• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
  • Kontak Kami
Blog Informasi Terkini Cianjur.Co
  • CIANJUR.CO
  • HOME
  • Berita
  • Travel
  • Kuliner
  • Sosok
  • Ekonomi
  • Budaya
  • Sejarah
  • Info Gempa
    • Gempa Realtime Indonesia
    • Gempa Indonesia 4M+
    • Gempa Dunia Realtime
No Result
View All Result
  • CIANJUR.CO
  • HOME
  • Berita
  • Travel
  • Kuliner
  • Sosok
  • Ekonomi
  • Budaya
  • Sejarah
  • Info Gempa
    • Gempa Realtime Indonesia
    • Gempa Indonesia 4M+
    • Gempa Dunia Realtime
No Result
View All Result
Blog Informasi Terkini Cianjur.Co
No Result
View All Result
Home Berita

Garut Siapkan Lahan Marjinal untuk Singkong Bahan Bioetanol

by
October 7, 2026
in Berita
0
Garut Siapkan Lahan Marjinal untuk Singkong Bahan Bioetanol

Dispertan Garut menyiapkan lahan marjinal untuk singkong bahan baku bioetanol. Potensi lahan diperkirakan mencapai 25.000 hingga 30.000 hektare.

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

CIANJUR.CO – Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyiapkan pemanfaatan lahan marjinal untuk pengembangan tanaman singkong. Komoditas tersebut akan menjadi salah satu bahan baku bioetanol, sejalan dengan upaya mendukung program ketahanan energi nasional. Sasaran pengembangan adalah lahan yang belum dimanfaatkan secara maksimal, bukan lahan pangan yang sudah produktif.

Kepala Dispertan Kabupaten Garut, Ardhy Firdian, mengatakan potensi penanaman ubi kayu atau singkong di wilayahnya diperkirakan mencapai 25.000 hingga 30.000 hektare. Luasan itu terutama berada di lahan-lahan marjinal. Ardhy menyampaikan keterangan tersebut di Garut, Rabu. Angka itu merupakan perkiraan potensi lahan, sementara pemerintah daerah masih mempersiapkan lokasi yang dinilai layak dikembangkan.

Baca juga: Polresta Bandung Ungkap Dugaan Penggelapan 18 Motor, Tiga Tersangka Diamankan

Berdasarkan laporan ANTARA Jabar, pengembangan bioetanol dengan bahan baku antara lain singkong sedang dilakukan pemerintah pusat untuk menjaga ketahanan energi nasional. Dalam upaya tersebut, Kabupaten Garut menjadi salah satu daerah yang didorong menyiapkan lahan siap tanam. Persiapan di Garut mencakup singkong dan jagung, dua komoditas yang disebut memiliki potensi untuk dikembangkan di daerah itu.

“Kami masih mempersiapkan lokasi-lokasi yang potensial untuk dikembangkan,” kata Ardhy. Ia menyebut Garut selama ini merupakan daerah pemasok jagung terbesar di Jawa Barat. Keterangan mengenai jagung itu disampaikan saat menjelaskan potensi pengembangan kedua komoditas, sedangkan persiapan lokasi tetap menjadi tahap yang sedang dilakukan oleh Dispertan.

Baca juga: Dinkes Bandung Periksa Restoran 88 Seoul, Terima 24 Laporan Gejala

Untuk singkong, data statistik pertanian tahun 2025 mencatat luas tanam di Garut mencapai 15.543 hektare. Dari lahan tersebut, produksi ubi kayu tercatat sebanyak 375.923 ton per tahun. Area penanaman itu tersebar di seluruh kecamatan. Ardhy menyampaikan angka luas tanam dan produksi tersebut sebagai gambaran kegiatan singkong yang telah berlangsung di Garut.

Data tahun 2025 itu berbeda dengan perkiraan potensi lahan 25.000 hingga 30.000 hektare yang disampaikan Ardhy. Angka pertama merujuk pada luas tanam singkong yang tercatat beserta produksinya, sedangkan angka kedua merupakan potensi penanaman yang terutama mencakup lahan marjinal yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Keduanya menunjukkan kondisi dan cakupan yang berbeda dalam rencana pengembangan singkong di Kabupaten Garut.

Baca juga: Penduduk Ciamis 2026 Capai 1,27 Juta Jiwa, Kepadatan Antarkecamatan Berbeda Lebar

Ardhy menegaskan bahwa pengembangan singkong untuk bahan baku bioetanol tidak akan mengganggu lahan yang sudah ada atau lahan produktif. Menurut dia, langkah yang disiapkan berfokus pada optimalisasi lahan marjinal. Lahan pangan yang telah digunakan tetap dijaga untuk mendukung program ketahanan pangan nasional. Ia juga menyatakan pengembangan tersebut dilakukan agar keberadaan tanaman jagung maupun singkong tidak terganggu dan program ketahanan pangan pemerintah tetap terjaga.

Tags: bioetanolDispertan GarutGarutsingkong
Previous Post

Polresta Bandung Ungkap Dugaan Penggelapan 18 Motor, Tiga Tersangka Diamankan

Next Post

Dinkes Bandung Periksa Sanitasi 88 Seoul, Terima 24 Laporan Kasus

Next Post
Dinkes Bandung Periksa Sanitasi 88 Seoul, Terima 24 Laporan Kasus

Dinkes Bandung Periksa Sanitasi 88 Seoul, Terima 24 Laporan Kasus

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CIANJUR TERKINI

Dinkes Bandung Periksa Sanitasi 88 Seoul, Terima 24 Laporan Kasus

Dinkes Bandung Periksa Sanitasi 88 Seoul, Terima 24 Laporan Kasus

October 7, 2026
Garut Siapkan Lahan Marjinal untuk Singkong Bahan Bioetanol

Garut Siapkan Lahan Marjinal untuk Singkong Bahan Bioetanol

October 7, 2026
Polresta Bandung Ungkap Dugaan Penggelapan 18 Motor, Tiga Tersangka Diamankan

Polresta Bandung Ungkap Dugaan Penggelapan 18 Motor, Tiga Tersangka Diamankan

October 7, 2026
Dinkes Bandung Periksa Restoran 88 Seoul, Terima 24 Laporan Gejala

Dinkes Bandung Periksa Restoran 88 Seoul, Terima 24 Laporan Gejala

October 7, 2026

CIANJUR.CO adalah website City Directory Kota Cianjur yang merangkum informasi dari berbagai destinasi wisata, penginapan, kuliner, hiburan, area publik, hingga ke gedung pendidikan dan perkantoran. Selain itu juga mengangkat berita ringan yang ada di kota Cianjur.

KONTAK KAMI

Jl. Raya Puncak, Cugenang, Cianjur. Jawa Barat – Indonesia.
0899-862-5050
info@cianjur.co
www.cianjur.co

NAVIGASI

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
  • Kontak Kami
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
  • Kontak Kami

© 2024 Cianjur.Co

No Result
View All Result
  • CIANJUR.CO
  • HOME
  • Berita
  • Travel
  • Kuliner
  • Sosok
  • Ekonomi
  • Budaya
  • Sejarah
  • Info Gempa
    • Gempa Realtime Indonesia
    • Gempa Indonesia 4M+
    • Gempa Dunia Realtime

© 2024 Cianjur.Co

Web Developer Cianjur Web Developer Cianjur