Danu Robotics Kembangkan Robot AI untuk Memilah Sampah Daur Ulang

09/10/2026 23:47

CIANJUR.CO - Pengalaman bekerja di sebuah bank di London mendorong Amy Ma, pendiri Danu Robotics, mencari cara yang lebih baik untuk memilah sampah daur ulang. Meski kantor tempatnya bekerja memiliki berbagai fasilitas, Ma melihat tempat sampah dengan label daur ulang pada akhirnya dikosongkan ke tempat sampah biasa. Temuan itu membuatnya mempertanyakan apakah proses pemilahan yang terlihat di kantor benar-benar menghasilkan daur ulang.

“Meskipun mereka punya banyak uang, ada berbagai tempat sampah daur ulang yang akhirnya berakhir di tempat yang sama,” kata Ma kepada TechCrunch. Masalah tersebut, menurut pengamatannya, ternyata tidak terbatas pada satu gedung. Ketika menelusuri lebih jauh, ia melihat persoalan yang lebih luas dalam proses daur ulang: material yang masih dapat dimanfaatkan kerap dipilah secara manual oleh pekerja dari aliran sampah.

Ma menilai teknologi dapat membantu memperbaiki proses tersebut. “Saya melihat teknologinya dan berpikir, kita bisa melakukan jauh lebih baik,” kenangnya. Gagasan itu kemudian menjadi dasar pengembangan Danu Robotics, perusahaan yang berbasis di Edinburgh, Skotlandia, dan telah berusia enam tahun. Selama periode tersebut, Ma mengerjakan konsep robot yang dapat memilah sampah daur ulang dengan biaya lebih rendah dan lebih cepat. Kini, perusahaan mulai membawa produk tersebut ke pasar.

Baca juga: Mengapa Kita Memperlakukan AI Seperti Manusia, dan Apa Risikonya?

Robot itu diberi nama H.E.R.O. Salah satu pembeda teknisnya ialah penggunaan capit penjepit untuk mengambil benda, bukan sistem penyedot yang dipakai sejumlah pesaing. Namun, perbedaan yang lebih besar terletak pada pendekatan bisnis dan perangkat lunaknya. Danu memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) agar perangkat lunak robot dapat terus ditingkatkan. Dengan demikian, perusahaan tidak hanya menawarkan lengan robot untuk mengambil sampah, tetapi juga pendekatan yang memungkinkan kemampuan sistem berkembang.

Minat pasar mulai terlihat dari sejumlah calon pelanggan dan kontrak yang telah diperoleh. Danu memiliki surat minat dari dua pelanggan besar serta kontrak yang telah ditandatangani senilai US$500.000. Selain itu, lebih dari 200 calon pelanggan berada dalam saluran penjualan perusahaan. Angka-angka tersebut menjadi pijakan Danu untuk masuk ke pasar pemilahan sampah daur ulang di Eropa dan Amerika Utara, yang nilainya diperkirakan mencapai US$20 miliar.

Untuk menjaga laju komersialisasi, Danu Robotics menghimpun pendanaan tahap akhir awal (late-seed) sebesar US$5 juta. Pendanaan itu diperoleh ketika perusahaan mendorong produknya menuju pasar. Laporan TechCrunch AI menyebutkan bahwa pasar robot pemilah sampah telah memiliki pemain yang kuat, termasuk Glacier dan RecycleEye, yang menawarkan lengan robot berbasis sistem penyedot. Karena itu, H.E.R.O. memasuki bidang yang sudah memiliki produk pesaing, bukan pasar tanpa penyedia teknologi serupa.

Baca juga: Olivia Moore: Peluang AI Konsumen Masih Terbuka di Luar Model Langganan

Meski demikian, Ma melihat model ekonomi pusat daur ulang dapat membuka peluang bagi pendatang baru. Pusat-pusat tersebut memperoleh pendapatan dari material yang berhasil dipilah, sehingga sistem yang bekerja dapat memberikan pengembalian investasi secara langsung. Menurut perkiraan Ma, satu lokasi yang menggunakan robot pada jalur pemilahan bisa memperoleh tambahan pendapatan US$485.000. Perhitungan itu dibandingkan dengan investasi awal US$160.000 dan biaya pemeliharaan US$24.000 per tahun.

Ma menilai biaya tersebut membuat solusi Danu jauh lebih murah dibandingkan teknologi pesaing, sekaligus memperkirakan robotnya dapat bekerja lebih efisien. Angka pendapatan dan biaya itu merupakan estimasi yang ia sampaikan, bukan hasil yang dinyatakan telah dicapai seluruh pelanggan. Penjelasan tersebut menggambarkan alasan perusahaan mengandalkan manfaat ekonomi sebagai bagian penting dalam menawarkan H.E.R.O. kepada fasilitas pemilahan.

Baca juga: TechCrunch Disrupt 2026 Digelar 13–15 Oktober, Diskon Tiket Berakhir Saat Acara Dibuka

Mesin-mesin pesaing sudah mulai dikirimkan kepada pelanggan. Dalam tahap berikutnya, Ma ingin menjadikan robot Danu lebih kokoh, lebih kecil, dan lebih serbaguna. Ukuran yang lebih ringkas, menurut rencana itu, akan memungkinkan penggunaan di luar fasilitas pengelolaan sampah khusus. Perubahan tersebut dapat memperluas tempat penerapan robot, dari jalur pemilahan di fasilitas hingga lokasi yang menghasilkan sampah kemasan.

“Setelah ukurannya lebih kecil, robot ini bisa digunakan sebagai solusi daur ulang mandiri di acara, pusat perbelanjaan, rumah sakit, atau bandara untuk mendaur ulang sampah mereka di sumbernya,” kata Ma kepada TechCrunch. Ia menyebut penggunaan langsung di lokasi asal sampah sebagai cara untuk mengubah pengelolaan limbah kemasan. Arah pengembangan itu juga menunjukkan bahwa sasaran Danu bukan hanya pusat pemilahan, tetapi berpotensi mencakup beragam tempat yang menghasilkan sampah dan dapat memilahnya sebelum dibuang.