UPDATE

Stunting Bukan Hanya soal Tinggi Badan, Kenali Tanda dan Pencegahannya

28/01/2026 12:00

CIANJUR.CO - Stunting tidak hanya ditandai tinggi badan anak yang berada di bawah standar usianya. Kondisi ini juga berkaitan dengan gangguan tumbuh kembang yang perlu dikenali sejak dini. Pemkab Cianjur mengajak masyarakat memahami tanda-tandanya sekaligus memperhatikan langkah pencegahan yang dapat dilakukan.

Dikutip dari laman resmi CianjurKab, stunting terjadi ketika tinggi badan anak berada di bawah standar usia akibat kekurangan nutrisi dalam jangka panjang. Kondisi tersebut dapat berawal sejak kehamilan, ketika ibu kurang mendapatkan gizi. Penyebab lainnya adalah anak tidak memperoleh asupan nutrisi yang cukup selama masa tumbuh kembang.

Baca juga: Rembug Warga di Sukanagara, Bupati Cianjur Serap Aspirasi Masyarakat

Karena itu, perhatian terhadap stunting tidak hanya berfokus pada pengukuran tinggi badan. Sejumlah perubahan pada berat badan, kemampuan, dan kondisi anak juga termasuk tanda yang perlu diwaspadai. Informasi yang disampaikan Pemkab Cianjur mencantumkan kenaikan berat badan yang sangat lambat atau tidak stabil sebagai salah satu gejalanya.

Tanda lain yang disebutkan adalah perkembangan motorik dan kemampuan anak tertinggal dibandingkan anak seusianya, serta tinggi badan berada di bawah rata-rata usia. Anak juga dapat mudah sakit, terutama mengalami infeksi. Kurang aktif atau jarang bermain dan sering tampak lemas turut masuk dalam daftar tanda yang perlu diperhatikan.

Baca juga: Abi Ramzi Buka Bulan Dana PMI Cianjur 2026, Ajak Warga Bersolidaritas

Untuk mencegah stunting, materi tersebut menganjurkan pemberian ASI eksklusif hingga anak berusia 6 bulan. Setelah melewati usia itu, anak dianjurkan mendapat MPASI bernutrisi lengkap dan tinggi protein hewani. Dua langkah ini menjadi bagian dari perhatian terhadap asupan nutrisi anak dalam masa tumbuh kembang.

Selain pemenuhan asupan, orang tua dianjurkan rutin memantau tumbuh kembang anak di posyandu. Pemantauan tersebut disebut sebagai salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan secara berkala. Materi Pemkab Cianjur juga mencantumkan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) secara teratur sebagai langkah pencegahan stunting.

Baca juga: Gebyar Rutilahu Cianjur, 1.546 Rumah Dibangun Serentak di 22 Kecamatan

Pesan yang disampaikan adalah agar risiko stunting dicegah sejak dini. Pengenalan tanda-tandanya mencakup pertumbuhan fisik, perkembangan kemampuan, aktivitas, hingga kondisi anak yang mudah sakit atau tampak lemas. Sementara itu, langkah yang disebutkan meliputi ASI eksklusif, MPASI setelah usia 6 bulan, pemantauan di posyandu, dan konsumsi TTD secara teratur.