UPDATE

Mendag Budi Santoso Serahkan 50 Penghargaan Primaniyarta dan Primaduta 2026

14/10/2026 20:13

CIANJUR.CO - Menteri Perdagangan Budi Santoso menyerahkan Penghargaan Primaniyarta dan Primaduta 2026 kepada 50 eksportir berprestasi dan mitra dagang Indonesia di luar negeri. Penyerahan dilakukan pada Rabu, 14 Oktober 2026, dalam seremoni pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 dan TEI Night di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten.

Berdasarkan laporan Kementerian Perdagangan RI, pemerintah memberikan penghargaan tersebut sebagai apresiasi atas peran eksportir dan mitra dagang dalam mendukung kinerja ekspor. Mendag Budi Santoso menggambarkan kontribusi keduanya sebagai “dua sisi mata uang”: eksportir menghadirkan produk yang berdaya saing, sementara mitra dagang terus membeli dan mempercayai produk Indonesia.

“Indonesia mencatatkan kinerja ekspor yang baik berkat peran eksportir dan mitra dagang,” ujar Budi Santoso. Ia menjelaskan, eksportir gigih menghadirkan produk yang mampu bersaing, sedangkan mitra dagang loyal dan terus percaya pada produk-produk Indonesia. Pemerintah mengapresiasi kontribusi kedua pihak dan berharap semakin banyak pelaku usaha terinspirasi untuk memperkuat ekspor nasional.

Data perdagangan yang disampaikan dalam laporan tersebut menunjukkan neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2026 mencatat surplus USD 3,55 miliar. Nilai itu meningkat dibandingkan surplus Juli 2026 sebesar USD 0,12 miliar. Penguatan neraca pada Agustus terutama ditopang surplus sektor nonmigas USD 6,09 miliar, meskipun pada saat yang sama sektor migas mengalami defisit USD 2,54 miliar.

Baca juga: Pemerintah Dorong UMKM Tumbuh lewat Inovasi dan Potensi Lokal

Surplus Agustus itu turut membentuk capaian kumulatif perdagangan Indonesia sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Dalam delapan bulan tersebut, surplus neraca perdagangan mencapai USD 7,25 miliar, yang terdiri atas surplus nonmigas USD 28,54 miliar dan defisit migas USD 21,29 miliar. Angka bulanan dan kumulatif itu menunjukkan perbedaan hasil antara sektor nonmigas dan migas dalam neraca perdagangan yang dilaporkan.

Penghargaan untuk eksportir dan pendorong ekspor

Primaniyarta merupakan penghargaan tertinggi dari Pemerintah RI kepada eksportir yang konsisten meningkatkan ekspor nasional. Penghargaan ini juga dapat diberikan kepada kepala daerah yang aktif memajukan ekspor. Peran kepala daerah yang dimaksud mencakup berbagai inisiatif, seperti memperkenalkan merek produk lokal dalam kegiatan promosi, membuka peluang pasar baru, serta menginspirasi pelaku ekspor lainnya.

Pada 2026, Primaniyarta dianugerahkan kepada 20 penerima yang terbagi dalam delapan kategori. Salah satu kategori khususnya adalah Eksportir Pemanfaat FTA. Kategori ini diberikan untuk mengapresiasi eksportir yang konsisten meningkatkan ekspor Indonesia melalui pemanfaatan perjanjian-perjanjian perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA).

Salah satu penerima Primaniyarta adalah Direktur CV Spice Solution Indonesia, Daniel Ferri Sutanto. Ia memperoleh penghargaan dalam kategori Eksportir Pasar Prospektif. Daniel menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan ekspor sekaligus memperluas jangkauan pasar internasional perusahaan.

Baca juga: HPE dan HR Emas Turun untuk Periode 15–31 Oktober 2026

Saat ini, CV Spice Solution Indonesia telah mengekspor produk Indonesia ke sekitar 30 negara. Pasar yang dijangkau termasuk sejumlah negara nontradisional, di antaranya Spanyol, Portugal, Argentina, dan negara-negara di Eropa Timur. Capaian tersebut menjadi bagian dari pengalaman ekspor perusahaan yang disampaikan Daniel saat menerima penghargaan.

“Primaniyarta merupakan penghargaan yang sangat bergengsi bagi eksportir dan menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan ekspor,” ujar Daniel. Ia berharap perusahaan dapat membuka pasar ekspor yang lebih luas. Daniel juga mengharapkan pemerintah terus memberi kesempatan kepada eksportir, termasuk UMKM, untuk bertemu buyer baru sehingga peluang ekspor produk Indonesia semakin terbuka.

Primaduta untuk mitra dagang Indonesia

Berbeda dari Primaniyarta, Primaduta merupakan penghargaan pemerintah kepada mitra dagang yang menjalin hubungan perdagangan berkelanjutan dengan eksportir Indonesia. Penerimanya meliputi buyer mancanegara yang konsisten dan loyal membeli produk Indonesia, dengan tren pembelian yang terus meningkat. Penghargaan ini juga diberikan kepada perwakilan Indonesia di luar negeri yang aktif memperluas akses pasar ekspor dan meningkatkan kinerja ekspor nonmigas nasional.

Budi Santoso menyebut kepercayaan mitra dagang sebagai modal penting bagi Indonesia untuk memperkuat posisi di pasar global. Pemerintah mengapresiasi para pembeli mancanegara yang menjadikan produk Indonesia sebagai pilihan. Mendag berharap hubungan perdagangan tersebut terus berkembang dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

Baca juga: TEI ke-41 Dibuka, Bidik Transaksi Ekspor USD 17,5 Miliar

Primaduta 2026 diberikan kepada 30 penerima dalam delapan kategori. Salah satu kategori khususnya ialah Indonesia Export Strategic Partner Award. Kategori ini ditujukan kepada buyer atau importir yang meningkatkan ekspor nonmigas Indonesia ke negara-negara yang sudah memiliki perjanjian perdagangan dengan Indonesia maupun yang masih dalam proses perjanjian.

Country Head TPI Importaciones Mexico, Sulianto, menjadi salah satu penerima Primaduta kategori Promotor Produk Indonesia. Ia menyampaikan penghargaan tersebut mendorongnya untuk terus meningkatkan pembelian produk Indonesia. Sulianto berharap pembelian dari Indonesia dapat bertambah sehingga usahanya di Meksiko dan perusahaan prinsipal di Indonesia bisa berkembang bersama.

Menurut Sulianto, kenaikan pembelian produk Indonesia tidak hanya memberi manfaat bagi usaha yang dijalankannya di Meksiko, tetapi juga bagi industri di Indonesia. Pernyataan tersebut sejalan dengan tujuan penghargaan bagi mitra dagang, yakni mengapresiasi pembeli yang mempertahankan hubungan dagang serta meningkatkan pembelian produk Indonesia.