UPDATE

Salat Istisqa Digelar, Kekeringan Berdampak pada Pertanian Cianjur

17/09/2026 12:00

CIANJUR.CO - Pemerintah Kabupaten Cianjur kembali menggelar Salat Istisqa di Alun-alun Cianjur pada Kamis (17/9/2026). Ribuan jamaah dari berbagai unsur mengikuti salat yang dilaksanakan untuk memohon hujan tersebut. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama menghadapi kemarau dan kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Cianjur.

Berdasarkan laporan Pemkab Cianjur, Wakil Bupati Cianjur Abi Ramzi menyampaikan bahwa kekeringan masih dirasakan di wilayah utara maupun selatan. Kondisi tersebut berdampak pada ketersediaan air bagi masyarakat. Pengaruhnya juga terasa pada sektor pertanian, sehingga persoalan kekeringan mencakup kebutuhan air warga sekaligus kegiatan pengolahan lahan.

Baca juga: Rembug Warga di Sukanagara, Bupati Cianjur Serap Aspirasi Masyarakat

Abi mengatakan sejumlah lahan persawahan belum dapat ditanami. Keadaan itu berpotensi memengaruhi produksi pertanian dan ketersediaan pangan masyarakat. Keterkaitan antara lahan yang belum ditanami, kemungkinan perubahan produksi, dan pasokan pangan menjadi salah satu perhatian di tengah kondisi kemarau yang berlangsung di beberapa wilayah Cianjur.

Salat Istisqa, menurut Abi, merupakan salah satu bentuk ikhtiar umat Islam untuk memohon kepada Allah SWT agar diberikan hujan yang membawa keberkahan dan manfaat bagi seluruh masyarakat. Pelaksanaan salat bersama itu menempatkan doa sebagai bagian dari upaya menghadapi dampak kemarau, di samping perhatian terhadap kebutuhan air dan pertanian.

Baca juga: Gebyar Rutilahu Cianjur, 1.546 Rumah Dibangun Serentak di 22 Kecamatan

Abi berharap doa yang dipanjatkan bersama dapat menjadi bagian dari usaha menghadapi kekeringan sekaligus menjaga keseimbangan alam. Ia juga berharap hujan yang turun nantinya memberikan manfaat tanpa menimbulkan bencana. Harapan tersebut menyertai permohonan agar Cianjur memperoleh hujan yang cukup di tengah dampak kemarau yang masih dirasakan.

Di tengah kondisi itu, Pemkab Cianjur mengajak masyarakat tetap menjaga kepedulian terhadap lingkungan dan menggunakan sumber daya air secara bijak selama kemarau. Ajakan tersebut disampaikan bersamaan dengan ikhtiar dan doa yang dilakukan untuk menghadapi kekurangan air serta dampaknya pada lahan pertanian.

Baca juga: Bupati Cianjur Pimpin Gorol Pembangunan Jalan di Sukaraharja

Abi berharap ikhtiar, doa, dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat dapat mengiringi turunnya hujan yang cukup. Hujan diharapkan membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat, mendukung aktivitas pertanian, dan menjaga ketahanan pangan daerah. Harapan itu berkaitan dengan kondisi sejumlah persawahan yang belum dapat ditanami serta potensi pengaruhnya terhadap produksi dan ketersediaan pangan.