman dari Medan, Sumatra Utara; mi instan berbahan pati sagu bebas gluten dari Jakarta Utara; serta kukis granola yang menggunakan 100 persen tepung pisang dari Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Nilai tertinggi dalam penilaian diraih Fisnack Keripik Kulit Ikan Patin dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Produk tersebut memperoleh nilai 91,4 pada kategori Produk Khusus. Hasil akhir kompetisi menetapkan 10 produk pangan UMKM sebagai pemenang dalam lima kategori.

Dari 917 pendaftar menjadi 10 pemenang

Pendaftaran berlangsung pada 12–26 September 2026. Para pelaku usaha mengajukan produk melalui situs pendaftaran UKM Pangan Award. Setelah itu, Kemendag memeriksa dokumen, termasuk izin edar, sertifikat halal, sertifikat Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), serta Hak Atas Kekayaan Intelektual (HKI).

Dari tahap verifikasi tersebut, 318 produk UMKM lolos penyaringan. Produk-produk yang memenuhi ketentuan kemudian dinilai berdasarkan jangkauan pemasaran, sarana promosi dan pemasaran, komitmen terhadap mutu dan keamanan pangan, serta kapasitas keuangan. Proses berikutnya menghasilkan 40 produk pangan dari 35 UMKM yang terpilih sebagai finalis.

Baca juga: Hari Pertama TEI ke-41 Hasilkan 168 MoU Senilai USD 13,2 Miliar

Penjurian akhir melibatkan tiga juri dengan bidang keahlian desain produk dan kemasan, profesional kuliner, serta pemerhati pangan. Mereka menilai desain visual dan fungsi dasar kemasan, cita rasa, orisinalitas, dan nilai tambah produk. Tahapan berlapis tersebut menjadi dasar pemilihan para pemenang dari ratusan produk yang didaftarkan.

Kesempatan bertemu peritel dan buyer

Kemendag memfasilitasi para pemenang untuk menjadi ekshibitor di Pangan Nusa Expo 2026 yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di ICE BSD City. Pameran tersebut digelar bersamaan dengan Trade Expo Indonesia ke-41 di lokasi yang sama. Dengan demikian, para pelaku UMKM berkesempatan bertemu peritel modern berskala nasional sekaligus buyer dari luar negeri.

Laporan Kementerian Perdagangan RI menyebut strategi pameran itu juga memiliki contoh hasil dari periode sebelumnya. Alexa Kukies, pemenang terdahulu, kini hadir di Ranch Market. Sementara itu, Sambal Mamani telah hadir di Superindo, Hero, dan Alfamidi. Kedua contoh tersebut menunjukkan bahwa peserta penghargaan sebelumnya memperoleh akses ke sejumlah jaringan ritel.

UKM Pangan Award merupakan kegiatan kurasi tahunan Kementerian Perdagangan untuk mengapresiasi dan mendukung UMKM pangan dalam negeri. Program ini menjaring produk olahan unggulan dari berbagai wilayah Nusantara yang berpotensi memperluas pasar. Pemenang juga berpeluang memperoleh dana pembinaan serta sarana produksi dari sponsor.

Baca juga: Mendag Budi Santoso Serahkan 50 Penghargaan Primaniyarta dan Primaduta 2026

Penyelenggaraan UKM Pangan Award 2026 didukung Bank Rakyat Indonesia, Danone Indonesia, Zeppelin, serta Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO). Dukungan tersebut menyertai upaya kurasi dan fasilitasi yang diberikan kepada pelaku usaha pangan terpilih.

Salah satu penerima penghargaan, Dian Lestari, pemilik CV Gemilang Pratama yang memproduksi Kombucha RUMA dari Jayapura, Papua, menyebut pengakuan tersebut memiliki arti khusus bagi pelaku usaha daerah. Ia merasa bahagia sekaligus haru karena produk berskala lokal mendapat penghargaan tingkat nasional.

“Produk kami yang skala lokal bisa dihargai hingga ke tingkat nasional,” ujar Dian.

Dian juga menilai pelaku produk lokal yang mengangkat kearifan setempat mendapat tempat yang layak dan sejajar dengan jenama lokal dari seluruh Indonesia. Pernyataannya menggambarkan makna penghargaan bagi peserta daerah, di tengah upaya mempertemukan produk pangan terpilih dengan konsumen dan jaringan pemasaran yang lebih luas.