UPDATE

Kemenkes dan UI Mulai Uji Klinik PHOTON untuk Cegah TB lewat Intervensi Gizi

22/10/2026 20:43

CIANJUR.CO - Kementerian Kesehatan RI dan Universitas Indonesia (UI) resmi memulai uji klinik Prevention of Household Tuberculosis with Optimal Nutrition (PHOTON) pada Kamis, 22 Oktober 2026, di Jakarta. Penelitian ini menguji apakah dukungan nutrisi dapat menjadi strategi pelengkap untuk menekan penularan tuberkulosis (TB), terutama di antara orang-orang yang tinggal serumah dengan pasien.

Merujuk laporan Kementerian Kesehatan RI, penelitian tersebut berangkat dari besarnya beban TB di Indonesia, yang saat ini berada di peringkat kedua tertinggi di dunia. Pada 2024, sekitar satu juta warga Indonesia jatuh sakit akibat TB, sementara jumlah kematian yang tercatat mencapai 136.000 jiwa. Angka itu menjadi latar penting bagi upaya mencari pendekatan tambahan untuk mencegah penularan.

Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. Dante Saksono Harbuwono menilai pengendalian TB memerlukan strategi inovatif di luar terapi medis konvensional. Ia menyebut kerja melawan penyakit tersebut telah dilakukan, tetapi Indonesia masih menghadapi beban yang besar. Dalam pandangannya, optimalisasi pengobatan yang belum maksimal merupakan salah satu kendala, sementara aspek nutrisi menjadi perhatian yang diuji melalui PHOTON.

“Kita sudah bekerja keras melawan TB, namun kenyataannya kita masih nomor dua di dunia,” ujar Dante. Ia juga menyampaikan bahwa “Masalah nutrisi inilah yang disorot dalam penelitian PHOTON.” Pernyataan tersebut menempatkan asupan gizi sebagai fokus penelitian, bukan sebagai pengganti pengobatan TB yang telah diberikan.

Baca juga: Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi untuk Menarik Kepercayaan Investor

Dante menjelaskan, terapi pencegahan TB bagi kontak serumah terus diperluas, tetapi cakupannya baru 19,7 persen dari target 80 persen. Dalam konteks itu, intervensi gizi diharapkan mendampingi pengobatan medis. Tujuannya adalah membantu mengoptimalkan efek obat sekaligus memperkuat daya tahan tubuh anggota keluarga pasien yang berisiko karena tinggal bersama penderita.

Dasar ilmiah PHOTON juga merujuk pada studi RATIONS di India yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet. Studi tersebut menunjukkan dukungan gizi dapat menurunkan kejadian TB baru hingga 48 persen pada kontak serumah. Hasil itu menjadi acuan bagi penelitian PHOTON untuk menguji pendekatan nutrisi dalam konteks penelitian yang melibatkan peserta di Indonesia dan Tanzania.

Empat kelompok intervensi dan pemantauan 24 bulan

Principal Investigator PHOTON Indonesia dari UI, Prof. Rina Agustina, menerangkan bahwa penelitian memakai metode Randomized Controlled Trial (RCT). Secara keseluruhan, uji klinik ini melibatkan 78.400 peserta di Indonesia dan Tanzania. Dari jumlah tersebut, 42.260 peserta berada di Indonesia dan tersebar di Jakarta, Depok, Bogor, serta Lombok.

Peserta di Indonesia merupakan anggota keluarga yang tinggal serumah dengan pasien TB. Mereka dibagi secara acak ke dalam empat kelompok intervensi, yaitu kelompok yang mendapat plasebo, vitamin D, kombinasi multi-mikronutrien, dan balanced energy-protein. Pemberian intervensi berlangsung selama enam bulan, sedangkan manfaatnya akan dipantau selama 24 bulan.

Baca juga: I-CA CEPA Berlaku 1 Desember 2026, Indonesia Bidik Penguatan Ekspor ke Kanada

Rancangan tersebut memungkinkan penelitian membandingkan beberapa bentuk intervensi gizi pada kelompok kontak serumah. Pembagian peserta dilakukan secara acak, sementara jangka pemberian selama enam bulan dibedakan dari masa pemantauan yang mencapai dua tahun. Prof. Rina menjelaskan bahwa peserta adalah anggota keluarga pasien, sehingga penelitian berfokus pada pencegahan di lingkungan rumah tangga.

Menurut Prof. Rina, peran Indonesia dalam PHOTON bukan sekadar menjadi lokasi uji coba. Indonesia memegang kepemimpinan ilmiah sejak perumusan protokol hingga pelaksanaan studi. Ia memastikan proses penelitian mengutamakan keselamatan, hak, dan kerahasiaan peserta dengan mengikuti standar Good Clinical Practice.

Pelaksanaan PHOTON di Indonesia dipimpin UI melalui Center for Global Resilience in Health and Nutrition (C-GRHEN). Dalam kerja tersebut, UI berkolaborasi dengan Summit Institute for Development, Siklus Indonesia, dan Oxford University Clinical Research Unit. Pendanaan penelitian berasal dari dukungan internasional Gates Foundation, Wellcome Trust, dan Novo Nordisk Foundation.

Wakil Rektor UI Prof. Dr. Hamdi Muluk menyambut baik kolaborasi pentahelix dalam penelitian ini. Ia memandang kerja sama tersebut sebagai langkah nyata untuk mendukung pembuatan kebijakan berbasis bukti ilmiah atau evidence-based policy. Dengan demikian, uji klinik tidak hanya berfokus pada pelaksanaan intervensi, tetapi juga menghasilkan bukti yang dapat menjadi dasar dalam pembahasan kebijakan.

Baca juga: Sugiono Tajamkan Sasaran Dana Abadi LPDP untuk Riset dan Talenta Strategis

Dante mengingatkan bahwa PHOTON bukan semata-mata penelitian milik Kementerian Kesehatan. Menurutnya, fasilitas kesehatan merupakan tempat pelaksanaan, sedangkan keterlibatan berbagai pihak menjadi unsur penting dalam penelitian. Ia menyebut akademisi, klinisi, sektor swasta, pemerintah daerah, dan masyarakat yang bersedia berpartisipasi sebagai pihak yang perlu terlibat.

“Mari bekerja sebagai satu tim, saling percaya, saling terbuka, dan saling menguatkan, karena bukti terbaik lahir dari kolaborasi yang baik juga,” kata Dante menutup pernyataannya. Pesan tersebut menegaskan pentingnya kerja bersama dalam pelaksanaan penelitian, termasuk dukungan masyarakat yang menjadi peserta.

Informasi mengenai kick-off PHOTON disampaikan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan RI. Uji klinik ini menggabungkan perhatian pada pencegahan TB, pengobatan medis, dan dukungan nutrisi, dengan peserta kontak serumah sebagai kelompok yang diteliti. Hasil pemantauan selama 24 bulan akan menjadi bagian dari rangkaian penelitian yang melibatkan puluhan ribu peserta di dua negara.